PMI Bali Kembali Kirim Dua Relawan, Perkuat respon Tanggap Darurat Bencana di NTT

DENPASAR, 4 September 2026 — Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bali kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelayanan kemanusiaan dengan kembali mengirimkan dua personel untuk menjalankan tugas kemanusiaan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dua personel yang diberangkatkan yakni Ns. I Putu Edi Pratama, S.Kep., selaku Staf Posko, dan I Gede Arya Adi Gunawan, S.Kep., selaku Staf Markas yang berasal dari PMI Kabupaten Tabanan. Keduanya akan bergabung dalam pelaksanaan kegiatan PMI di NTT dengan fokus pada sektor kesehatan, sekaligus membantu mendukung kebutuhan operasional serta pelayanan kemanusiaan di lapangan sesuai kapasitas dan penugasan masing-masing.

 

Pengiriman kedua personel ini menjadi bentuk dukungan PMI Provinsi Bali terhadap upaya pelayanan kemanusiaan dalam respon Tanggap Darurat Bencana di NTT. Kehadiran mereka diharapkan dapat memperkuat koordinasi serta membantu pelaksanaan tugas PMI agar berjalan secara efektif sesuai kebutuhan di lapangan.

Sebelumnya, PMI Provinsi Bali juga telah mengirimkan personel untuk mendukung respons kemanusiaan di NTT. Para personel tersebut turut terlibat dalam berbagai tugas, di antaranya set up posko, pelayanan WASH (Water, Sanitation and Hygiene), serta pendampingan koordinator lapangan (Korlap).

“Saya berharap dalam pelaksanaan tugas, masyarakat yang belum terpapar informasi kesehatan bisa terpapar dengan baik sehingga terjadi perubahan perilaku dari yang tidak tahu menjadi tahu,” ujar I Gede Arya Adi Gunawan, S.Kep. “Dengan mengetahui hal tersebut, diharapkan masyarakat lebih peduli akan isu-isu kesehatan, serta dapat mengimplementasikan sikap dan perilaku hidup bersih sehat dalam kehidupan sehari-hari” Imbuh Arya.

Selama menjalankan penugasan, kedua relawan akan berkoordinasi dengan jajaran PMI di wilayah NTT serta menjalankan tugas sesuai kapasitas dan arahan yang diberikan. Kedua personil bertolak menuju NTT pada 5 September 2026 dan direncanakan akan bertugas selama 14 hari di wilayah terdampak di NTT.

Bagi PMI Bali, pengiriman relawan bukan sekadar penugasan, tetapi merupakan wujud nyata semangat untuk bergerak bersama dalam kemanusiaan. Kehadiran relawan menjadi bagian dari kekuatan PMI untuk membantu, memberikan pelayanan, serta mendukung masyarakat yang membutuhkan di berbagai wilayah. (nes)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *