Hari Raya Idul Fitri Baru saja berlalu, seluruh umat muslim merayakan hari kemenangannya. Namun nampaknya bencana tidak mengenal akan suasana Hari Raya. Ini terbukti dari adanya panggilan yang masuk ke Posko Induk PMI Daerah Bali. Tepat pada tanggal 7 Oktober 2008, wilayah Kota Denpasar dan sekitarnya diguyur hujan yang tidak henti-hentinya, dari pagi hingga malam hari. Tidak dipungkiri, beberapa sudut di Kota Denpasar pun mengalami banjir yang diakibatkan karena hujan yang terus mengguyur seharian penuh itu. Daerah yang digenangi banjir ini, merupakan daerah langganan banjir, yang selalu terjadi berulang-ulang jika musim hujan tiba.
Selain karena musim hujan, Banjir ini juga diakibatkan karena beberapa tanggul yang jebol disekitar daerah tersebut dan ada pula yang merupakan banjir kiriman. Daerah yang terendam oleh banjir itu antara lain, Jalan Mahendradata, Jalan Marlboro, Perumahan Buana Raya, dan yang terakhir di Jalan Gunung Soputan. Namun daerah yang paling parah tergenangi air yakni Jalan Marlboro, sehingga sebanyak 2 KK yakni sekitar 7 orang harus dievakuasi ke Posko Induk PMI Daerah Bali. Beberapa korban ini, secara terpaksa harus dievakuasi karena sebagian dari rumah mereka terendam oleh banjir, dan beberapa dari mereka juga dikategorikan sebagai kelompok rentan.
Di ke empat daerah tersebut Posko Induk PMI Daerah Bali menurunkan anggota SATGANA, yang di bantu oleh PMI Cabang Kota Denpasar, PMI Cabang Badung , Tim SAR, Tim SAR Brimob, PSC, dan Dinas Kesehatan. Setibanya di lokasi kejadian tim PMI melakukan assessment, dan proses evakuasi bersama dengan tim-tim yang ada di lapangan.
Setelah semua dirasa cukup dan beberapa daerah sudah dapat diatasi, seluruh Tim Baik PMI maupun Tim yang lainnya yang berada dilapangan kembali ketempatnya masing-masing. Namun, setibanya di Posko Induk PMI Daerah Bali tugas dari anggota SATGANA tidak langsung berhenti sampai di situ, karena ternyata Markas PMI Daerah Bali juga terkena dampak jebolnya tanggul sungai yang berada di belakang markas. Dampak terbesar akibat banjir yang menggenangi Markas PMI Daerah Bali adalah rusaknya beberapa persediaan bantuan yang ada di Gudang Emergency PMI Daerah Bali.
Sampai saat ini petugas Posko Induk PMI Daerah Bali masih melakukan siaga untuk mengantisipasi terjadinya banjir susulan di daerah lain, mengingat saat ini musim hujan sudah mulai mengguyur Daerah Bali. “Gek Binda”.
p
Akhirnya Satgana PMI Daerah bisa menujukkan kiprahnya kembali, dengan personilnya yang tetap semangat! Bercengkrama dengan air hujan dan dinginnya malam di lokasi, plus bonus penyelamatan aset-aset PMI Daerah sekembalinya dari operasi… menjadikan kerja-kerja kemanusiaan lebih punya taste!!! ^_^
salam kemanusiaan
wah…..
habis lebaran dapat THR lagi
(Tugas Hari Raya)
Salut………… banget !!!!!!!!
semoga sampai saat ini semangat para relawan PMI dan instansi lainnya gak pudar…….
tetap berjuang demi KEMANUSIAAN, berjiwa SUKARELA…….
KAMI DOAKAN SEMOGA BENCANA TERSEBUT CEPAT BERAKHIR
AyOOOOOO….sEmaNgat!!!!!!!!!!!!
Tetap SIAGA
salut at temen- temen satgana!!!!Tetap semangat untuk kemanusiaan