Masa-masa anak-anak merupakan masa yang sangat indah dan menyenangkan. Pada masa anak-anak kita memiliki peluang yang begitu luas untuk berkreasi seluas-luasnya dan mendulang prestasi sebanyak-banyaknya. PMI Cabang Badung ternyata memperhatikan hal tersebut sehingga pada tanggal 23 Juli 2008 yang merupakan peringatan hari anak-anak nasional, mereka mengadakan perlombaan yang dikemas dalam 2 kategori lomba, yaitu lomba donor darah dimana penilaian kegiatan ini adalah peserta mengajak sebanyak-banyaknya siswa sebayanya untuk melakukan donor darah. Peserta yang mendapatkan massa paling banyak maka dia yang akan menjadi pemenang. Lomba ini bertujuan untuk mensosialisasikan kegiatan donor darah sukarela sehingga para siswa tidak takut lagi untuk mendonorkan darahnya, donor darah tidak menakutkan dan tidak merugikan untuk diri sendiri.
Sedangkan lomba yang kedua adalah lomba penyuluhan dengan tema ”HIV & AIDS, Napza”. Lomba penyuluhan HIV & AIDS, Napza ini mengharuskan para peserta untuk mengeksplorasi ilmu pengetahuan, kemampuan dan ketrampilan mereka dalam hal tersebut. Khusus perlombaan penyuluhan HIV & AIDS dan Napza jumlah pesertanya berjumlah 9 perwakilan siswa SMP dan SMU se-Kabupaten Badung. Kedua perlombaan ini diselenggarakan di SD 1 Sangeh yang terletak di kawasan Utara Kabupaten Badung. Pada pukul 09.05, acara dibuka oleh pengurus PMI Cabang Badung yang dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris bapak TGA Adnjana. Walaupun perlombaan ini persiapannya sangat singkat namun para peserta sangat antusias untuk mengikuti perlombaan, ini dapat dilihat dari persiapan dari peserta yang begitu matang dengan materi-materi dan media-media yang sangat menarik.
Setelah sambutan dari pengurus berakhir satu demi satu peserta memperlihatkan keterampilannya dalam memberikan penyuluhan kepada masyarakat atau kelompok sebaya. Sungguh sangat mengesankan para anak-anak ini memiliki keterampilan yang sangat bagus sehinga membuat para juri beberapa kali terkesima dengan penampilan mereka. Para juri menjadi sedikit kebingungan dalam menentukan siapa yang keluar menjadi juara. Setelah mempertimbangkan beberapa hal akhirnya diputuskan yang kelur sebagai juara dalam lomba HIV&AIDS, narkoba adalah juara III diraih oleh perwakilan dari SMA Triatmajaya, Juara II diaraih oleh Perwakilan dari SMA N Kuta Selatan dan juara I diraih oleh SMA N 1 Abiansemal. ini membuktikan bahwa para anak-anak saat ini tidak hanya bisa berhura-hura dan terjerumus dalam kasus HIV&Aids atau Napza namun mereka juga dapat berprestasi dan sekaligus menyebarkan informasi mengenai bahanya HIV&Aids, Napza sehingga dapat mengurangi kasus HIV&Aids, Napza di daerah Badung pada khususnya dan Bali pada umumnya. ”Dragonfly313”
p
SEPERTINYA PMI TIDAK PERNAH LAGI MELAKUKAN KOORDINASI, YG AKHIRNYA MENJADI JALAN SENDIRI DAN PEMBOROSAN. DI BALI SEMUA SISWA SDH DIMINTA MEMBENTUK KSPAN.DAN SDH ADA FORUM GURUNYA JUGA.KNP TDK LEWAT INI? SPTNYA KAKAK2 DI LSM MUDA BERDAYA DAN KISARA YAG SUDAH EFEKTIF MAU BEKERJASAMA DENGAN KSPAN, FORUM GURU DAN KPA.TOLONGLAH…BIAR TDK CUMA PENGULANGAN YG MUBAZIR.
sebuah masukan yg bagus untuk PMI selalu melakukan koordinasi dengan instansi lain untuk menudkung program PMI.