
Terjadinya banjir bandang yang menerjang Wasior – Papua Barat pada 5 Oktober 2010 telah menyisakan duka tersendiri. Data yang dihimpun dari Posko penanggulangan bencana di Wasior menyebutkan, hingga Minggu sore (10/10), jumlah korban tewas meningkat dari 124 menjadi 145 orang. Sementara korban luka berat mencapai 188 orang, luka ringan 665, dan hilang 123 orang. Jumlah pengungsi hingga sore ini sudah mencapai 4.625 warga seperti dilansir www.tempointeraktif.com.
Kejadian yang di anggap menyerupai Tsunami Aceh ini memporak-porandakan Wasior dan sekitarnya. Palang Merah Indonesia (PMI), sejak awal telah melaksanakan perannya sebagai organisasi kemanusiaan dengan terlibat pada kegiatan evakuasi, pertolongan pertama sampai dengan layanan kesehatan. PMI membagikan bantuan berupa makanan, perlengkapan rumah tangga dan pakaian untuk bayi, dan pada aktifitas terbaru PMI juga melakukan penyemprotan disinfektan di sejumlah tempat penemuan mayat, sebab tempat tersebut mulai mengeluarkan bau tidak sedap yang harus dibersihkan agar tidak menyebarkan penyakit.
PMI Provinsi Bali sendiri sebagai bagian dari organisasi PMI senantiasa melaksanakan koordinasi dan konsolidasi terkait kejadian yang menimpa Wasior, dan karena kebutuhan di lapangan maka PMI Pusat menunjuk PMI Bali untuk dapat mengirimkan relawan-relawan terlatihnya dengan beberapa kualifikasi untuk mendukung kegiatan operasi tanggap darurat PMI di Wasior – Papua Barat.
“Pengiriman relawan PMI berdasarkan permintaan PMI Pusat dengan beberapa kualifikasi yang dibutuhkan di lapangan” seperti disampaikan dr. I Gst Lanang M. Rudiartha, Sekretaris Pengurus PMI Provinsi Bali dalam kegiatan Konferensi Pers. “PMI akan melaksanakan tugas selama 2 (dua) minggu di lokasi, terhitung sejak tanggal 11-25 Oktober 2010” tambah Bapak Drs. Nym. Puasha Aryana selaku Wakil Ketua Bidang I (Penanggulangan Bencana dan Relawan).
Untuk keberangkatan pertama, PMI Provinsi Bali akan mengirimkan 11 (sebelas) orang relawan dengan kualifikasi Dokter, Paramedis, PP, Restorink Family Link (RFL), Water and Sanitation (Watsan), dan Pshicological Support Program (PSP) dan Evakuasi. Karena terkendala permasalahan Tiket, maka tim relawan akan di berangkatkan dalam 2 (dua) gelombang yaitu 5 (lima) orang pada 11 oktober dan 6 (enam) orang pada 12 Oktober 2010. Tim akan bertugas selama 2 (dua) minggu terhitung sejak tanggal 11-25 Oktober 2010.
Disamping pengiriman relawan, sejak hari Jum’at tanggal 8 Oktober 2010 PMI Provinsi Bali juga membuka rekening bantuan kemanusiaan untuk korban banjir bandang Wasior. Bantuan dapat disampaikan melalui Rek Bank Mandiri KCP Denpasar, An. PMI Provinsi Bali dengan Nomor Rekening : 145-00-0453159-2. Secekil apapun bantuan yang diberikan masyarakat, tentu akan memberikan manfaat yang sangat besar bagi saudara-saudara kita yang sedang tertimpa bencana di Wasior Papua Barat.
Informasi lebih lanjut :
Markas PMI Provinsi Bali, Jl. Imam Bonjol km 3 No 182 Denpasar – Bali. Telp. (0361) 483 465
Personal Kontak : Taufan Kristanto (Kabid. Organisasi dan Komunikasi) Hp. 081 647 36 056 p
semangat untuk para relawan yang akan dikirim ke wasior.
saya pemerhati PMI Bali dan kapasitas PMI Bali sangat besar dengan adanya Satgana yang ada di Masing2 Kabupaten/Kota, Satgana Propinsi dan Satgana PUsat.
bolehkan saya bertanya gimana prosesnya agar saya juga dapat dikirim kesana haruskah sepesialisasi ato satgana??
untuk relawan…
Dalam setiap pengiriman relawan ke lokasi bencana/konflik, PMI senantiasa melakukan proses seleksi sesuai dengan kapasitas yang dimiliki masing-masing relawan. Hal ini pun di sinkronkan dengan kebutuhan spesialisasi tenaga yang dibutuhkan dilokasi berdasar hasil koordinasi dengan PMI setempat!
Dan bagaimana proses agar dapat dikirim kesana… pastinya musti daftar dulu sebagai relawan di PMI, minimal mengikuti orientasi kepalngmerahan… dan kalau punya profesionalisasi dalam bidang khusus (misal dokter, perawat, psikolog dll), ketika dibutuhkan tenaganya untuk melaksanakan operasi bencana/konflik… pastilah kesempatan dikirim akan di dapat semua relawan.
Demikian sekilas info…
Salam – Taufan K
Bid Organisasi dan Komunikasi
PMI Provinsi Bali
terimakasih informasinya
em kenapa ya PMI Bali Gak buat pengumuman untuk para satgananya untuk mendaftarkan diri ke PMI yang dimaksud dan mengikuti teknis/sistem seleksi untuk diberangkatkan karena saya dapat info gak ada proses seleksi padahal PMI Propinis Bali Memiliki tenaga2 yang handal dalam menagani bancana(Mohon tranparansinya) sehingga tidak ada kecemburuan di anggota satgana yang telah dilatih serta memiliki sepesialis yang akan dikirim namun tidak diberi informasi untuk proses tersebut
Untuk Relawan…
Terima kasih atas segala perhatian yang diberikan yang senantiasa mencermati keberadaan PMI Bali…
Dalam situasi bencana… waktu sangat berarti… ada kalanya karena waktu yg mendesak untuk pengiriman, maka kami menyikapi dengan menginventaris orang2/relawan sesuai dengan skill/kapasitas yg diperlukan dilokasi, dengan model penunjukan langsung dan kesediaan dr yang bersangkutan dan pastinya berkoordinasi dg Pengurus Kab/Kota Relawan tsb berada!
(dalam hal ini kami sudah memiliki database relawan + spesifikasi/spesialisasi yg dimiliki masing2 relawan)
Sedangkan jika waktu pengiriman lebih lama… biasanya kita seleksi dan meminta PMI Kab/Kota untuk mengirinkan para relawannya untuk diseleksi. Dan yang lolos seleksi lach berdasar kualifikasi yg dibutuhkan… yang akan dikirim.
Ada juga relawan yang pro aktif, jadi ketika bencana terjadi dia sudah menyatakan kesiapannya untuk dikirim… dan jika memang tenaganya diperlukan, tidak menutup kemungkinan yg bersangkutan untuk dikirim.
Semoga bisa memberikan pencerahan
haruskah satgana yang pro aktif yang dikirim??? padahal satgana yang berkopeten dilingkungan PMI BALI siap dipanggil, sebagai konsenkuesi sebagai satgana!
Dear Saudaraku Relawan,
Teriring salam dan doa semoga semuanya dalam keadaan sehat dan sukses selalu.
Terima kasih banyak atas masukan, tanggapan dan juga harapannya. Perihal yang Relawan sampaikan dan/atau pertanyakan dalam komentar ini akan kami gunakan sebagai referensi kedepannya.
Perihal mekanisme penugasan yang telah ada (dengan segala kekurangan dan kelebihannya dalam implementasinya)tentunya masih terus menerus kita tingkatkan. Dan Saudaraku Relawan sangat kami harapkan juga masukan dan sarannya untuk kemajuan kita bersama.
Untuk itu’ jika Saudaraku relawan ada waktu bolehlah kita bertatap muka dan berdiskusi tentang perihal ini.
Kami ada waktu hari Jum’at, Tanggal 15 Oktober 2010 Pkl.10.00 – 17.00 Wita, silakan Saudaraku Relawan bertatap muka dengan kami di Markas PMI Provinsi Bali dengan rincian waktu tersebut di atas.
Atas perhatian, kerjasama dan kehadiran Saudaraku Relawan kami ucapkan terima kasih.
Salam
Kepala Markas PMI Provinsi Bali
Sastra
terimakasih atas perhatiannya pak kepala markas pmi bali yang bijaksana.
saya relawan dari jauh hanya bisa memberikan saran via media ini sebagai bentuk kepedulian pmi bali.
semangat untuk para relawan di dunia.
Dear Saudaraku Relawan
Terima kasih atas responya yang sangat cepat.
Kami tentunya sangat tidak mau kehilangan relawan yang memiliki potensi seperti Saudaraku Relawan.
Kami menawarkan diri untuk bisa menjadi salah satu media dalam menyalurkan semangat dan keinginan Saudaraku Relawan untuk ikut berkiprah di bidang Kemanusiaan melalui PMI kedepannya
Untuk itu mohon dapat memberikan data/CV dan minat Saudaraku Relawan dibidang apa,jikalau ingin bertugas kelapangan.
Data diri Saudaraku relawan bisa dikirimkan ke alamat e-mail saya saja sehingga tidak terekspose disini. Email saya adalah [email protected]
Berharap dapat mendapatkan data diri Saudaraku Relawan sehingga kami bisa mewujudkan harapan Saudaraku Relawan sebagaimana komentar kali pertama di situs ini
Salam
Sastra -Kamaprov PMI Bali