
Pergantian tahun di beberapa wilayah mungkin diisi dengan euforia kegembiraan dan kebahagiaan, namun tidak di Kabupaten Buleleng. Terjadinya curah hujan tinggi pada 31 Desember 2010 menyebabkan terjadinya banjir bandang pada salah satu wilayah Kabupaten Buleleng tepatnya di Desa Titab, Kecamatan Busungbiu. Banjir yang terjadi sekitar pukul 20.00 WITA selain merendam kawasan Desa Titab, juga memakan 2 (dua) orang korban jiwa. Kedua korban diketahui hanyut terbawa aliran sungai yang deras saat hendak membeli daging untuk merayakan tahun baru. Dari kedua korban tersebut satu orang telah diketemukan dalam keadaan meninggal dunia dan korban satunya lagi belum diketemukan sampai saat ini (Minggu, 02 Januari 2011).
Dalam menangani bencana ini, PMI Kabupaten Buleleng (Sabtu, 01 Januari 2011) telah melakukan tindakan awal dalam prosedur tanggap darurat bencana berupa melakukan assessment (pendataan awal). Dari pendataan awal tersebut diperoleh data tempat kejadian bencana, Desa Titab-Kec. Busungbiu, terdapat 2 (dua) orang korban, jembatan utama yang menghubungkan DesaTitab dengan Desa Subuk/Busungbiu rusak berat sehingga jalur utama transportasi tertutup namun jalan dapat diakses melalui Desa Loka Paksa-Seririt.
Terjadinya banjir bandang ini juga memaksa 20 KK untuk mengungsi di aula olahraga Desa Titab sedangkan 75 KK lainnya memilih bertahan di rumahnya masing-masing. Saat ini PMI Kabupaten Buleleng telah melakukan distribusi bantuan berupa family kit (kebutuhan keluarga), Hygiene kit (alat-alat mandi), baby kit (kebutuhan bayi) dan telah melaksanakan evakuasi jenazah korban yang telah ditemukan meninggal. Pada minggu, 02 Januari 2011, PMI Kabupaten Buleleng yang di dukung oleh PMI Provinsi Bali telah melakukan pendataan lanjutan yang dan diperoleh data bahwa terdapat Desa Puncak Sari, Dusun Batu Megaang (50 KK, 130 Jiwa) yang juga terkena imbas dari banjir bandang ini yang mengakibatkan satu rumah yang hancur dan desa menjadi terisolir karena jalan utama terputus tersapu banjir.
Dari kegiatan kejadian tersebut, PMI telah melakukan upaya-upaya penanganan bencana mulai dari assesment, evakuasi korban sampai dengan distribusi bantuan kepada masyarakat Desa Titab, Kec. Busungbiu – Kab. Buleleng. Pada kesempatan ini PMI mendistribusikan bantuan senilai Rp 20.102.000 dalam bentuk Family Kit (paket keluarga), Baby Kit (paket bayi), Higyene Kit (paket kebersihan dan kesehatan), Terpaulin dan Sembako (biskuit, susu, mie instan dll). Selain PMI, saat ini yang telah turun dalam penanganan bencana ini adalah Dinas Sosial Kab.Buleleng, SAR Denpasar, Polsek Busungbiu dan Seririt. Seluruh komponen yang terlibat dalam penanganan bencana ini saling berkoordinasi dan bekerjasama dalam tanggap darurat bencana.
Selain Desa Titab dan Pucak Sari, Desa Patemon – Kec. Seririt juga tidak luput dari kejadian banjir. Dari hasil Assesment yang dilakukan PMI Kab.Buleleng (Minggu, 02 Januari 2011) yang dibantu oleh Tim SIBAD (Siaga Bencana Tingkat Desa) Petamon terdapat 9 (sembilan) rumah yang rusak terkena dampak banjir. Kegiatan juga telah dikoordinasikan dengan Dinas terkait di Kab. Buleleng untuk menentukan langkah-langkah penanganan selanjutnya.
“PMI Kabupaten Buleleng dalam kaitan terjadinya Banjir Bandang di Desa Titab dan sekitarnya akan melaksanakan dukungan Dapur Umum (DU), Distribusi bantuan, evakuasi dan pencarian korban yang hilang, serta assesment lanjutan untuk mendapatkan data yang valid dan up date” seperti disampaikan oleh Kadek Sumardika (Staff Penanganan Bencana (PB) PMI Kabupaten Buleleng. “Selain itu PMI juga akan memberikan dukungan/back up Posko di Desa Titab” imbuhnya.
PMI Bali
p
Semoga di hari Siwalatri ini menjadikan diri kita lebih sadar akan Kesadaran hubungan kita dengan Hyang Tunggal Kesadaran, hubungan kita dengan sesama dan hubungan kita dengan alam yang kita tempati….
Mari Peduli sesama….
Mari Jaga Alam ini…agar Alam juga menjaga kita..
yang dilandasi atas Kesadaran kita kepada Hyang Tunggal…
Salam