
Donor darah Apheresis adalah proses pengambilan komponen darah tertentu dengan menggunakan mesin apheresis, dimana mesin akan mengambil komponen darah yang dibutuhkan sementara komponen darah yang tidak diperlukan dikembalikan lagi ke tubuh pendonor. Dengan teknik apheresis, 1 kantong trombosit apheresis setara dengan 6 – 10 kantong trombosit biasa. Jadi untuk mendapatkan jumlah sel yang setara dengan 6 – 10 kantong trombosit biasa, bisa didapatkan dari 1 orang pendonor saja yang dikerjakan dengan teknik apheresis.
Pembuatan komponen darah yang dikerjakan dengan teknik apheresis semakin berkembang di Indonesia. Sebagian unit-unit donor darah di Indonesia sudah melakukan teknik apheresis untuk mendapatkan komponen darah (trombosit) yang berkualitas lebih baik. Komitmen untuk menyediakan produk darah dengan kualitas yang baik juga berlaku di UDD PMI Provinsi Bali. Untuk itulah UDD PMI Provinsi Bali juga memproduksi trombosit apheresis, dan di Bali sendiri teknik ini baru mulai dikerjakan pada tahun 2013.
Respon pemberian trombosit apheresis yang baik dari pasien juga dirasakan oleh klinisi yang sudah mengenal adanya produk darah apheresis. Di samping itu, berkurangnya reaksi transfusi yang terjadi pada pemberian trombosit apheresis juga merupakan faktor pendorong bagi klinisi untuk lebih memilih trombosit apheresis bagi pasien-pasien yang memerlukan trombosit dalam jumlah banyak (lebih dari 5 kantong trombosit biasa) atau pasien multitransfusi. Untuk itulah mengapa disebut “Apheresis is a special to give”.
Namun saat ini masih banyak klinisi yang belum mengetahui tentang teknik apheresis ini, baik produk maupun manfaaatnya sehingga permintaan apheresis hingga saat ini masih datang terbatas. UDD PMI Provinsi Bali ingin memperkenalkan produk darah apheresis kepada para klinisi di seluruh rumah sakit di Bali melalui kegiatan “Sosialisasi Apheresis ke Klinisi Rumah Sakit Se-Bali” sehingga nantinya dapat memberikan produk darah yang berkualitas lebih baik kepada pasien-pasien pengguna produk darah, khususnya trombosit.
Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 3 Oktober 2015 bertempat di Hotel
Nikki, Jalan Gatot Subroto IV no 18 Denpasar, pukul 08.00 wita ini dibuka secara resmi oleh I Gst Bagus Alit Putra SH S.Sos., M.Si selaku Ketua Pengurus PMI Provinsi Bali yang menghadirkan juga pembicara dari Kepala Divisi Hematologi Onkologi Medik FK UI RSCM, Bapak DR. dr. Djumhana Atmakusuma, SpPD KHOM. Kegiatan ini melibatkan 156 orang/instansi diantaranya perwakilan dari 34 rumah sakit swasta se-Bali, UDD Kab/kota se-Bali, RSUD Kab/ Kota se-Bali, Dinas Kesehatan Provinsi Bali, BPJS, RSUP Sanglah serta 5 orang pendonor apheresis yang telah menyumbangkan darahnya lebih dari 10 kali.
Melalui kegiatan ini diharapkan lebih banyak klinisi yang mengetahui tentang trombosit apheresis sehingga permintaan trombosit apheresis dari klinisi dapat meningkat dan terjadinya peningkatan trombosit yang lebih signifikan bagi para pasien. (Ni Made Aprini Megawati) p