Sebagai relawan khususnya yang berada di bawah naungan Palang Merah Indonesia (PMI) dalam setiap penugasan tentunya menjadi tanggung jawab organisasi. Pembekalan pengetahuan dan ketrampilan pasti akan memberikan peningkatan kapasitas bagi seorang relawan baik dalam bentuk Pelatihan-pelatihan, pengiriman utusan sampai dengan terjun langsung di lapangan. Dengan peningkatan kapasitas yang diberikan, diharapkan relawan-relawan PMI yang akan terjun benar-benar siap baik secara mental, pengetahuan maupun ketrampilan serta siap baik sebagai individu maupun tim.
Begitu juga dengan yang dilakukan PMI Daerah Bali, dalam upaya peningkatan kapasitas relawannya telah di gelar Pelatihan Tanggap Darurat Satuan Penanganan Bencana (SATGANA) PMI Daerah Bali sejak tanggal 4 s/d 15 Aguatus 2008. Dalam kegiatan ini, peserta merupakan perwakilan PMI Cabang Se-Bali yang sebelumnya mengikuti seleksi di PMI Daerah Bali. Sejumlah 30 peserta lolos seleksi yang akan diproyeksikan menjadi 1 (satu) Tim SATGANA PMI Daerah Bali.
Pertengahan kegiatan, tepat pada tanggal 9 Agustus 2008 peserta Pelatihan mendapatkan kejutan dari panitia, dimana tepat pada pkl 04.00 wita peserta di bangunkan dan segera berbenah untuk melakukan tugas lapangan berkaitan dengan kegiatan Bali 10k (lari 10 km) dengan tema “run for unity” yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Bali. Memang sebelumnya peserta tidak mengetahui skenario ini, tapi paling tidak ini menjadi pembelajaran untuk kesiapsiagaan sekaligus sebagai aplikasi nyata di lapangan karena ini bukanlah sebuah simulasi.
Pada kegiatan ini, PMI bertugas sebagai Tim Kesehatan dibawah koordinasi Dinas Kesehatan. Ketika menginjak waktu dimana para pelari sampai garis finish, Tim SATGANA PMI Daerah Bali cukup dibuat kerepotan dengan banyaknya pelari-pelari yang berjatuhan. Namun dengan semangat dan sigapnya Tim SATGANA yang ada langsung mengevakuasi para korban ke tenda Kesehatan untuk mendapat penanganan dari Tim Medical Action Team (MAT) yang juga hadir pada saat itu. Sampai kegiatan berakhir, Tim yang bertugas tidak mengalami kendala dalam pelaksanaan tugasnya. Akhirnya setelah kegiatan Bali 10k berakhir maka Tim PMI kembali ke Markas PMI Daerah Bali, sebab Pelatihan belum usai…
Sukses untuk Pelatihan Tanggap Darurat SATGANA PMI Daerah Bali, tetap semangat!!!
Taufan p
Sistem pelatihan yang model ini perlu diterapkan & ditingkatkan shgga bs mnjadi shock therapi bgi Tim Satgana yg baru dan nantinya benar2 menjadi Satgana yang SIAP dan TANGGUH dlm menjalankan Tugas..Sukses dan SEMANGAT buat Tim Satgana PMI Daerah Bali… Siaamoo…
Sesuatu yang BESAR pada AKHIRNYA
Terkadang DIMULAI dari ide yang KECIL
Terima kasih kepada Sahabat dan saudaraku seperjuangan di PMI Daerah Bali, Eko, Gatem dan Budi yang datang dengan IDE KECIL ini tapi pada nyatanya memberikan dampak psycholigis yang luar biasa kepada relawan-relawan kita.
Bravo.
Trimakasih sebesar-besarnya kepada Fasilitator, Panitia, Seluruh Jajaran PMI Daerah Provinsi Bali ( Pengurus, Markas, dan Relawan) yang telah memberikan kami ilmu, Bimbimbingan kepada kami sehingga kami dapat menambah pengetahuan dan pengalaman yang lebih dibidang kepangmerahan, Harapan kita semua apa yang telah diberikan dapat meningkatkan kesiapsiagaan bencana di masyarakat. Mari kita berikan sumbangsih yang sebesar-besarnya untuk kemanusiaan dan kehidupan yang lebih Baik. Sukses buat semua SATGANA PMI Daerah Bali dan BRAVO PMI.
semangat pren…….
jangan pernah menyerah……
berjuang terusssssss…………
hidup PMI…..
Semoga tim SATGANA Bali semakin tangguh untuk kesiagaan penanggulangan bencana di Indonesia bagian Timur, tidak hanya di prov.Bali.
Lintas batas wilayah…..!!
BAGUS JUGA de, SATGANA diberikan sebuah kejutan apalagi ditanampkan sejak dini (semenjak mengikuti pelatihan). namun seandainya menghadapi kegiatan yang berhubungan dengan layanan kesehatan dan tidak berdampingan dengan MAT akan menjadi sangat fatal bagi teman-teman SATGANA. ya ….. kita jangan dulu berpikir mereka pernah mendapatkan pelatihan ambulance atau apapun sejenisnya yang berhubungan dengan ambulance.
Yaaa
Saya berharap PMI Bali bisa lebih mengkondisikan teman-teman relawan yang akan dibentuk menjadi Satuan Penanggulangan Bencana. Toh juga kita sudah punya kan TIM AMBULANCE yang secara sudah khusus sudah dilatih untuk kegiatan itu. dan kini pun sudah ada di 5 Cabang di Bali. Kan bisa lebih Ship dalam penanganan. Bagaimanapun juga Menjadi Petugas Kesehatan di 10 K itu bukan layaknya simulasi yang bisa diulang-ulang. syukurnya hanya keteteran temen-temen SATGANA kita.
ayo…………. kita belajar untuk lebih konsekuen pada tugas-tugas kita masing-masing.
SIAMO ……………
Salam hangat dari KSR PMI Cabang Kabupaten Buleleng
Semangat!!!!!!!!!
Moga ini adalah awal untuk mewujudkan Satgana Bali yang tangguh n semakin mempererat persaudaraan antar relawan…
Salut buat temen2…..
Siamo….!!!!!!
terimakasih Tuhan atas segala KebesaraNya shg semua bisa berjalan dengan lancar. Untuk mas Toples memang berbicara masalah tupoksi bisa dikatakan kurang benar satgana diterjunkan pd kegiatan tersebut, tetapi ada hal lain yang lebih besar dibalik itu yang kita coba ambil dari sisi baiknya; yaitu proses pembelajaran dan publikasi lambang PMI di event-event nasional bahkan internasional seperti Bali 10 K. Dan peserta dari Satgana Daerah juga banyak alumnus PP bahkan MFR serta di back up oleh tim MAT.
Tetapi bagaimanapun, terimakasih atas masukanya
dan mari kita berbuat yang terbaik untuk PMI.
Salam sukses n semangat…!