Profil | Sejarah | Pengurus | Staff | Relawan | Cabang
Pulau Bali merupakan pulau kecil yang ada di tengah-tengah kumpulan pulau-pulau di Indonesia. Dengan posisi yang terletak di tengah tersebut merupakan salah satu kelebihan karena dekat dengan wilayah timur maupun barat dari bagian negeri ini. Pulau Bali sendiri terletak pada lempengan patahan Asia sehingga sering diguncang oleh gempa bumi baik yang kecil maupun gempa bumi yang besar. Selain itu di pulau Bali terdapat beberapa gunung berapi baik yang masih aktif maupun yang sudah tidak aktif lagi.
Letusan gunung berapi yang paling dasyat terjadi pada tanggal 18 Februari 1963 dimana pada waktu itu Gunung Agung yang merupakan gunung berapi tertinggi di Bali meletus dengan menelan korban sebanyak 1500 jiwa. Palang Merah Indonesia yang pada saat itu baru terbentuk di masing-masing cabang di Bali tidak dapat menangani kejadian tersebut sehingga markas besar PMI di Jakarta mengirimkan 6 kali tim medik dan sosial ke Bali sekaligus mengkoordinasikan PMI Cabang yang ada.
Dengan kejadian tersebut maka semua PMI Cabang yang telah terbentuk berkoordinasi dan pada tanggal 16 Desember 1963 setelah Kongres Nasional VIII PMI, dibentuklah PMI Daerah Bali secara resmi dengan ketuanya petama Anak Agung Gede Agung. Setelah itu kejadian bencana alam terus terjadi diantaranya gempa bumi Karangasem, tanah longsor, banjir dan juga bencana yang disebabkan oleh manusia yakni kerusuhan sosial serta peledakan bom di Kuta yang menelan korban bukan hanya penduduk pulau dan negeri ini tapi juga wisatawan dari beberapa negara. PMI Daerah Bali dan cabang-cabangnya selalu memberikan pertolongan dan bantuan kepada para korban yang terkenal bencana secara sukarela atas dasar kemanusiaan.
Di propinsi Bali, jaringan organisasi PMI tersebar di 9 kabupaten yakni, Kabupaten Jembrana, Buleleng, Bangli, Karangasem, Klungkung, Tabanan, Gianyar, Denpasar dan Badung. Pada tahun 1966 terbentuk susunan Pengurus Palang Merah Indonesia Daerah Bali seperti tercantum di bawah ini :
| Pelindung | : | PANGDAM XIV Udayana |
| Penasehat | : | 1. Gubernur Kepala Daerah Tk. I Bali |
| 2. Korem 163 Bali | ||
| 3. PANGDAM XV Bali | ||
| 4. Jaksa Tinggi Bali | ||
| 5. Front Nasional Tk. I Bali | ||
| Ketua Kehormatan | : | dr. Anak Agung Made Jelantik |
| Ketua | : | Nyonya Yasmin Oka |
| Wakil Ketua I | : | dr. Tan Ho Liang |
| Wakil Ketua II | : | dr. Suyatno Joyo Sugito |
| Wakil Ketua III | : | dr. Sasongko |
| Sekretaris I | : | Ketut Subrata |
| Sekretaris II | : | Gede Durna Ary Tenaya |
| Sekretaris III | : | I Gusti Agung Made Jelantik |
| Bendahara | : | I Gusti Ngurah Raka, B. A. |
| Bendahara I | : | A. Mambu |
| Bendahara II | : | Adri Anuddin Salm, S. H. |
| Bendahara III | : | Nyonya I Gusti Putu Mertha |




2 respon sejauh ini
1 wastu pada 19 September 2008 pukul 15:42
ida anak agung raja gianyar atoau yang lain, maksudnya ?
2 EMON_PARAYSPEKATZHANPHA pada 13 Juni 2008 pukul 10:40
PMR IS THE BEST ………….
CAYOOOOO PMR BALI!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Beri komentar