
P. Soemarko : Support kepada peserta Donor (kiri), serah Vandel PDDI (Kanan)
Aktifitas Donor Darah dalam perkembangannya telah merambah jauh pada takaran masyarakat, salah satunya adalah aktifitas yg mulai menggeliat sejak awal tahun 2005 dengan terbentuknya PDDI yayasan Masjid Al Fatah, Taman Griya, Nusa Dua Bali. Dari masjid, walau berada pada tempat yang mayoritas beragama Hindu, kelompok ini telah berhasil menjalin kerjasama yang baik antar tokoh masyarakat, perangkat desa dan masyarakat yang pastinya tanpa membedakan faktor SARA menjadikan kelompok ini eksis secara rutin dalam menjalankan aktifitas dan kegiatan Donor sosialisasi, sosialisasi sampai dengan perekrutan donor baru. Faktor lain yang menjadi pemicu semaraknya kegiatan Donor Darah di Taman Griya Nusa Dua adalah karena pada wilayah ini tiggal Bapak H. Soemarko Kasiroedin yang merupakan tokoh Pejuang Kemerdekaan tinggal di wilayah tersebut, dan sampai saat ini menjadi saksi hidup awal mula perjalanan kegiatan Donor Darah di Bali.
Sabtu, 14 Juli 2007 bertempat di Balai Banjar Taman Griya – Taman Griya – Nusa Dua – Bali kegiatan Donor darah untuk ke 6 kalinya dilaksanakan, kembali antusiasme masyarakat mewarnai kegiatan ini Tokoh pejuang dan Aktifis Donor Darah Bapak Soemarko juga terlihat dalam kegiatan ini. Dalam usianya yang sudah senja tidak menjadi halangan buat Pak Marko untuk memberikan motivasi kepada peserta donor darah, khususnya untuk yang baru pertama kali mengikutinya. Kegiatan dimulai jam 09.00 Wita, dan nampak Bapak2, Ibu2 sampai dengan para pemuda yang turut berpartisipasi dan juga tidak ketinggalan juga anak-anak yang mendampingi Bapak/ibu mereka ketika menyumbangkan darah.
Selain kegiatan Donor, pada sisi lain juga ada peritiwa unik pada moment tersebut, Bapak Soemarko menyampaikan cukup banyak pesan pada pengurus PDDI Masjid Al fatah. Dengan alasan faktor kesehatan dan usia P Soemarko tidak bisa maksimal dalam aktifitas Donor, untuk itu ia berharap bahwa pengurus PDDI yang ada dapat melanjutkan tugas mulia tersebut. Selain itu Pak Marko juga memberikan kenang-kenangan berupa Vandel PDDI Kepada Pengurus PDDI Al Fatah. Vandel tersebut merupakan Vandel yang diterima P Soemarko pada kegiatan Simposium Motivasi Donor Darah yang diikutinya pada tahun 1990. Vandel yang masih terlihat bersih dan rapi walau dalam usianya yang ke 17, diberikan dengan harapan bahwa kegiatan donor darah dapat tetap eksis untuk masa-masa yang akan datang.
Salut dengan Bapak H Soemarko, sebagai pejuang kau telah mengabdikan dirimu untuk kemerdekaan negeri ini, Dan sebagai Aktifis Donor Darah, kau telah kobarkan semangat masyarakat untuk menolong sesama melalui kegiatan dan sosialisasi Donor Darah. Kami bangga memiliki orang seperti-moe. .. pengabdian tanpa mengenal lelah… tanpa mengenal usia… untuk kemanusiaan. p
Saya juga pengurus Yayasan Masjid yang ada di Surabaya sangan merespon dan mendukung adanya gerakan donor darah yang dilakukan oleh suatu Yayasan Masjid sehingga menambah ketebalan keimanan kita, setetes darah donor adalah menyelamatkan jiwa seseorang bagi seluruh umat tidak pandang paham dan agama Allah Swt Maha Tahu
alhamdulilah sampai saya tulis komentar ini saya sudah 55 X donor belum lagi yg permintaan langsung darah segar maaf jangan diasumsikan riya’ karena saya dengan rasa keiklasan untuk kemaslhatan umat
Mari melakukan gerkan donor darah biar sehat info umur saya 65 tahun.