
Bagaikan telur diujung tanduk, begitulah kiranya dapat diungkapkan terkait letak geografis Desa Pendowo Harjo yang berada sekitar 20 km dari kawah Gunung Merapi. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pun dengan sigap memberikan rambu-rambu di Desa Pendowo Harjo. Rambu-rambu ini belum maksimal jika masyarakat setempat tidak mematuhinya. Peringatan “Awas” telah dikeluarkan pemerintah untuk Gunung Merapi di Kabupaten Sleman tepatnya di Desa Kaliurang sejak meletus tanggal 26 Oktober 2010. Peringatan ini dikeluarkan mengingat aktivitas gunung ini masih belum berhenti sampai sekarang. Tanggal 12 November 2010 kemarin, gunung ini sudah meletus untuk yang ke empat kalinya. Kejadian merapi ini berdampak besar pada beberapa desa sekitarnya sehingga banyak masyarakat yang mengungsi ke beberapa titik, salah satunya di Desa Pendowo Harjo di Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman. Di Desa Pendowo Harjo sendiri memiliki 23 titik pengungsian yang tersebar di 22 dusun di Desa Pendowo Harjo. Posko Pengungsian sampai saat ini dipusatkan di Balai Desa Pendowo Harjo dengan jumlah pengungsian terupdate per 15 November 2010 adalah 931 orang.
Jumlah keseluruhan pengungsi di Desa Pendowo harjo adalah 2814 orang (Update tanggal 15 November 2010). Jumlah ini berubah-ubah karena pada pagi hari kebanyakan orang kembali ke rumahnya untuk membersihkan rumahnya masing-masing dan akan membludak lagi pada malam hari di pengungsian. Hal ini membuat relawan mengatur strategi dalam pendistribusian logistik. Relawan PMI Provinsi Bali di gawangi Oleh Bapak H. Agus Bambang Priyanto S.H dan I.B Mahendra sebagai tim awal pergerakan PMI Bali Untuk Bencana Erupsi Gunung Merapi, yang kemudian disusul oleh Tim II yaitu drs. I Nyoman Puasha aryana, M.Si, I.G. Agus Arjawa Tangkas, Komang Sri Adi Suarbawa, dr. A.A Dwi Wulantari, Diah Andayani, Khaerul Anwar, IB. Kade Oka Mahendra, Sy. Zein Maulana, Kadek Sumardika, Made Lasia, I Dewa Putu Saskara dan I Putu Dedy Rimbawan. 14 orang relawan PMI Provinsi Bali ini lah yang membantu kegiatan Tanggap Darurat di Desa Pendowo Harjo.
Masuknya Relawan PMI Bali awalnya menghadapi banyak kendala, seperti koordinasi antara penanggungjawab di titik pengungsian sangat lemah, sistem pergudangan karang taruna yang masih amburadul serta jarak antara dusun satu dengan dusun lain yang jauh membuat relawan PMI Provinsi Bali kelabakan. Namun dengan perlahan-lahan, sampai saat ini (pertanggal 16 November 2010) seluruh tim dapat mengerjakan tugas dengan maksimal. Pergerakan di Desa Pendowo Harjo oleh Relawan PMI Provinsi Bali, Tim Kelurahan, Kostrad, PU, Karang Taruna, Kepolisian serta LSM-LSM yang memberikan dukungan sampai saat ini masih harus waspada terhadap erupsi Gunung Merapi. Kondisi yang membaik sekitaran Desa Pendowo Harjo ini, di manfaatkan dengan baik oleh Relawan PMI Provinsi Bali untuk kegiatan Pelayanan Kesehatan, Dapur Umum, Distribusi Barang dan lainnya, sehingga pelayanan yang dilakukan semakin maksimal.
p
salut bwt rekan2 PMI Bali yang selalu berkontribusi untuk Bangsa… Bravo..
Terima kasih kepada rekan-rekan relawan PMI Bali yang selalu membawa motto cepat, total dan tuntas dalam melakukan tugasnya, sedangkan sapa, senyum, ulet dan memikat menjadi menu sehari-hari relawan PMI Bali dalam setiap menangani bencana yang terjadi. Maju terus PMI Bali.
Saya sebagai saksi bahwa relawan PMI Bali berada di garis depan Merapi, menyatu dg masyarakat pengungsi….
Sebagai tauladan bagi relawan PMI seluruh Indonesia utk belajar dari PMI Bali tentang bagaimana mengambil keputusan membantu daerah bencana antar provinsi. Dari lubuk hati terdalam mewakili relawan PMI Kab Sleman kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas kehadiran PMI Bali memperkuat Tanggap Darurat Merapi…