Contingency Plan (CP) Buleleng

Tanggap darurat bencana adalah Serangkaian tindakan yang diambil secara cepat menyusul terjadinya suatu peristiwa bencana, termasuk penilaian kerusakan, kebutuhan (damage and needs assessment), penyaluran bantuan darurat, upaya pertolongan, dan pembersihan lokasi bencana; begitu banyak yang akan dilakukan pada saat melakukan Tanggap Darurat bila terjadi bencana, sehingga diperlukan kesatuan tindakan, yang bisa diwujudkan dalam sebuah perencanaan yang sering disebut contingency plan (perencanaan Tanggap Darurat Bencana).  Untuk itu PMI Daerah Bali memandang perlu untuk menyelenggarakan atau membuat contingency plan (CP) pada daerah-daerah rawan bencana. Empat cabang yang dinilai rawan bencana adalah antara lain Karangasem, Bangli, Jembrana dan Buleleng. CP kali ini dilaksanakan di BLPP (balai latihan pendidikan pertanian) Singaraja, dari tanggal 20 s/d 22 pebruari 2009. Selain keempat cabang tersebut diundang pula relawan PMI dari masyarakat yang dikenal dengan SIBAT / SIBAD (siaga bencana tingkat desa). Jadi keempat cabang PMI itu masing-masing mengikutsertakan Sibat/sibadnya, kecuali PMI Cabang Kabupaten Buleleng mengikutsertakan SIBAT dari kecamatan seririt. Sibat tersebut ada tiga desa antara lain dari desa Patemon, Sulanyah dan Kelurahan Seririt.

CP yang diselenggarakan di Singaraja ini mempunyai tujuan agar dikeempat cabang yang rawan bencana itu memiliki rencana tanggap darurat bencana. Sehingga mereka dalam melaksanakan tanggap darurat bencana diwilayah masing-masing memiliki panduan tindakan dan bergerak secara cepat dan tepat. Disamping keempat cabang itu, Sibat dan Sibad didesanya masing-masing juga memiliki CP. Diharapkan Sibat/Sibad didesa menjadi tenaga andalan dalam tanggap darurat diwilayahnya, karena dengan adanya CP ini, mereka akan bertindak dengan cepat dan tepat, terkoordinasi. Kegiatan ini dilakukan atas kerjasama PMI Daerah Bali dengan ARC (Australian Red Cross) dan Palang Merah Perancis (FRC).

Untuk kali ini jumlah seluruh peserta adalah 55 orang yang antara lain : dari unsur PMI Cabang antara lain : PMI Cabang Karangasem sebanyak 2 orang, PMI Cabang Bangli sebanyak 4 orang, PMI Cabang Jembrana sebanyak 4 orang, dan PMI Cabang Buleleng selaku tuan rumah sebanyak 5 orang. Dan Sibat dari tiga desa dikecamatan Seririt semuanya berjumlah 36 orang. Hari pertama kegiatan CP ini diisi dengan acara pembuatan peta rawan bencana desa pada masing-masing Sibat/Sibad, yang dipandu oleh Wayan Winata dari PMI Daerah Bali.

Pembuatan peta rawan bencana desa ini, sebenarnya sudah dilakukan beberapa waktu yang lalu, tapi kali ini diadakan revisi saja, kecuali tiga Sibat yang baru terbentuk di Kecamatan Seririt, Buleleng. Peta rawan bencana ini memuat tentang figur dan kebencanaan desa berdasarkan hasil HVCA (Hazard, Vulnerabilty, Capacity Assessment)didesa masing-masing. Dalam waktu satu hari mereka bisa menyelesaikan peta rawan bencana itu. Kegiatan selanjutnya adalah membuat CP untuk Cabang dan Sibat/Sibad yang dalam hal ini dipandu oleh Pak Gede Sudiartha (staf fungional PMI Daerah Bali). Setelah CP yang dibuat baik dari keempat PMI Cabang maupun dari Sibat/Sibad dipresentasikan, kemudian didiskusikan untuk mencapai hasil yang diharapkan. Sampai hari terakhir CP yang dibuat hampir dicapai mereka(peserta). Atas usul Kepala Markas PMI Daerah Bali (Bapak Sastra Atmadja) hasil finalisasi dari CP agar dilengkapi dengan peta desa rawan bencana. Sehingga hasil CP ini akan dibuat dalam buku dan kemudian akan diserahkan ke wilayah masing-masing.

Mudah-mudahan hasil CP nanti bisa bermanfaat bagi PMI Cabang dan Sibat/Sibad, sehingga rencana tanggap darurat yang dibuat, benar-benar menjadi panduan kita untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan. Semoga PMI cabang yang ada di Bali juga memiliki CP, dan semua Sibat/Sibad yang ada juga memiliki CP, sehingga nantinya kalau terjadi bencana, kita bisa berbuat banyak untuk menolong korban bencana.

rarunk p

5 thoughts on “Contingency Plan (CP) Buleleng

  1. saya salah satu relawan TSR di Kota Semarang,kami ingin sekali dirikan tim2 sibat di seluruh kecamatan n kelurahan di kota Semarang tetapi kami belum punya referensi or contoh proposal2nya tolong misal PMI Bali punya proposal pendirian Sibat,pelatihan dan CP nya– mhn bisa di forwardkan/emailkan ke kami di [email protected]— terima kasih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *