Kemurkaan alam belum mau pergi dari bumi Panji Sakti (Buleleng). Baru saja minggu (1 Februari 2009) lalu desa Tejakula terkena bencana badai ucur-ucur, sekarang muncul gelombang pasang setinggi 3 – 7 meter pada tanggal 6 februari 2009 sekitar pukul 19.00 Wita. Warga dipesisir utara Buleleng dibuat panik. Daerah pesisir yang diterjang gelombang pasang antara lain kubutambahan, anturan, kalibukbuk, dan daerah lain disepanjang pantai utara Buleleng.
Tanggal 7 Februari 2009, PMI Cabang Buleleng, melalui tim Satgana mengadakan survei kelokasi bencana. Tim Satgana dibagi dalam 2 tim. Ada yang menuju arah timur, yaitu ke desa Kubutambahan, dan arah barat ke desa anturan dan kalibukbuk. Tim satgana dipimpin langsung oleh kepala markas (Made Pasek Yasa, S.Sos) mengadakan assessment menyisiri rumah-rumah warga nelayan dipesisir tersebut.
Hasil penilaian yang dilakukan semua tim Satgana PMI Cabang Buleleng, bahwa ada kurang lebih 70 rumah jarring (tidak permanen) yang dibawa gelombang pasang, 39 rumah (semi permanen) rusak didaerah Kubutambahan, sedangkan didaerah Anturan ada 3 rumah yang rusak, dan di desa Kalibukbuk, warga hanya disuruh siapsiaga saja. Dari data yang diperoleh tim, bahwa warga masih bisa melakukan aktivitas sehari-hari, seperti memasak, MCK, dan lain-lain, kecuali tentu saja tidak berani melaut.
Untuk sementara para nelayan tidak berani pergi mencari nafkah sampai gelombang tinggi mereda. Mereka takut pada saat bulan purnama pasti gelombang lebih tinggi lagi. Makanya warga kebanyak mengungsi kerumah kerabat, tetangga, bahkan ada juga yang memiliki rumah ditempat lain, terpaksa rumah dipinggir pantai ditinggalkan sementara waktu.
Dari anggota Satlak Buleleng, dinas social, kesbanglinmas sudah mengadakan survey juga. Dan mereka akan membantu memberikan sembako kepada warga yang terkena bencana. Untuk rumahnya yang atapnya terbang akan dibantu juga.
Selain gelombang pasang yang terjadi dipantai utara Buleleng, ada juga longsor dibeberapa tempat seperti didesa Gitgit yang menyebabkan jalan Singaraja – Denpasar menjadi terganggu. Longsor terjadi juga di desa Pakisan. Tetapi kedua tempat ini tidak mengenai rumah atau pemukiman penduduk.
Jadi untuk sementara wilayah Buleleng tetap siaga untuk menghadapi hal-hal yang tidak diinginkan oleh semua pihak. Melihat cuaca yang tidak bersahabat sampai berita ini diturunkan dihimbau buat seluruh warga yang memiliki Hazard agar berhati-hati. Untuk PMI Cabang Kabupaten Buleleng tetap siaga 24 Jam.
Rarunk
p
semangat trus kawan2ku di buleleng… aq slalu bangga dengan kalian smua….
TOP MARGOTOP LAH…….
Ayo Siaga…………….
Menjadi yang terdepan dalam merespon suatu kejadian, apapun bentuknya merupakan sebuah kebanggaan..!!!
Teruslah berjuang dan berbhakti demi PMI atas nama “Kemanusiaan”.
Hidup Relawan…Merdeka..!!!
Terima kasih atas semua yang telah temen2 perbuat, apapun yang terjadi semoga kita selalu diberikan kebesaran hati dan kekuatan dalam menghadapi cobaan.
Tetap kompak, dan semangat Temen2 ku di Buleleng…! untuk memberikan pelayanan yang terbaik di masayarakat.
Tetap semangat temen2 semua semoga kita selalu diberi kekuatan dan kebesaran hati dalam menjalankan tugas kemanusiaan. SEMANGAT & SUKSES…doaku menyertaimu
terima kasih atas segala bantuan para PMI singaraja dan dari seluruh bali jg…gotong royog adalah faktor utama qt selalu siap siaga untuk keamanan daerah buleleng…….