Palang Merah Indonesia Provinsi Bali header image 2
Viagra online viagra prescription online

DPR RI kunjungi Bali bahas RUU Kepalangmerahan dan pantau Aksi PMI

Desember 25 2017 oleh Taufan · Tidak ada komentar
Kategori : PMI PROVINSI BALI ·

Web-DPR-ke-Bali
Keberadaan Organisasi Palang Merah Indonesia (PMI) berdiri dan mulai eksis menjalankan tugas-tugas kemanusiaan sejak tanggal 17 September 1945, ini berarti sudah mengabdi 72 (tujuh puluh dua) tahun PMI telah melakukan pelayanan kemanusiaan di Indonesia. Dasar hukum pembentukan organisasi PMI saat ini masih berdasarkan KEPUTUSAN PRESIDEN yaitu KEPPRES RIS Nomor : 25 Tahun 1950 juncto KEPPRES RI Nomor: 246 Tahun 1963. Ditinjau dari hirearkhis peraturan perundang-undangan kedudukan PMI sudah sangat layak untuk diapresiasi melalui penguatan kelembagaannya melalui terbitnya UU. UU Kepalangmerahan adalah kewajiban Negara sebagai konsekuensi logis pihak konvensi Jeneva Tahun 1949. Sebagaimana diketahui bahwa Konvensi Jenewa tahun 1949 telah diratifikasi oleh Negara Republik Indonesia dengan UU no 59 tahun 1958.Banyaknya pelanggaran dan penyalahgunaan lambang-lambang Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional,menyalahi ketentuan Konvensi Jenewa 1949 berikut tiga protokol tambahannya, memperkuat alasan pentingnya disahkan UU Kepalangmerahan di Indonesia. RUU Kepalangmerahan telah dibahas oleh DPR RI sejak tahun 2005, namun tidak dapat di sahkan pada pembahasan 2 (dua) periode DPR sebelumnya. Dan pada periode DPR 2015-2019 RUU Kepalangmerahan kembali di bahas, dan pada hari ini (27/11) Komisi IX DPR RI berkesempatan melaksanakan kunjungan kerja ke Bali dalam kaitan penyusunan draft Rancangan Undang-Undang Kepalangmerahan. Rencananya Anggota DPR RI yang hadir sebanyak 10 orang, namun karena meningkatnya status Gunung Agung ke Level IV (Awas) pada pukul 06.00 Wita dan Bandara secara resmi ditutup, maka DPR hanya di wakili oleh Bapak Ir. Ketut Sustiawan dari PDIP didampingi Sekretariat DPR dan Tim Ahli yang datang sehari sebelumnya.

Kegiatan dilaksanakan pada pukul 11.00 Wita bertempat di Ruang Pertemuan Posko Tanah Ampo, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem. Hadir dalam pertemuan ini antara lain BPBD Provinsi Bali, Tagana Provinsi Bali, Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dinas Sosial Provinsi Bali, Basarnas dan BPJS Kesehatan Regional Bali. Dalam penyampaiannya bahwa perwakilan Dinas dan Badan yang hadir sangat mendukung agar PMI mendapatkan penguatan hukum dengan adanya UU. Dan disampaikan bahwa sejauh ini, PMI sudah sangat maksimal bekerja dengan dinas atau badan terkait. Walaupun dengan dasar hukum yang lemah, namun PMI telah dapat menunjukkan kiprah dan eksistensinya di masyarakat. “RUU Kepalangmerahan telah dibahas sejak 2005, kendala utama DPR periode sebelumnya tidak dapat menyelesaikan karena masih adanya perdebatan dalam judul RUU serta penggunaan Lambang” seperti disampaikan Ketut Sustiawan. “Untuk pembahsan saat ini, dari pengalaman yang ada maka kita putusnya judul RUU nya terlebih dahulu, dan telah disepakati bahwa judulnya adalah RUU Kepalangmerahan, yang artinya Lambang di dalamnya pun adalah Palang Merah” imbuhnya. Dan Ketut Sustiawan menyampaikan bahwa jika lancar, maka RUU Kepalangmerahan maka pada awal tahun 2018 sudah dapat di sahkan menjadi UU.

Selain melaksanakan pertemuan untuk pembahasan RUU Kepalangmerahan, rombongan juga direncanakan untuk meninjau lokasi pengungsian di Dusun Tenganan Pegringsingan, Desa Tenganan, Kecamatan Manggis dilanjutkan ke cluster pengungsian Desa Rendang – Kabupaten Karangasem. Melalui kegiatan kunjungan, anggota DPR dan jajaran telah melihat langsung bagaimana aksi dan kiprah PMI dalam penanganan pengungsian serta dalam kaitan pelaksanaan respon terkait Erupsi Gunung Agung, dengan harapan berujung pada pengesahan RUU Kepalangmerahan menjadi UU Kepalangmerahan yang akan memberikan jaminan perlindungan bagi petugas palang merah sebagai lambang yang “Netral” baik dipergunakan pada saat damai maupun konflik. #PMIBali

Tidak ada respon sejauh ini

  • Jadilah pemberi komentar pertama. Silahkan isi komentar...

Beri komentar

XHTML: Anda bisa memakai tag berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>