Palang Merah Indonesia Provinsi Bali header image 3
Viagra online viagra prescription online

TATA CARA DONOR DARAH

Transfusi | Tata Cara | Pengelolaan | Pemakaian | PDDI | Alamat

Untuk terciptanya disiplin serta meminimalisasi terjadinya hal-hal yang tidak dinginkan, maka terdapat juga sistem dan mekanisme dalam pelaksanaan Donor darah.

  1. Donor menyerahkan kartu donornya kepada petugas transfusi bila sudah pernah donor, dan yang baru nantinya setelah menyumbangkan darahnya akan dibuatkan kartu donor
  2. Donor ditimbang berat badannya
  3. Donor dites golongan darahnya dan kadar haemoglobil (HB)
  4. Setelah memenuhi untuk menjadi donor sesuai persyaratan diatas seperti HB normal, berat badan cukup, maka donor dipersilahkan tidur untuk diperiksa kesehatannya oleh dokter transfusi
  5. Setelah memenuhi syarat (sehat menurut dokter) barulah petugas transfusi darah (AID/PTID) siap untuk menyadap (mengambil) darahnya berdasarkan berat badan (250 cc – 500 cc)
  6. Setelah diambil darahnya donor dipersilahkan ke kantin donor untuk menikmati hidangan ringan berupa kopi/susu, telor dan vitamin
  7. Donor kembali ke bagian administrasi untuk mengambil kartu donornya yang telah diisi tanggal penyumbang dan registrasi oleh petugas
  8. Selesai (pulang), dan bisa kembali menyumbangkan darahnya setelah 75 hari(2,5 bulan)

PELAYANAN TRANSFUSI DARAH

PENDAHULUAN

Strategi Palang Merah Indonesia (PMI) dalam visinya menetapkan agar dikenall secara luas sebagai organisasi kepalangmerahan dalam memberikan pelayanan kepada yang membutuhkan secara efektif dan tepat waktu dengan semangat kenetralan dan kemandirian.

Meskipun kegiatan transfusi darah sudah dirintis sejak masa perjuangan revolusi oleh PMI, namun baru melalui Peraturan Pemerintah No. 18 tahun 1980, pemerintah menetapkan peran PMI sebagai satu-satunya organisasi yang ditugaskan untuk melaksanakan kegiatan transfusi darah di Indonesia.. Tugas ini ditegaskan pula melalui SK.Dirjen Yan Med No. 1147/ YANMED/RSKS/1991, tentang Petunjuk Pelaksana Peraturan Menteri Kesehatan No. 478/Menkes/Per/1990 tentang upaya kesehatan di bidang Transfusi Darah.

Target pelayanan transfusi darah adalah berupaya memenuhi kebutuhan darah yang bermutu, aman dan mencukupi serta dapat diperoleh dengan harga yang terjangkau. Kini, kegiatan tersebut dapat dilayani di 165 Unit Transfusi Darah Pembina Darah dan Cabang tingkat Propinsi dan Daerah Tingkat II, yang tersebar di seluruh Indonesia. Hingga sekarang jumlah darah yang terkumpul baru sekitar 0,47% dari jumlah penduduk Indonesia, idealnya jumlah darah yang tersedia adalah berkisar 1% dari jumlah penduduk Indonesia. Darah diperoleh dari sumbangan darah para donor darah sukarela maupun donor darah pengganti.

PROSEDUR TEKNIS PELAYANAN TRANSFUSI DARAH

Dalam melakukan pelayanan transfusi darah kepada masyarakat, PMI tidak hanya memfokuskan perhatiannya pada pendonor darah tetapi juga ke masyarakat yang pengguna darah. Karenanya menjadi penting untuk melakukan sosialisasi informasi mengenai beberapa hal yang berkaitan dengan masalah transfusi darah kepada masyarakat luas, seperti ” Bagaimana menjadi donor darah; Prosedur permintaan Darah; Pengelolaan Darah dan “service cost” (lengkapnya lihat “Serba-Serbi Transfusi Darah” )

BLOOD SCREENING ( Pemeriksaan uji saring darah)

Blood screening (pemeriksaan uji saring darah) merupakan salah satu tahap di dalam pengelolaan darah yang dilakukan PMI untuk mendapatkan darah yang betul-betul aman bagi pengguna darah (orang sakit). Bahkan, untuk menghindari tercemarnya darah dari HIV, pemerintah mengeluarkan surat keputusan Menkes RI No.622/Menkes/SK/VII/1992 tentang kewajiban pemeriksaan HIV pada darah yang disumbangkan donor. Pemeriksaan ini bersifat “mandatory”, namun tidak bertentangan dengan resolusi Komisi HAM PBB, karena yang diperiksa bukan orang yang menyumbangkan darah melainkan darah yang akan ditransfusikan (prinsip unlinked Anonymous).

Saat ini tiap Unit Transfusi Darah Cabang (UTDC) telah melakukan uji saring terhadap 4 penyakit menular berbahaya yaitu syphilis, hepatitis B & C dan HIV/AIDS. Apabila ada donor darah yang dicurigai terinfeksi dengan hasil test yang mendukung, maka dirujuk ke UTDP untuk dilakukan test ulang darah donor tersebut. Hasilnya dikembalikan ke UTDC yang bersangkutan.

Berhubung tindakan selanjutnya masih di bawah wewenang Depkes, maka PMI bekerjasama dengan RSCM untuk melakukan test Western Blot yaitu pemeriksaan untuk memastikan seseorang tersebeut reaktif atau tidak. Di UTDD DKI Jakarta apabila dicurigai adanya infeksi HIV/AIDS maka dilakukan rujukan pasien ke LSM Yayasan Pelita Ilmu yang menangani Konseling dan Terapi.

Konseling Donor Darah

Khusus mengenai konseling sebenarnya UTD PMI telah mencoba untuk melakukan pre dan post konseling untuk hasil pemeriksaan darah yang positif terjangkit Sifilis, Hepatitis B & C. Dalam tahap pre konseling, sebelum pemeriksaan para donor diberitahu disertai penjelasan yang benar dan mendapat persetujuan dari yang bersangkutan melalui lembar Inform Consent, bahwa jika hasil darahnya reaktif atau positif maka darah tersebut tidak akan digunakan untuk transfusi.

Sedangkan pada tahap Post Konseling, setelah hasil pemeriksaan darah donor dinyatakan positif, maka diadakan pemanggilan kepada yang bersangkutan melalui pos. Namun untuk kasus HIV dipanggil langsung. Kemudian diberitahukan kepada yang bersangkutan untuk tidak menjadi donor darah:

  • sampai hasil pemeriksaan darahnya negative pada sifilis
  • atau tidak menjadi donor darah untuk selamanya bagi pengidap HIV dan Hepatitis B&C.

Khusus untuk HIV, konseling belum dapat dilakukan karena:

  • Prinsip Unlinked Anonymous
  • Belum siapnya seluruh UTDC dan Pemerintah untuk melakukan konseling dan terapinya

Sumber :
www.palangmerah.org

Transfusi | Tata Cara | Pengelolaan | Pemakaian | PDDI | Alamat

42 komentar

42 respon sejauh ini

  • 1 asraafrizon.com pada 16 Desember 2014 pukul 07:20

    apakah hasil pengujian setiap calon pendonor itu akurat?

  • 2 RINI HARDIANTI RAHAYU pada 14 Oktober 2014 pukul 07:34

    Saya ingin mencoba mendonorkan darah saya tapi jarak rumah saya yang berada di desa daerah Bandung membuat saya sulit untuk, melakukan donor darah, karena kebanyakan tempat donor darah ada di kota madya,, jadi saya bingung

  • 3 bettha nthu isz pada 27 April 2014 pukul 08:26

    gw mau nyumbang darah tapi ga tau mau ke mana juga gw bingung soal syarat2nya…ke mana ya kalo mau donor tanpa harus ada syarat ktp dan embel2nya

  • 4 faizal pada 6 April 2014 pukul 01:50

    saya pernah melakukan hubungan sex tahun 2009 awal,dan awal 2010 april sampai agustus 2010,saya sangat menyesal melakukanya,sya frustasi,saya memutuska untuk tes HIV/AIDS pada november 2010,dan alahamdulillah hasil nya non reaktif,saya mulai donor di pmi pada juni 2011,untuk teman saya 2013,dan terakhir akhir maret 2014,,dan di beri kartu donor,sbnrnya saya hawatir,karena sya punya teman yg positif,bahkan sudah masuk aids,,waktu donor saya bilang pada petugas PMI nya,tolong ksh tau saya kl ada masalah pada darah saya,dy bertanya “apa saudara siap di panggil ke PMI apabila suatu saat di perlukan untuk di panggil” sya bilang sya siap…terus dia bilang kalau misal ada masalah nanti di telpon,kl gak ada di telpon berarti sehat,,, dan sampai sekarang sya gak ada di telpon atau sma,sya takut untuk ke VCT padahal tempatnya berdampingan dgn PMI… apakah saya sehat,saya hawatir sekali,apalagi sya sering ngumpul dgn teman sya yg aids,karena sya kasian kl sampai diskriminasi di depan dia,tapi kl pulang ke rumah biasa hp sya yg dia pegang2 sya cuci pakai sabun….. untuk menbayangkan penyakit hiv/aids sya takut sekali….

  • 5 faizal pada 6 April 2014 pukul 01:50

    saya pernah melakukan hubungan sex tahun 2009 awal,dan awal 2010 april sampai agustus 2010,saya sangat menyesal melakukanya,sya frustasi,saya memutuska untuk tes HIV/AIDS pada november 2010,dan alahamdulillah hasil nya non reaktif,saya mulai donor di pmi pada juni 2011,untuk teman saya 2013,dan terakhir akhir maret 2014,,dan di beri kartu donor,sbnrnya saya hawatir,karena sya punya teman yg positif,bahkan sudah masuk aids,,waktu donor saya bilang pada petugas PMI nya,tolong ksh tau saya kl ada masalah pada darah saya,dy bertanya “apa saudara siap di panggil ke PMI apabila suatu saat di perlukan untuk di panggil” sya bilang sya siap…terus dia bilang kalau misal ada masalah nanti di telpon,kl gak ada di telpon berarti sehat,,, dan sampai sekarang sya gak ada di telpon atau sma,sya takut untuk ke VCT padahal tempatnya berdampingan dgn PMI… apakah saya sehat,saya hawatir sekali,apalagi sya sering ngumpul dgn teman sya yg aids,karena sya kasian kl sampai diskriminasi di depan dia,tapi kl pulang ke rumah biasa hp sya yg dia pegang2 sya cuci pakai sabun….. untuk menbayangkan penyakit hiv/aids sya takut sekali….

  • 6 daniel pada 10 Januari 2014 pukul 15:08

    bagaimana Upaya PMI untuk membebaskan darah donor dari berbagi penyakit?

  • 7 izah pada 12 Desember 2013 pukul 15:37

    kalo donor darah apakah si pendonor tidak terkena hiv aids setelah mendonorkan darahnya. lalu alat yang digunakan dalam pengambilan darah steril dari alat pemeriksa hemoglobin sampai alat suntik.

  • 8 Taufan pada 30 Juli 2013 pukul 04:42

    Setiap individu dengan golongan darah apa saja asal memenuhi segala persyaratan untuk mendonorkan darah, maka dia bisa mendonorkan darahnya… jadi nanti akan ada tim dokter yang akan memastikan boleh atau tidak untuk donor darah. makasih ^_^

  • 9 Mia pada 29 Juli 2013 pukul 04:30

    Orang yg mempunyai glongan darah AB apakah juga bisa mendonorkan darahnya?

  • 10 muhyiddin pada 3 Juni 2013 pukul 06:53

    saya dulu donatur pmi via pln di bali krn pindah tugas menjadi donatur pmi via pln di jakarta batas umur donor itu umur berapa ,yg saya peroleh katanya umur 60th ,sekarang umur saya 62th, mohon penjelasannya, terima kasih

  • 11 Agnes pada 14 Mei 2013 pukul 04:32

    Apabila ad orang tertular hiv tp dlm window periode shg hasil tes hiv negative..kemudian melakukan donor darah apakah darah tersebut dipakai?
    Kan beresiko menularkan hiv. Ataukah memang screening di pmi it bs mndeteksi hiv dlm window periode?

  • 12 Drs,Djaja Budi Eman pada 30 April 2013 pukul 15:47

    Dengarkan setiap hari Kamis sore 16-17 WIB / 4-5 PM Jakarta local time dengan Lion Budi Eman & Lion H. Unarsih Sastrawinata dari Lions Clubs Indonesia MD 307 (Joint Activities 5 Lions Clubs District 307A1 & 307B1 Multiple Districts MD 307 Indonesia) supported by ‘VeMMA’. PRodia group, Gramedis group. Kopi luwak asli ‘Sukses Tani’ Sidikalang Sumatera Utara, Megapolitan Group ‘Cinere Belleuve Suites’, Klinik Hidroterapi “K-74″, etc….etc. di Heartline Radio 100.6 FM http://www.heartline.co.id via audio live streaming, to America, Australia, Europe, Africa, Asia icluding Indonesia from BandaAceh to Sorong-Jayapura at West Papua. Irian, from Manado Sulawesi to Kafemenanu West Timor NTT, Semarang, Surabaya etc..etc.. with also VeMMA’ Nuty Laraswaty & Jacko Mercis ‘Michael Jackson Indonesia’ Agung Vemma, Azman Jaffar BK Boreyko Southdalle Arizona USA.

  • 13 devie pada 10 September 2012 pukul 01:01

    apa HIV bisa lolos dari pemeriksaan donor darah? semisal.. A mendonorkan darah pada si B. dan A tidak positif HIV, tp waktu selang beberapa waktu. tiba tiba HIV si A aktif. apa si B tertular HIV?

  • 14 zulfikar pada 25 Juli 2012 pukul 08:19

    kalo donor darah itu bisa mengurangi resiko tekanan darah tinggi ga yaa?
    kalo mau donor darah gimana ya?
    tolong informasinya

  • 15 zulfikar pada 25 Juli 2012 pukul 08:17

    kalo donor darah itu bisa mengurangi resiko tekanan darah tinggi ga ya?
    trus saya harus kemana ya?
    tolong informasinya makasih

  • 16 ika pada 27 Juni 2012 pukul 11:52

    saya baru 7 kali donor darah dimulai pertama kali ketika saya duduk di bangku SMA. selama 7 kali itu masalah saya selalu sama: pembuluh darah saya tipis dan kecil sehingga sulit ditemukan. sehingga petugas seringkali mengalami kesulitan menemukan titik di mana nantinya jarum penyedot darah akan dimasukkan di lengan saya. saat telah ditemukan pun tiba2 hilang lagi, sehingga membutuhkan waktu yang sangat lama agar 1 kantong darah tersebut terisi darah sampai penuh. dan seringkali dalam satu waktu darah diambil dari kedua lengan saya karena macet, sementara kantong belum penuh, sehingga proses pendonoran darah dilanjutkan melalui lengan saya yang satu lagi. pertanyaan saya adalah apakah ada tips khusus agar pembuluh darah bisa besar dan tebal? sehingga mudah ditemukan dan proses penganmbilan darah tidak terhenti di tengah jalan? terima kasih ^^

  • 17 fikar pada 18 Mei 2012 pukul 07:56

    wah… ternyata mudah

  • 18 tien tri pada 16 Mei 2012 pukul 04:43

    saya mau tanya..
    waktu itu ada tetangga membutuhkan donor darah A, setelah dicari dan pendonor didapat darah yang sama yaitu darah A, tetapi waktu sampel di antar ke PMI ternyata ng bisa jadi pendonor, alasanannya kenapa ya???
    mohon jawabannya…

  • 19 Mulia pada 23 April 2012 pukul 16:13

    Tahapan-tahapan di atas banyak yang tidak pernah saya alami sama sekali selama donor darah, saya kira itu hanya sekedar ditulis, tidak pernah dilaksanakan, seperti timbang berat dan pemeriksaan apakah donor fit sebelum menyumbang. hmm..

  • 20 Toha Syah Putra pada 10 April 2012 pukul 14:34

    Seumur-umur belum pernah ngrasain yang namanya donor darah. Bahkan, saya juga belum tahu golongan darah saya apa. Apakah sebelum melakukan donor darah harus cek darah dulu untuk mengetahui golongan darah saya?

    Terima kasih,

  • 21 PapaRomeoBravo pada 27 Maret 2012 pukul 01:27

    Apakah ada peraturan/undang2 tentang tarif yang baku bagi pengguna (tranfusi/pasien) bila pasien memerlukan darah. Kenapa saya tanya karena tujuan awal dari pendonor adalah untuk kemanusiaan menyelamatkan nyawa manusia, sedangkan pasien terbebani biaya karena menggunkan DARAH dari pendonor

  • 22 Bernard pada 22 Januari 2012 pukul 01:32

    masa window ada lah masa dimana seseorang sudah terinfeksi HIV tapi belum bisa teridentifikasi … Akan tetapi dalam masa ini org tersebut sudah bisa menularkan HIV ke org lain …. Nah jika org ini mendonorkan darahnya … Bukankan dia bisa menularkan darahnya ke banyak org …. Mohon penjelasan dari PMI untuk kasus seperti ini

  • 23 rachmat maakkarateng pada 19 Januari 2012 pukul 18:14

    tolong d’beri pemahaman yng lebih detil mengenai batas usia untuk donor darah,,,???Apakah mesti pas 17 tahun atau usia 16 tahun lewat 1 atau 2 bulan sdah bisa,,,???terima kasih,,

  • 24 GUNALAN pada 9 Januari 2012 pukul 11:57

    saya sudah 10kali donor,terahir bulan 9 2011,sampe sekarng saya belum sempat tuk ke-11 kalinya,dengan mau donor langsung sama pasien yang membutuhkan,.tapi masalahnya selama saya aktif donor saya cuma dapat menu donor satu kaleng susu cap beruang dan supelemen penambah darah (non makanan ringan),dan kartu untuk donor darah,tapi saya tidak pernah dapat fasilitas dari kartu donor itu,berupa pembebasan servis cost dan 50% bagi keluarga pendonor,,.

  • 25 indirwan pada 27 Desember 2011 pukul 22:33

    kalau mau donor darah dibayar gak? kalo dibayar berapa per sekali donor?

  • 26 budiman, S.Pd pada 23 November 2011 pukul 01:23

    Ini pertanyaan siswa saya, Kasusnya pada transfusi darah O ke darah AB. Apakah aglutinin darah pendonor (O) dihilangkan sebelum ditansfusikan masuk ke tubuh resipien (AB), sebab menurutnya klo aglutinin darah O ikut ditransfusikan masuk ke dalam darah AB, maka bukankah itu akan menjadikan darah AB mengandung aglutinin ab dari darah golongan O sehingga akan menyebabkan aglutinasi pada proses transfusi darah berikutnya. Mohon diberikan jawaban.

  • 27 Toto Suharto pada 17 November 2011 pukul 07:57

    Saya Sekjen Asosiasi Manajemen Mutu & Produktivitas Indonesia. Kami akan menyelenggarakan Temu Karya sebanyak 900 orang di Makassar tanggal 29 November sampai 4 Desember 2011. Dalam acara tersebut kami akam mengadakan kegiatan Donor Darah. Bagaimana caranya meminta pelayanan dari PMI. Terima kasih.

  • 28 itha pada 14 November 2011 pukul 09:42

    sy mencoba untuk meenanggapi pertxaan mungkn jwbn sy jg blum terlalu tpat

    @nanha;mungkin ada bergolngan darah O kr ortunya memiliki alel heterozigot yg brarti
    kmungkinan anda bergolongan darah O 25%

    @raras; kr usia 17thun d anggap produksi darah dlm tubuh sudah sempurna

    @wayansukarsa; ia akurat apalagi sekarang sudah
    ada alat pemeriksaan pexakit yg memperpendek masa window priode pexakit.tp hrs d ingt WP adalh hal yg mampu mengakbatkan pexkt dlm darah tdk terbaca(masa inkubasi penyakit dlm tubh)

    @cahyani;tujuan anda sngat muliah untuk melakukan kegiatan donor darah anda cukup mengirimkn surat ke pmi terdekat yg ada d daerah anda,atau bsa berkunjung langsung ke pmi.

    @aji; jangka wktu donor darah bgi prempuan 3-4bln kr ia mngalami masa haid sedangkan pria 2,5 bln sudah bsa kr sebenrx masa produksi darah dlm tubuh 120-125hari sudah sempurna

    @lia;sebenrx tinggi tdk terlalu berpengaruh asal beratbadanx 45 keatas
    sekian sy cuman mau berbagi pndpat mhon maaf bla da kesalahn

  • 29 garnis pada 8 November 2011 pukul 20:53

    apakah seluruh pos PMI di Bali akan melakukan pemanggilan dan pemberitahuan kepada pendonor apabila darah yang didonorkan reaktif atau terinfeksi hiv,sifilis,hepatitis B-C? Jika tidak pos PMI mana sajakah yang belum bisa melakukannya (pemberitahuan)?

  • 30 Naufal pada 7 November 2011 pukul 02:48

    Bagaimana proses donor darah ?

  • 31 nanha pada 25 Oktober 2011 pukul 16:13

    gol darah ku O , Tapi keluarga ku kebanyakan gol darahnya A, B , AB Ko bisa ia ???

  • 32 raras pada 10 Oktober 2011 pukul 11:10

    kenapa kok di wajibkan 17 tahun keatas?????padahal umur menginjak 15 tahun sperti saya,hemoglobin mengalami produktivitas,yang di karnakan rutinitas meminum pil suplemen penambah darah setiap harinya….

  • 33 wayansukarsa pada 3 September 2011 pukul 06:04

    donar darah memang sangat bagus..selain utk meregenerasi sel darah merah, baik juga utk mengetahui penyakit kt sejak dini ”kan bs lebih awal di tanggulangi………….yang sy tanyakan,apakah hasil tes darah yag diambil pd setiap pendonor bener2 akurat tuk menditeksi si pendonor tdk mengidap penyakit menular sedikit pun ”sperti hiv,spesilais,hepatitis b dan c’.

  • 34 cahyani pada 28 Agustus 2011 pukul 02:58

    Selamat sisng team PMI,,

    Dari dulu saya berkeinginan untuk menjadi pendonor,
    Ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan mengenai donor darah :
    Harus pergi kemana ?? saya tinggal di denpasar ??
    apabila mau kePMI terdekat, hal apa yang harus dilakukan dan dipersiapkan ??
    Temapt di mana saya bekerja sedang beulangtahun, saya ingin mengusulkan untuk melakukan kegiatan sosial seperti donor darah, bagaimana caranya ??

  • 35 aji pada 22 Agustus 2011 pukul 21:30

    kalau saya pernah melakukan donor darah, berapa lama jangka waktu agar saya bisa melakukan donor darah lagi?

  • 36 lia pada 18 Juli 2011 pukul 03:49

    saya ingin sekali jadi pendonor darah… tinggi saya 156 kira2 yg idela berapa yah beratnya? katanya kan berat badan juga berpengaruh untuk bisa jadi pendonor selain karena penyakit yg berhubungan darah…

  • 37 Jimmy Maranttio pada 14 Juli 2011 pukul 04:12

    saya sudah 2 x Donor Sukarela, namun akhir2 ini saya mendapatkan kesulitan karena kantong darah yang sesuai dg berat badan saya(46 kg), menurut keterangan petugas untuk kantong darah 250 cc sudah tidak ada lagi,maka dg ini saya mohon kantong 250 cc untuk diadakan kembali, atau ada jalan keluar lain untuk permasalahan saya, mohon petunjuk, Terimakasih

  • 38 Edwin Manasseh pada 12 Juni 2011 pukul 03:43

    Ketika saya donor, diberitahu oleh dokter PMI bahwa batas umur masksimal jadi donor adalah 65 tahun, tetapi dokter PMI yang lain mengatakan sampai umur 70 tahun juga tidak apa-apa, sedangkan di luar negri, saya dijelaskan sampai batas umur 75 tahun masih boleh, bahkan umur 76 tahun masih boleh asal ada surat keterangan dari dokter keluiarga bersangkutan. Yang manakah yang benar? Di saat PMI kekurangan stock darah, mengapa batas umur donor dibatasi 645 tahun, sedangkan di luar negri batas umur maksimal adalah 75 tahun? Sayang sekali kalau orang masih sehat dan mau untuk jadi donor malah tidak diijinkan sedang disisi lain PMI teriak-teriak keklurangan stok darah? Mohon diteiti dan dikaji ulang kebijakan yang tersebut. Terimakasih

  • 39 antonius pada 28 Agustus 2010 pukul 10:58

    apakah kita bisa langsung donor dirumah sakit , karena keluarga kita memerlukan darah secepatnya, karena kondisi emergency ( jarak ke pmi cukup jauh /kondisi malam hari dll )
    terima kasih

  • 40 Alif pada 22 April 2010 pukul 12:07

    Tgl 22/04.10 …. saya tidak diperkenankan untuk donor di Mobil Unit… menurut dokter MU darah donor saya sebelumnya reaktif, tapi kenapa saya belom dapat pemberitahuan atau surat dari PMI..?
    kalau ada pemberitahuan tentang kondisi dari Uji Saring Darah kan saya bisa melanjutkan untuk periksa ke RS!!! nah ini saya ga tau indikasinya darahku kenapa…? Hepatitis/HIV ato yang lain…?

    Tolong PMII bantu saya….
    bantuan anda adalah buah kewaspadaan saya terhadap penyakit…. terima kasih

  • 41 fitri pada 26 Mei 2009 pukul 18:06

    pembahasannya sich bagus tapi terlalu singkat

  • 42 echa pada 13 Januari 2009 pukul 19:39

    jika ada pemanggilan dari PMI melalui Pos setelah melakukan donor darah? Apakah yg “dipanggil” resmi terinfeksi HIV? Atau Sifilis/ Hepatitis B-C? Atau ada kemungkinan lainnya?
    Apakah wajib hukum-nya untuk mendatangi UTDC setelah adanya pemanggilan?

Beri komentar

XHTML: Anda bisa memakai tag berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>