
Remaja merupakan salah satu pribadi yang harus banyak mendapatkan info-info yang dapat dijadikan bekal dalam bergaul dikehidupan sehari-hari. Rentannya pergaulan remaja, terkadang dapat mengakibatkan pergaulan yang menjurus kearah pergaulan bebas seperti penggunaan narkoba, melakukan hubungan seksual hingga terkena penyakit menular seksual bahkan HIV dan AIDS. Oleh karena itulah Fasilitator HIV da AIDS PMI Kabupaten Badung yang dibentuk pada bulan April Tahun 2013 menyebarkan informasinya dikalangan teman sebaya.
Fasilitator yang merupakan perwakilan dari sekolah-sekolah SMA di beberapa kecamatan dikabupaten Badung, mulai bergerak memberi informasi seputaran HIV dan AIDS, Narkoba, Infeksi Menular Seksual (IMS), Pacaran Sehat hingga pada Kesehatan Reproduksi. Hal ini merupakan beberapa materi yang menjadi minat dari siswa-siswi dimasing-masing sekolah. Teknik pendekatan yang digunakan oleh fasilitator PMI Kabupaten Badung ini yakni Focus Group Discussion (FGD), dimana fasilitator dan rekan sebayanya saling melengkapi informasi terkait materi yang telah disepakati. Membicarakan info terkait HIV dan AIDS yang pernah didapat sebelumnya, hingga pelurusan informasi yang maish menyimpang.
Remaja yang di rekrut oleh masing-masing fasilitator yakni 10 orang. Sehingga Remaja Sebaya atau Peer Educator yang terbentuk melalui FGD saat ini sebanya 250 orang. Kegiatan yang dimulai pada tanggal 22 Juli sampai tanggal 28 Juli 2013 ini dilakukan disekolah masing-masing fasilitator didampingi oleh satu fasilitator inti. Kegiatan seperti ini tidak akan hanya berhenti sampai pada pencapian target masing-masing 10 orang, dimana masing-masing fasilitator yang telah mendapatkan 10 orang remaja sebayanya akan menugaskan masing-masing remaja sebayaya untuk mencari 10 orang rekan remajanya. Sehingga terkumpul 100 orang dimasing-masing fasilitator.
Dengan metode seperti inilah diharapkan penyebaran HIV dan AIDS dikalangan remaja dapat diminimalisir. Dimana remaja-remaja ini dapat dijadikan agen perubahan baik untuk penyebaran informasi terkait HIV dan AIDS bahkan sebagai agen perubahan dikalangan keluarga, sekolah hingga pada masyarakat untuk pencegahan sikap diskriminasi yang masih terjadi dikalangan masyarakat. Remaja inilah yang sekiranya ,mampu pengertian terhadap keluarganya, lingkungan sekolah da masyarakat luas bahwa sikap terhadap HIV dan AIDS tidaklah seharusnya berlebihan. Sehingga dengan banyaknya masyarakat yang mengetahui tentang informasi HIV dan AIDS ini sikap Anti Stigma dan Diskriminasi dapat diminimalisir.
Tim Fasilitator _PMI Kabupaten Badung p