Palang Merah Indonesia Provinsi Bali header image 2
Viagra online viagra prescription online

PMI bangun sarana MCK Untuk masyarakat terdampak di Desa Pesaban

Oktober 24 2017 oleh Taufan · Tidak ada komentar
Kategori : PMI PROVINSI BALI ·

Web-Pesaban-MCK
Status aktivitas vulkanik Gunung Agung sampai saat ini masih berada pada level IV (Awas) sebagai level tertinggi yang diberikan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Berbagai upaya telah dilakukan PMI Bali dan juga instansi lainnya untuk memfasilitasi kebutuhan masyarakat terdampak yang mengungsi di berbagai titik pengungsian yang tersebar pada seluruh Kabupaten/Kota di Bali. Dalam pelaksanaan Siaga darurat Gunung Agung, PMI se-Bali telah mengupayakan berbagai kegiatan dalam membantu masyarakat terdapat melalui pengerahan sarana dan prasarana sampai dengan mobilisasi Sukarelawan.

Beberapa kegiatan yang dilakukan PMI antara lain Evakuasi masyarakat di Kawasan Rawan Bencana (KRB), pelaksanaan kegiatan dapur umum (DU), dukungan psikososial bagi anak-anak pengungsi, penerimaan dan penataan bantuan pada Gudang Logistik, Pertemuan dan koordinasi lintas sektoral, pendataan pengungsi dan lokasi pengungsian, pelayanan dan promosi kesehatan sampai dengan dukungan penyediaan air bersih bagi masyarakat terdampak.

Berdasarkan hasil pendataan pada beberapa titik pengungsian yang ada Bali pada umumnya dan wilayah Karangasem pada khususnya, akhirnya Tim merekomendasikan agar PMI dapat fokus pada beberapa tempat untuk dapat memberikan pelayanan yang lebih maksimal kepada masyarakat salah satunya yaitu di Desa Pesaban berdasarkan berapa pertimbangan mulai dari masih minimnya dukungan baik dari Pemerintah maupun donatur serta akses yang cukup jauh dari Posko Utama Tanah Ampo disamping kebutuhan mendesak lainnya seperti air dan sanitasi serta sarana MCK.

Pada lokasi pengungsian Desa Pesaban terdapat sekitar 1.300 jiwa masyarakat yang tersebar pada 3 (tiga) titik pengungsian antara lain Pos I di Balai Desa Pesaban, Pos II di Lapangan Tinon dan Pos 3 di Puri Boga. Melihat kebutuhan yang ada, PMI bersama jajarannya segera melaksanakan kegiatannya mulai dari pembangunan dan penataan tenda pengungsi, distribusi terpaulin, pengaturan terkait penerangan, pelayanan dan promosi kesehatan, dukungan psikososial kepada anak-anak, pemasangan tangki air sampai dengan pembangunan 5 (lima) unit sarana MCK.

“Pembangunan sarana MCK dilakukan PMI karena adanya kebutuhan dilapangan, hal ini dikarenakan masih minimnya sarana MCK yang ada” seperti disampaikan A.A. Ngurah Noviartha salah satu sukarelawan PMI yang bertugas di Pesaban. “Selain sarana MCK, PMI juga menyiapkan Tangki dan supplai air untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat terdampak, selain itu PMI juga melakukan pembersihan dan promosi kesehatan untuk meminimalisasi dampak menurunya kesehatan bagi masyarakat yang tinggal di lokasi pengungsian” tambahnya.

Desa Pesaban menjadi salah satu fokus PMI untuk melaksanakan kegiatan “shelter terpadu” yang akan bukan hanya fokus pada bantuan materi tapi lebih bagaimana PMI bisa menyiapkan penampungan yang layak bagi masyarakat terdampak. Kegiatan serupa juga dilaksanakan pada beberapa titik pengungsian di wilayah Kabupaten/Kota lainnya, sesuai dengan kebutuhan dan berdasar hasil penilaian di lapangan. Dengan segala keterbatasannya, PMI se-Bali masih berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat, memberikan bantuan bagi mereka yang membutuhkan. #PMIBali

Tidak ada respon sejauh ini

  • Jadilah pemberi komentar pertama. Silahkan isi komentar...

Beri komentar

XHTML: Anda bisa memakai tag berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>