Dukung Respon Bencana di NTT, PMI Bali Kembali Mobilisasi 3 Personel

DENPASAR, 11 September 2026 — Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bali kembali mengirimkan personel untuk mendukung penanganan bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebanyak tiga personel diberangkatkan untuk menjalankan tugas dalam program dukungan psikososial dan pendampingan keuangan selama dua pekan.

Tiga personel yang diberangkatkan terdiri dari I Ketut Sassu Budi Satwam, relawan PMI Kabupaten Badung; Made Yogi Artha Sudartha, staf PMI Provinsi Bali; serta Luh Diah Andayani, staf keuangan PMI Provinsi Bali. Ketiganya akan menjalankan tugas sesuai bidang masing-masing. Dua orang akan ditugaskan dalam program dukungan psikososial, sementara satu orang akan bergabung ke dalam tim pendampingan keuangan.

Sekretaris PMI Provinsi Bali, Dr. I.G.A. Diah Werdhi Srikandi W. S., S.E., M.M., mengatakan ketiga personel tersebut mendapat penugasan untuk memperkuat respons PMI di wilayah terdampak bencana.

“Jadi kami dari pengurus berharap agar ketiga personel tetap menjaga kesehatan, jaga keselamatan dan juga jaga nama baik PMI Provinsi Bali,” ujarnya.

Salah satu personel yang diberangkatkan, I Ketut Sassu Budi Satwam, relawan PMI Kabupaten Badung, dijadwalkan bertugas mulai Senin, 14 September 2026. Ia menyebut penugasannya akan mencakup sejumlah wilayah di Flores bagian timur, di antaranya Kabupaten Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Menurutnya, kondisi pasca bencana yang berlangsung cukup lama dapat memberikan tekanan tersendiri bagi penyintas maupun relawan. Karena itu, kehadiran tim dukungan psikososial diharapkan dapat membantu mengurangi ketegangan sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat dan relawan untuk mendapatkan pendampingan.

“Dukungan psikososial ini tidak hanya untuk masyarakat atau penyintas bencana, tetapi juga kepada teman-teman relawan,” jelasnya.

Sementara itu, Made Yogi Artha yang merupakan staf PMI Provinsi Bali mengakui antusias. Pasalnya penugasan ini menjadi pengalaman baru baginya karena sebelumnya ia lebih banyak bertugas di wilayah Bali. Selain memberikan pendampingan, kesempatan tersebut juga dimanfaatkan untuk mengenal kondisi sosial dan budaya masyarakat setempat serta bertukar pengalaman dengan relawan PMI di NTT.

Luh Diah Andayani menambahkan, pada penugasan kali ini ia berharap agar semua dapat berjalan lancar serta hasil pekerjaan dapat sesuai dengan yang diinginkan.

Pengiriman personel ini menjadi bagian dari upaya PMI untuk memperkuat dukungan di wilayah terdampak, sekaligus memastikan kebutuhan psikososial penyintas dan relawan tetap mendapat perhatian dalam proses pemulihan pasca bencana. (pur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *