Perkembangan sebuah organisasi akan sangat terkait dengan keberadaan generasi muda yang memiliki sifat yang dinamis. Melihat hal tersebut PMI Cabang Badung yang bekerja sama dengan Pemkab Badung mengadakan sebuah Pendidikan dan latihan tingkat Dasar KSR Cabang. Kegiatan ini bertujuan untuk merekrut relawan muda guna membangun organisasi PMI kedepannya. Diklat KSR Se-Badung ini berlangsung semenjak tanggal 19 sampai 24 juli di bumi perkemahan Blahkiuh kabupaten Badung. Para peserta berasal dari perwakilan karang taruna diwilayah Badung. Dalam Diklatdas KSR Cabang ini para peserta mendapatkan pengetahuan tentang dasar kepalangmerahan.
Setelah beberapa hari mendapatkan pelatihan tiba saatnya para peserta pengetahuan dalam ajang simulasi, dengan simulasi diharapkan dapat mengeksplorasi pengetahuan yang mereka dapatkan selama dalam pelatihan. Simulasi ini melibatkan 12 peserta yang berasal dari beberapa mantan SATGAS (satuan tugas), staf PMI Cabang Badung yang sebagian menjadi peserta diklat, anggota KSR PMI Unit unud sebagai figuran dalam simulasi. Persiapan simulasi sendiri telah dilakukan mulai malam sebelumnya dengan bantuan beberapa panitia dan peserta. Sebelumnya, pagi harinya dilaksanakan upacara penutupan kegiatan (Pendidikan dan Latihan Dasar (DIKLATDAS) oleh bapak TGA Adnjana sebagai kepala markas PMI Cabang Badung. Sebelum simulasi dimulai, peserta dan panitia mengadakan briefing untuk kegiatan simulasi. Disana dibahas mengenai pembagian tugas dan posisi serta skenario operasi simulasi yang akan dilaksanakan.
Lokasi simulasi dilaksanakan di pinggir sungai dekat dengan lokasi perkemahan yang melibatkan 8 korban, dengan jenis luka yang bervariasi. Simulasi kali ini adalah mengambil tema Bencana Tanah Longsor dan Banjir. Para korban diset dengan eberapa kategori yaitu luka berat 3 orang, luka ringan 2 orang, dan 3 orang dengan gangguan mental. Disamping korban bencana juga dilibatkan beberapa peran pendukung, diantaranya: Kepala markas, Kepala Desa, Polisi, SATLAK,dan BMG. Dengan medan yang cukup licin dan menanjak, peserta dengan semangat mampu melaksanakan proses tanggap darurat. Sebagai pemeran utama dalam simulasi ini para peserta diklat menerjunkan Tim terdiri dari: 5 orang pada tim PP, 2 orang pada tim assessment, 5 Orang di rumah sakit lapangan dan sekaligus tim DU.
Setelah beberapa jam melakukan proses tanggap darurat bencana sekitar pukul 11 siang, semua korban telah di evakuasi ke rumah sakit lapangan. Dan dirumah sakit lapangan parakorban diberikan penanganan lanjutan yang merupakan puncak dari acara simulasi. Walaupun dengan cuaca yang sedikit mendung dan diiringi rintik-rintik sujan namun tidak membuat semangat para peserta untuk menyelesaikan simulasi menjadi surut. ”Ekapaksi”
p
aDoeehhh…kOrbANYA jGn2 Yg brAT2… kSian orANg kURus kYk aQo… bwA naeK TUrUN buKIt…hehhehehe…
i LuV PMI
tuTti fRaTelli!