Palang Merah Indonesia Provinsi Bali header image 2
Viagra online viagra prescription online

TINGKATKAN KUALITAS DAN KEAMANAN PRODUK DARAH PMI PROVINSI BALI LAKUKAN KERJASAMA DENGAN BPOM DENPASAR

September 12 2017 oleh Aprini Megawati · Tidak ada komentar
Kategori : PMI PROVINSI BALI ·

nota kesepahaman

Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia (UTD PMI) merupakan unit pelaksana teknis kegiatan pelayanan darah PMI yang meliputi perencanaan, pengerahan  dan pelestarian donor, penyediaan darah dan pendistribusian darah sesuai dengan PP No.7 tahun 2011 tentang Pelayanan Darah dan Peraturan Menteri Kesehatan No. 83 tahun 2014 Tentang UTD, Bank Darah Rumah Sakit dan Jejaring Pelayanan Transfusi Darah.

Pelayanan transfusi darah merupakan upaya pelayanan kesehatan yang memanfaatkan darah manusia sebagai bahan dasar dengan tujuan kemanusiaan dan pengobatan. Pemenuhan kebutuhan akan darah, sebagaimana kita ketahui bahwa darah tidak bisa diperoleh dari sintesa tumbuhan atau hewan, karena darah merupakan komponen biologis, maka UTD PMI sebagai organisasi sosial kemanusiaan akan bersinergi dalam melakukan rekruitmen donor darah. UTD PMI dalam melakukan pengelolaan darah dari donor darah sukarela tersebut menjadi komponen darah yang diperlukan harus sesuai dengan standar yang ada dalam regulasi nasional, sehingga diperlukan pembinaan dan pengawasan sesuai dengan ketentuan yang berlaku oleh institusi yang berwenang yang dalam hal ini adalah Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Denpasar.

Standar pelayanan transfusi darah menjadi acuan dalam penyelenggaraan pelayanan transfusi darah dan bertujuan menjamin pelayanan darah yang aman, berkualitas dan dalam jumlah yang cukup. Dalam melakukan kegiatan pelayanan darah BPOM harus melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap kegiatan pelayanan darah sesuai dengan peraturan Menteri Kesehatan No. 83 Tahun 2014 (Bab IV), Peraturan Menteri Kesehatan Tahun 72 Tahun 2015 dan Perka BPOM No. 10 Tahun 2017 tentang penerapan Pedoman Cara Pembuatan Obat yang Baik di Unit Transfusi Darah dan Pusat Plasamaferesis. Untuk pencapaian hal-hal diatas diperlukan penguatan kerjasama antara PMI Provinsi Bali dengan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan di Denpasar sehingga diperlukan kerjasama dalam bentuk nota kesepahaman  antara PMI Provinsi Bali dengan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan di Denpasar.

Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Selasa, 12 September 2017 dan bertempat di Ruang Aula UTD PMI Provinsi Bali berlangsung dengan kondusif. Kegiatan ini dihadiri oleh Perwakilan Yankes Provinsi Bali, Kabag Pendidikan dan Kebudayaan Biro Kesra Provinsi Bali serta Ketua Persi Provinsi Bali. Kegiatan dibuka dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan laporan dari Kepala UTD PMI Provinsi Bali, dr. A. A. Sagung Mas Dwipayani, M.Kes yang kemudian dilanjutkan dengan Penandatanganan Nota Kesepahaman oleh Ketua Pengurus PMI Provinsi Bali, I Gst Bagus Alit Putra SH. S.Sos., M.Si. dengan Dra. Endang Widowati, Apt selaku Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Denpasar. Dalam sambutannya Ibu Endang mengatak bahwa darah identik dengan obat dan diharapkan semua darah yang didonorkan bisa melalui uji NAT. Bapak Alit Putra juga berharap agar UTD PMI mampu menyediakan darah yang aman, berkualitas sesuai standar nasional serta dapat memenuhi kebutuhan darah dan komponennya berdasarkan permintaan dari Bank Darah Rumah Sakit. Kepala UTD PMI Provinsi Bali, dr. A. A. Sagung Mas Dwipayani, M.Kes juga menambahkan bahwa melalui kegiatan ini UTD PMI Provinsi Bali dapat dibina dari awal sampai akhir untuk meminimalkan terjadinya infeksi menular lewat transfusi darah dan reaksi transfusi darah.

 

Tidak ada respon sejauh ini

  • Jadilah pemberi komentar pertama. Silahkan isi komentar...

Beri komentar

XHTML: Anda bisa memakai tag berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>