Palang Merah Indonesia Provinsi Bali header image 2
Viagra online viagra prescription online

Tingkatkan kewaspadaan Masyarakat dengan pemasangan rambu-rambu tanda bahaya

September 29 2017 oleh Taufan · Tidak ada komentar
Kategori : PMI PROVINSI BALI ·

web-Pemasangan-Sign-Tanda-Bahaya-(11)

Meningkatnya status Gunung Agung menjadi Awas oleh PVMBG pada tanggal 22 September 2017 pukul 20.30 Wita mengakibatkan banyaknya masyarakat yang mengungsi. Data Posko Utama Tanah Ampo menyebutkan bahwa terdapat Kabupaten/Kota se-Bali. Sampai dengan tanggal 28 September 2017 pukul 18.00 Wita berdasarkan informasi dari Posko Utama Tanah Ampo, setidaknya terdapat 484 titik pengungsian yang tersebar di seluruh wilayah Bali dengan total 134.299 jiwa.

Berdasarkan data yang ada masyarakat mengungsi tersebar di seluruh Bali antara lain Kabupaten Karangasem : 49.575 Jiwa ; Kabupaten Klungkung : 27.395 jiwa ; Kabupaten Buleleng : 16.901 jiwa ; Kabupaten Tabanan : 4.851 jiwa ; Kota Denpasar : 11.036 jiwa ; Kabupaten Gianyar : 12.084 jiwa ; Kabupaten Badung : 5.879  jiwa ; Kabupaten Bangli : 6.158 jiwa dan Kabupaten Jembrana 420 jiwa.

Dalam kaitan tersebut, PMI telah hadir dan turut aktif dalam kesiapan menghadapi terjadinya erupsi Gunung Agung sejak tanggal 19 September 2017 bertempat di Posko Utama Tanah Ampo. Secara umum PMI mendukung kegiatan respon yang dilakukan Pemerintah antara lain Evakuasi masyarakat di Kawasan Rawan Bencana (KRB) yang masih tinggal di rumahnya, pelaksanaan kegiatan dapur umum (DU), Pembersihan sekitar lokasi Posko, penerimaan bantuan dan penataan Gudang Logistik, Pertemuan koordinasi lintas sektoral, pendataan pengungsi di Kecamatan Abang sampai dengan Pelayanan kesehatan di Posko Utama Tanah Ampo-Karangasem serta pelaksanaan dukungan psiko sosial bagi anak-anak pengungsi.

Selain itu PMI bersama Tim Lintas Sektoral lainnya juga dipercaya untuk pemasangan rambu-rambu keselamatan pada beberapa titik strategis yang dilewati masyarakat dan sebagai batas bahwa masyarakat telah memasuki  wilayah bahaya. Dimana Tim yang bertugas selain memasang rambu juga melaksanakan sosialisasi terkait peringatan dan larangan zona pada radius 9 km dan 12 km sebagai lokasi yang diharapkan tidak ada aktifitas apapun. “Dengan pemasangan rambu-rambu diharapkan masyarakat lebih waspada ketika berada atau memasuki Kawasan Rawan Bencana (KRB)” seperti yang disampaikan oleh Koordinator Lapangan Operasi Siaga Gunung Agung PMI Provinsi Bali Sdr. Dedy Rimbawan.

Sampai dengan hari ke sembilan pelaksanaan operasi (28 September 2017) PMI Provinsi berkomitmen untuk mendukung PMI Karangasem dan PMI Kabupaten/Kota se-Bali melalui pengerahan Sukarelawan  dan armada yang dimilikinya pada titik-titik kegiatan siaga Gunung Agung baik di Posko utama maupun titik-titik pengungsian di wilayah Kabupaten/Kota se-Bali. #PMI Bali

Tidak ada respon sejauh ini

  • Jadilah pemberi komentar pertama. Silahkan isi komentar...

Beri komentar

XHTML: Anda bisa memakai tag berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>