
Sekitar kegiatan di Pameran
Indonesia Rawan Bencana, sebuah kalimat yang tepat berkenaan dengan banyaknya kejadian berupa bencana yang menimpa negeri ini. Himbauan serta ajakan untuk tetap siaga menjadi kata yang banyak disampaikan oleh organisasi maupun lembaga yang peduli untuk meminimalisasi dampak terjadinya bencana.
Palang Merah Indonesia , merupakan salah satu organisasi sosial kemanusiaan senantiasa terlibat mulai dari upaya kesiapsiagaan sampai dengan penanganan Bencana. Seperti dengan pelaksanaan Pameran Nasional II Siaga Bencana yang dilaksanakan di Discovery Shopping Mall tanggal 27-28 Desember yang lalu. Dalam kegiatan ini PMI turut menyemarakkan kegiatan dengan semua material kesiapsiagaan bencana yang dimilikinya mulai dari brosur, poster, pin, buku, flyer sampai dengan perlengkapan Pertolongan Pertama dan Rescue Medic menambah ramai salah satu pojok stand dalam kegiatan pameran ini.
Lipi sebagai organisasi yang memfasilitasi kegiatan ini sebelumnya juga mengadakan kegiatan serupa setahun sebelumnya di Museum Nasional Jakarta . Pameran Nasional II dikemas dalam bentuk pojok-pojok yang informative serta menghibur. Dimulai dari pojok Mainstream yang terdiri dari pojok “Proses Alam Bumi”, Pojok “Sejarah Bencana”, Pojok “Sistem Peringatan Dini”, Pojok “Ketrampilan Hidup Siaga Bencana”, serta Pojok “Ukur Kesiapanmu”. Disamping itu juga terdapat Pojok Underground yang terdiri dari Pojok “Aksi Kreasi”, Pojok “Dokumenter” dan Pojok “Rescue Medic”.
Dengan tema “Indonesia rawan bencana, Ngiring siaga”, dimana “ngiring” merupakan Bahasa Bali yang berarti “mari”. Sehingga secara keseluruhan merupakan ajakan lepada masyarakat baik secara individu maupun kelompok untuk senantiasa siaga terhadap terjadinya bencana, caranya… bisa dengan selalu mengikuti atau mencari informasi terkait bencana sehingga ketika terjadi bencana, masyarakat tahu apa yang harus mereka lalukan dan tahu kemana harus menuju untuk mendapatkan tempat yang aman.
Kegiatan ini cukup mendapat antusiasme baik dari masyarakat maupun internasional yang berkesempatan berkunjung pada kegiatan ini. Dan pada akhirnya masyarakat pengunjung diharapkan dapat memaknai kegiatan ini dimana siaga bencana merupakan sesuatu yang memerlukan dukungan satu sama lain baik individu maupun lembaga, dan ketika hal itu dapat terlaksnaka dengan baik maka… “bencana… siapa takut”.
p