
Banjir yang terjadi di Desa Gunaksa, kec. Dawan-Kab. Klungkung pada hari kamis tanggal 24 september 2010 menimbulkan beberapa dampak yang cukup parah bagi sebagian warga Desa Gunaksa. Bagaimana tidak, beberapa tembok penyengker rumah warga, pura dan SMA Negeri 1 Dawan jebol. Hal tersebut sempat mengakibat 4 Kepala Keluarga (KK) harus mengungsi ke Balai Desa Gunaksa, yakni keluarga Ketut Rempun, Dresta, Norja dan keluarga Nyoman Kariata.
Untuk meringankan penderitaan warga yang mengalami kebanjiran, PMI Kabupaten Klungkung yang dimotori oleh Bpk. Kepala Markas I Kt. Winaya pada hari minggu tanggal 26 September 2010 mendatangi rumah warga dan beberapa tempat yang terkena dampak dari bencana banjir ini. Seperti Taman Kanak – kanak (TK) dan Balai Desa Gunaksa. Dengan personil yang terdiri dari staff dan relawan khususnya relawan dari elemen Satuan Inti (SATIN) PMR Wira dan sesuai dengan arahan Bpk. Kepala Desa Gunaksa, Ketut Budiarta. Kegiatan dimulai dengan membersih rumah warga dari lumpur dan sampah yang memenuhi rumah mereka. Kegiatan yang dimulai pada pkl. 08.30 Wita ini, juga dibantu oleh rekan – rekan dari Tagana (Tanggap Darurat Bencana) yang dimotori oleh Komandan Tagana Bpk. Riawan didampingi oleh istri tercinta. Kegiatan yang sempat dihadiri oleh Gubernur Bali Bpk. I Mangku Pastika ini, dilanjutkan dengan pembersihan di Taman Kanak – kanak (TK) dan Balai Desa Gunaksa.
Pembersihan yang dilakukan yaitu dengan menyemprot tempat yang dipenuhi lumpur dengan air yang didatangkan dari PDAM setempat. Kemudian bersama – sama membersihkan mempergunakan sapu lidi dan beberapa alat pembersih rumah tangga seperti alat pel, serok dll. Walaupun cukup melelahkan namun canda dari teman – teman staff dan relawan membuat kegiatan ini menjadi sangat menyenangkan.
Pera’k (Relawan PMI Kab. Klungkung)
p
yoo…yo… tetap semangat…
Skarang yang perlu diperhatikan adalah, pertama seluruh warga dianjurkan tidak lagi membuang sampah di sungai dan masih banyak saya lihat membuang sampah sembarangan, adakan koordinasi antara desa lain seperti desa sulang, sampalan, dll karena sampah kemungkinan datang dari hulu juga, adakan fotong royong lagi untuk membersihkan got-got dan masih banyak got-got yang sudah dangkal, adakan cleaning bersama semua unsur yg ada di desa gunaksa baik dari sekolah SD sampai SMA termasuk seluruh banjar.
Semoga sukses dan berhasil
Selain budaya membuang sampah ke saluran air juga sudah berkurangnya area resapan air. Dimana sebagian besar lahan sudah Terbetonisasi. Terbetonisasi boleh asalkan dilengkapi dengan Lubang Resapan Bipori dan beberapa tempat ditanami Pohon dengan akar Tunggang.