Menuju Sekolah Siaga Bencana

Bali merupakan daerah yang rawan bencana. Bermacam-macam bencana pernah terjadi di daerah ini. Bencana di berbagai tempat di Bali tidak henti-hentinya di beritakan di media masa maupun elektronik. Jenis dan cirri-ciri bencana di suatu daerah juga berbeda-beda satu daerah dengan daerah yang lain.
Salah satu daerah yang rawan bencana di Bali adalah kabupaten Buleleng. Buleleng merupakan daerah yang nyegara gunung (daerah yang diapit oleh pegunungan dan lautan) sangat rentan terjadi bencana. Bencana yang pernah terjadi di Kabupaten Buleleng baik oleh alam maupun ulah manusia, seperti tanah longsor, gelombang pasang, gempa, angin puting beliung, banjir, konflik dan kebakaran. Hidup bersama dengan bencana membuat kita harus meningkatkan keterampilan dan kemampuan agar kita dan keluarga terhindar dari resiko bencana.
Berbagai cara dalam meningkatkan keterampilan dan mengurangi resiko bencana sudah dilakukan oleh berbagai pihak dan salah satu pihak tersebut adalah dari pihak pendidikan yaitu sekolah baik dari sekolah tingkat dasar sampai ketingkat perguruan tinggi. untuk itu PMI Cabang Kabupaten Buleleng memandang perlu melakukan kegiatan peningkatan keterampilan dan kemampuan guna mengurangi resiko bencana yang mungkin terjadi di lingkungan sekolah maupun lingkungan rumah anggota PMR  khususnya dan anak serta remaja umumnya. Program yang dilakukan adalah dengan membentuk Sekolah Siaga Bencana (SSB).

Untuk menjadi Sekolah Siaga Bencana, ada beberapa parameter pengurangan resiko berbasis sekolah yang digunakan  antara lain : kebijakan pendidikan untuk mempromosikan pengurangan resiko, pengurangan resiko dengan pendekatan remaja sebaya, lingkungan sekolah yang sehat & aman, rencana kontingensi pengurangan resiko di sekolah dan upaya pengurangan resiko berbasis sekolah yang mendukung peningkatan kesehatan dan kesiapsiagaan masyarakat.

Kegiataan yang dilakukan PMI Cabang Kabupaten Buleleng dalam parameter pengurangan resiko bencana berbasis sekolah adalah dengan mengadakan kegiatan latihan bersama Sekolah Siaga Bencana sebagai peningkatkan pengetahuan, ketrampilan serta kesadaran untuk terlibat dalam kegiatan pengurangan resiko. Dalam kegiatan yang diwakili oleh siswa – siswi  dari SD, SMP dan SMA di  Kecamatan Seririt yang berjumlah 100 siswa dipandu oleh para Fasilitator Siaga Bencana PMI.

Dalam upacara pembukaan latihan bersama Sekolah Siaga Bencana (Latber SSB) yang dihadiri oleh pengurus PMI Daerah Propinsi Bali, pengurus PMI Cabang Kabupaten Buleleng, Kepala UPP Kecamatan Seririt dan Kepala SMA N 1 Seririt pada tanggal 7 Maret 2009  di areal SMA N 1 Seririt ini di buka secara resmi oleh Esthepanus Lando, Bsw selaku pengurus PMI Daerah Propinsi Bali. Dan kegiatan ini akan berakhir besoknya pada tanggal 8 Maret 2009.

Dalam kegiataan Latber SSB peserta dibagi sesuai kelompok usia belajar diantara : siswa SD (16 orang), siswa SMP (25 orang) dan SMA (59 orang). Materi yang di sampaikan diantaranya: Pengantar materi Pengurangan resiko bencana untuk sekolah (diikuti oleh seluruh peserta).   Materi untuk siswa SD (Ular Naga, Aku harus menghubungi siapa ya?, Yuk bernyayi, kartu ucapan) Materi untuk siswa SMP (desaku rawan bencana, apa siapa mengapa dan bagaimana, yang dapat aku lakukan, album persahabatan) dan untuk siswa SMA (peta desa, yoth action for humanity, jaring gempa, pohon damai dan pohon kekerasan). Materi – materi tersebut disampaikan oleh para fasilitator yang diambil dari buku panduaan fasilitator kesiapsiagaan bencana PMR sehingga tujuan dari kegiatan tercapai.

Setelah mengikuti materi dan penugasan yang diberikan oleh para fasilitator, tiba – tiba peserta berteriak histeris karena terjadi retetan bencana gempa bumi yang mengoyang areal SMA N 1 Seririt, gempa pertama terjadi pukul 10.30 wita dengan kekuatan 3 sr sehingga para fasilitator mengarahkan peserta untuk berlindung di bawah bangku, gempa ke dua terjadi pukul 10. 35 dengan kekuatan 5 sr sehingga peserta panik dengan gempa susulan tersebut sehingga peserta keluar ruangan bergiliran dengan melindungi kepala menuju aula dan timbul gempa yang kuat sekitar 6,7 sr di Kecamatan Seririt sehingga peserta berhaburan lari menuju ketempat yang lebih luas agar tidak terjadi korban jiwa. Itulah gambaran dari Simulasi Bencana gempa sebagai kesiapsiagaan para siswa jika terjadi gempa di sekolah.

Semoga latber SSB yang di selenggarakan oleh PMI Cabang Kabupaten Buleleng berkerjasama dengan Palang Merah Prancis (FRC) sebagai awal  untuk menuju Sekolah Siaga Bencana (SSB) dimasing-masing sekolah peserta dan para peserta menjadi teladan bagi teman sebaya dalam melakukan kegiatan pengurangan resiko bencana yang ada di sekolah dan dilingkungan mereka berada , untuk itu mari kita serukan ” AYO SIAGA BENCANA!!!’’.

PMI Cabang Kabupaten Buleleng.

p

10 thoughts on “Menuju Sekolah Siaga Bencana

  1. selamat buat adik2 baik SD,SMP, dan SMA yg ikut kegiatan SSB, kalian masih memiliki PR yang berat buat benar2 membentuk SSB menjadi kenyataan, goodluck!!!!

  2. untuk antisipasi latihan spt itu sangat perlu, dan juga untk mendidik siswa untuk peka terhadap segala kemingkinan yang terjadi apalagi yang berhubungan dengan lingkungN

  3. SAYA LAGI MENEKUNI TENTANG KEBIJAKAN PENDIDIKAN, TERTARIK DENGAN KONSEP SSB UNTUK ITU MOHON INFO DIMANA BISA DIPEROLEH KONSEP
    SSB TSB

  4. Saya sedang mencari informasi pengembangan SSB di sekolah-sekolah khususnya tingkat SD. Dimana saya bisa mendapatkannya ya?
    Thanks before!

  5. selamat aja deh…………….buat semua…
    baik SD,SMP,SMA/SMK semua,
    tama cuma bilang semoga bermanpaat ok………

  6. tanggal 21-23 mei 2010, saya mendapatkan materi ssb, untuk menambah wawasan , saya mencari program ssb sebagai pembanding materi.

  7. Semoga Pemerintah memberikan dukungan penuh terhadap program SSB.karena ini penting.Sebagian besar wilayah di Indonesia rawan bencana.

  8. saya sdang mncari materi tntng SSB,,,,,
    untuk kalian yg pduli, iktlah brpartisipasi dlm AYO SIAGA BENCANA,,,
    MGA LNCR EA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *