
Seperti pelatihan sebelumnya, PMI Kota Denpasar kembali melaksanakan pelatihan fasilitator PRS HIV & AIDS. Kegiatan yang dilaksanakan pada 25-30 Oktober 2013 dimana pada pelatihan kali ini menargetkan 27 peserta dan diikuti oleh 28 peserta, yang berasal dari PMR dan KSPAN (Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba) serta KSR dan KMPA (Kelompok Mahasiswa Peduli AIDS), diberikan pemahaman mengenai bahaya perilaku beresiko khususnya yang berhubungan dengan HIV & AIDS serta tekhnik-tekhnik memfasilitasi sebuah penyampaian informasi dalam bentuk FGD dan tidak ketinggalan peserta juga diajak untuk membuat berbagai media dan metode pembelajaran penyampaian informasi.
Pelatihan ini menggunakan standart pelatihan PMI serta kurikulum Pendidik Remaja Sebaya yang dikeluarkan oleh PMI Pusat. Peserta yang mayoritas belum pernah mengikuti pelatihan standar PMI, diawal kegiatan sempat merasa terbebani dengan sistem standarisasi tersebut, namun pendekatan dan motivasi yang diberikan para Fasilitator Inti PRS PMI Kota Denpasar serta fasilitator PRS, yang merupakan alumni pelatihan sebelumnya, yang memang diajak untuk terlibat dalam pelatihan ini. Para fasilitator alumni pelatihan sebelumnya banyak bercerita kepada peserta mengenai suka duka pada saat pelatihan sebelumnya dan pada saat melaksanakan FGD kepada teman sebayanya. Hal ini tentunya untuk memberikan gambaran kepada para peserta serta memotivasi mereka untuk dapat terus terlibat dalam kegiatan program HIV & AIDS PMI Kota Denpasar.
M. Aminin selaku koordinator program HIV & AIDS PMI Kota Denpasar sekaligus penanggung jawab kegiatan pelatihan menjelaskan bahwa peserta mengalami peningkatan pemahaman mengenai materi sebesar 40,61% dilihat berdasarkan rata-rata nilai pre test dan rata-rata nilai post test. Nilai standar kelulusan yang disepakati sebesar 72,85 point akhirnya berhasil dilampoi oleh seluruh peserta terbukti dengan rata-rata nilai akhir peserta sebesar 78,68 point.
Dijelaskan juga bahwa, pasca pelatihan, para peserta diwajibkan untuk dapat melaksanakan FGD kepada teman sebayanya. Dimana setiap peserta diharapkan dapat menjangkau 10 orang teman sebayanya untuk kemudian diberikan informasi mengenai bahaya perilaku beresiko khususnya yang berhubungan dengan HIV & AIDS.
Baik pelatihan maupun penjangkauan tersebut adalah bertujuan untuk membantu menekan angka penularan HIV khususnya dikalangan remaja. Selain hal tersebut, pelatihan dan penjangkauan nantinya juga dapat mewujudkan Zero Discrimination and Stigma terhadap ODHA.
Disaat penutupan pelatihan, seluruh peserta dengan tegas dan yakin siap untuk melaksanakan rangkaian kegiatan program serta berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai tujuan pelatihan dan penjangkauan dikarenakan mereka dan seluruh team PRS PMI Kota Denpasar adalah bagian keluarga besar PRS PMI Kota Denpasar dan juga merupakan bagian dari masyarakat Denpasar dan Bali pada umumnya.
Yaa, kami Bangga telah Mengetahui Informasi Bahaya Perilaku Beresiko karena Kami PRS PMI Kota Denpasar.
~amien07dps~ p