Diklatsar: Tempat Aku Ditempa

“Palang Merah Indonesia sumber kasih umat manusia….” merupakan penggalan lirik lagu Mars PMI yang dinyanyikan pada upacara pembukaan Diklatsar XIII KSR PMI Undiksha. Semua peserta menyanyikan lagu tersebut dengan penuh semangat dan kidmat. Upacara dibuka oleh Pembantu Rektor III Undiksha, Bapak Sriarhta. Di sela-sela sambutannya beliau mengungkapkan bahwa kegiatan semacam diklatsar ini sangat memberi dampak positif pada mahasiswa yang terdaftar sebagai peserta. Melalui kegiatan ini, para peserta akan diberikan ilmu, serta pendisiplinan yang sangat erat dengan kehidupan sehari-hari. Manusia dengan pengetahuan setinggi langit masih sangat kurang jika tidak memiliki keahlian maupun soft skill. Diharapkan dalam hidup yang heterogen ini, para mahasiswa mampu mengembangkan diri sehingga mampu terjun untuk bersosialisasi.

Diklatsar atau pendidikan dan latihan dasar merupkan program tahunan dari KSR PMI Undiksha dalam rangka merekrut anggota baru. Diklatsar KSR PMI ini merupaan wadah pengembangan diri menjadi pribadi yang lebih dewasa. Diklatsar kali ini diadakan di kawasan Pura Bhuana Kertha, desa Panji, Buleleng. Panitia penyelenggara merupakan gabungan dari KSR PMI Undiksha serta relawan dari PMI markas cabang Kabupaten Buleleng. Kegiatan dilakukan selama lima hari mulai Sabtu, 7 Februari 2009 sampai Rabu, 11 Februari 2009. Peserta yang mengikuti diklatsar ini berjumlah 18 orang yang terdiri dari 4 laki-laki, dan 14 perempuan. Para peserta datang dari berbagai jurusan yang ada di Universitas Pendidikan Ganesha.

Sebelum mengikuti diklatsar, para peserta harus mampu melewati Orientasi Calon Anggota (OCA). OCA ini dilakukan selama dua hari, yaitu pada tanggal 1 dan 2 Februari 2009 di kampus tengah Undiksha. Para peserta pada saat itu diberikan sedikit ilmu megenai kepalangmerahan dan tugas sebagai relawan. Selain itu, mereka juga memperoleh ilmu tentang bagaimana memberikan pertolongan pertama. OCA ini bertujuan untuk memantapkan keinginan dari calon peserta diklatsar intuk mengikuti diklatsar yang akan diadakan nanti. Bukan hanya memantapkan, namun kegiatan ini juga bertujuan untuk menyiapkan para peserta serta memberi gambaran mengenai apa saja yang akan mereka lakukan selama diklatsar. Setelah lulus OCA, para peserta baru diperbolehkan untuk mengikuti diklatsar KSR PMI.

Tujuan dari diadakannya diklatsar adalah untuk menumbuhkembangkan kesadaran serta rasa kemanusiaan di kalangan remaja sehingga dapat melahirkan kader-kader relawan PMI yang potensial. Kegiatan kali ini bertema “Meningkatkan kedisiplinan ilmu kepalangmerahan dan berorganisasi melalui diklatsar XIII KSR PMI Undiksha”.

Selama lima hari mereka diberi latihan fisik serta mental yang bertujuan untuk menyiapkan mereka agar dapat mengambil tindakan yang tepat pada saat memberikan pertolongan pertama. Mereka diberikan ilmu serta latihan sebagai bekal menjadi relawan. Para instruktur untuk setiap materi didatangkan dari PMI markas cabang Buleleng. Pada hari pertama, para peserta diberikan materi gerakan PM/BSMI, Organisasi PMI, serta Kepemimpinan yang dibawakan oleh Gede Sandiasa, S.Sos,MSi. Namun, sebelum para peserta menerima materi, mereka harus mengikuti pre-test. Pre-test diadakan untuk mengukur kemampuan peserta sebelum mendapatkan pendidikan dan latihan selama empat hari, dimana pada hari ke lima mereka akan menerapkan ilmu yang mereka peroleh melalui simulasi yang dipersiapkan oleh pihak panitia penelenggara. Selain materi yang disebutkan di atas, para peserta juga memperoleh pengetahuan mengenai dasar-dasar pertolongan pertama (PP) dan Anatomi yang dibawakan oleh Dra. Juni Anggreni. Instruktur Kadek Sumardika juga membekali para peserta dengan pengetahuan mengenai Penilaian, dan Luka Bakar. Perlu diketahui bahwa setiap harinya, para peserta harus mengikuti unit tes guna menguji tingkat pemahaman mereka terhadap materi yang telah diberikan pada hari yang bersangkutan. Apabila nilai mereka tidak memenuhi standar, mereka harus mengikuti tes perbaikan sampai nilai mereka mencapai standar.

Pada hari selanjutnya, setiap pagi para peserta harus mengikuti KESJAS (Kesehatan Jasmani) sebagai pemanasan sebelum beraktivitas. Pada hari ke-2 ini, para peserta memperoleh materi mengenai keracunan, COR (Cedera Otot Rangka), serta Watsan (Water Sanitation) dengan Made Mahendra Gautama sebagai instruktur. Dra. Juni Anggreni juga memberikan materi Kedaruratan Medis dan Cedera Jaringan Lunak pada hari yag sama. Sedangkan Kesehatan Remaja dibawakan oleh Made Pasek Yasa, S.Sos. Selain materi di atas, para peserta juga memperoleh materi BHD oleh Drs. Wayan Widiasa. Pada hari ke-3 dan ke-4, para peserta diberikan materi Menejemen Bencana, RFL, DU (Dapur Umum), oleh Made Pasek Yasa, S.Sos. Materi Assessment, KBBM (Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Masyarakat), serta Triage juga diberikan oleh Kadek Sumardika. Para peserta juga dibekali dengan materi Pemindahan Penderita, dan Relief Distribusi, serta Pasang Bongkar Tenda yang dibawakan oleh I Nyoman Budiadnyana. Peserta diberikan materi secara teoritis terlebih dahulu sebelum mereka diberikan kesempatan untuk mempraktekannya langsung.

Pendidikan dan Pelatihan dasar ini tidak melupakan bagian yang cukup penting yaitu malam api unggun. Walaupun keadaan pada malam itu hujan, panitia tetap mempersiapkan acara sedemikian rupa. Malam api unggun merupakan malam ramah tamah antara peserta dengan panitia. Diharapkan melalui malam api unggun tersebut, rasa kebersamaan di antara mereka tumbuh dan berkembang menjadi lebih erat. Pada malam api unggun setiap peserta yang sudah dibagi menjadi beberapa kelompok itu menampilkan spontanitas yang cukup menghibur. Tidak ketinggalan para panitia dengan dengan tamu dari PMI markas Cabang Buleleng menampilkan sebuah spontanitas berupa lagu tentang PMI. Seluruh peserta malam api unggun tampaknya sangat menikmati acara pada saat itu.

Pada hari ke lima, para peserta peserta diberikan kasus sehingga mereka dapat menerapkan ilmu yang mereka peroleh selama latihan. Pagi-pagi buta, para peserta dibanunkan untuk mempersiapkan simulasi. Awalnya, mereka diberikan kasus tanah longsor di sekitar sungai terdekat. Para korban yang dilakoni oleh para panitia sudah menunggu di tempat kejadian. Simulasi dibuat seperti aslinya lengkap dengan Ambulance, kepala desa, LSM, serta Pos Polisi. Para peserta harus mampu mengamankan korban walaupun keadaan pada saat itu gelap gulita. Peserta membagi diri menjadi beberapa tim sehingga beberapa di antara mereka ada yang berjaga di tenda penampungan, dan mempersiapkan makanan di DU. Setelah keadaan mulai terang, para peserta diberikan kasus tanah longsor susulan di tempat yang berbeda. Simulasi dirancang sedemikian rupa lengkap dengan warga yang panik serta wartawan.

Setelah kasus ke-2 selesai, para peserta diberikan kasus terakhir yaitu pertikaian di daerah konflik. Para panitia yang berlaku sebagai warga, mulai merusak tenda dan mengambil makanan secara paksa dari DU, serta meminta uang pada tim penolong ynag ada di tempat kejadian. Mental para peserta diuji ketika salah seorang teman mereka disandera oleh warha yang murka. Simulasi berjalan dengan lancar, dimana para peserta menerapkan ilmu yang mereka dapatkan selama pelatihan.

Diklatsar XIII KSR PMI ditutup pada hari Rabu, 11 Februari 2009 oleh Sekretaris PMI markas cabang Buleleng, Gede Sandiasa, So, Sos, M.si. Pada upacara penutupan dilangsukan pula pengukuhan peserta atau calon anggota menjadi anggota KSR PMI Unit Undiksha secara resmi.

Sun Tea (KSR – PMI Unit Undiksha)

p

10 thoughts on “Diklatsar: Tempat Aku Ditempa

  1. Sukses ya KSR PMI Unit Undiksha Singaraja….maju trus… setelah diklat adalah mrp awal dari kalian untuk menapakkan kaki di kegiatan Kepalang Merahan..khususnya di PMI….goodluck

  2. Selamat untuk teman-teman UNDIKSHA atas bertambahnya anggota relawan kemanusiaan.
    semoga kita bersama-sama bisa berjuang dan bekerjasama untuk meningkatkan image PMI di masyarakat.

    SIAMO

  3. Rahajeng rauh ring UKM KSR PMI Unit Undiksha
    seleg-selegang melali ke ukm pang sing sepi UKM-e.
    Ken-kenang ngae kegiatan yen sing taen ngumpul jak timpal2. Amun ada kegiatan hubungi rage nah…milu sik… Gud lak….

  4. menderita bo…………… sebel banget deh!! ma panitianya kok fotoku dipajang sih!! sing ade ane lenan??? salam untuk rekan-rekanku yang baru, rajin-rajin ya dateng ke ukm he… he…he

  5. ada yg tau lyric lagu ini gak???
    kata temenku lagu ini yg buat orang PMI.

    ==================

    selamat tinggal handai taulanku
    ku kan pergi jauh
    merantau ke negri orang

    selamat jalan
    kawan pujaan
    ku kan pergi jauh
    mungkin tak kembali

    bila ku tak kembali
    menghadap ilahi
    maafkanlah dosaku
    selamat tinggal kawanku

  6. semangat angkatan baru, ditempa bukan akhir dari segalanya malah awal dari jati diri dan harapan baru
    siamoooooooooooooooooooo

  7. aku bkn anak undiksha sie.. tp liat kegiatan kalian di internet kayaknya keren deh..
    aku jd pgn jd anak relawan undiksha jg deh..
    mudah2an taon dpn aku bs msuk undiksha ya..
    mohon doa & dukungannya..
    oiya,,klo ada yg knal sm surya ulandara anak smstr 2 pend. b.ing,,salam ya..
    blg,aku syg bgt sm dia..
    hehehe!
    tengkyu…
    Gud Luck bwt smuanya…
    SEMANGAT!!!!

  8. Adu……h! bo. kitamah di jonggol kurang banget rasanya ngerasain ramenya jumbara, coz cabangnya gx pernah ce ngayaiin jumbara di jonggol. sekalian kita mo bikin kegiatan cendiri dananya kurang. mangnya untuk ranting da dananya gx ce………..? geus puyeng yeuh teu laksana wae.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *