PMI Bali Distribusikan 765.000 liter Air Bersih di 3 Wilayah Terdampak Kekeringan.

DENPASAR – Keterbatasan akses air bersih akibat kekeringan masih menjadi tantangan bagi masyarakat di sejumlah wilayah Bali. Untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bali terus melaksanakan pelayanan distribusi air bersih di Kabupaten Buleleng, Jembrana, dan Karangasem.

Hingga Rabu (28/10/2026), total air bersih yang telah di distribusikan mencapai 765.000 liter dan menjangkau 43.483 jiwa melalui 132 kali pelayanan dengan didukung sjumlah 366 personel PMI. Dari keseluruhan penerima manfaat, perempuan tercatat sebesar 50,01 persen, sedangkan laki-laki sebesar 49,99 persen. Data tersebut menggambarkan jangkauan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan di wilayah terdampak kekeringan.

Berdasarkan sebaran distribusi, Kabupaten Buleleng menerima penyaluran air bersih sebanyak 395.000 liter dengan 25.169 jiwa penerima manfaat. Di Kabupaten Jembrana, distribusi mencapai 260.000 liter dengan penerima manfaat sejumlah 13.990 jiwa. Sementara itu, Kabupaten Karangasem memperoleh 95.000 liter air bersih dengan penerima manfaat sejumlah 3.592 jiwa.

Distribusi air bersi terakhir dilaksanakan pada Rabu (28/10/2026) melalui distribusi air bersih di SD Negeri 4 Madenan dan SMA Negeri 3 Amlapura. Dalam kegiatan ini, PMI menyalurkan sebanyak 10.000 liter air bersih untuk membantu mendukung pemenuhan kebutuhan air di lokasi pelayanan dan masyarakat yang membutuhkan.

Ketersediaan air bersih memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari kebutuhan konsumsi hingga menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Oleh karena itu, distribusi bantuan ini menjadi salah satu langkah PMI untuk membantu masyarakat menghadapi keterbatasan pasokan air selama kondisi kekeringan. PMI juga mensinergiskan kegiatan distribusi air bersih dengan promosi Kesehatan.

PMI Provinsi Bali akan terus mengupayakan pelayanan kemanusiaan sesuai kebutuhan di lapangan. PMI berkomitmen untuk pemenuhan kebutuhan hidup Masyarakat berupa air bersih sesuai dengan kapasitas yang dimiliki oleh PMI dalam membantu meringankan penderitaan Masyarakat terdampak. Melalui penyaluran air bersih secara berkelanjutan, PMI berharap masyarakat terdampak dapat terbantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari serta tetap menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan di tengah kondisi kekeringan. (nai)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *