Pak Gubernur pun singgah ke stand PMI

Dalam rangka memeriahkan HUT Provinsi Bali ke 50 serta HUT Kemerdekaan RI ke 63, Pemerintah Provinsi Bali menggelar kegiatan bersama antara Instansi/Badan Pemerintah, Instansi/Lembaga terkait pada khususnya serta masyarakat Bali pada umumnya dalam tajuk “Pameran Pembangunan 2008”.

Pameran Pembangunan merupakan kegiatan rutin Pemerintah Provinsi Bali yang dilaksanakan setahun sekali. Dan seperti tahun-tahun sebelumnya, Pameran Pembangunan kali ini dilaksanakan dengan mengambil tempat di Lapangan Kapten Japa – Denpasar pada tanggal 14 – 23 Agustus 2008. Pada kegiatan ini masing-masing lembaga/instansi saling mempublikasikan aktifitas mereka baik dalam bentuk media material (brosur, poster dll) sampai dengan bentuk audio visual (film). Sedangkan pada sisi lainnya, stand-stand penjualan juga berderet turut meramaikan Pameran Pembangunan 2008 yang menyerupai Pasar Rakyat.

Palang Merah Indonesia (PMI) bersama dengan Unit Tranfusi Darah (UTD) dan Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PDDI) turut meramaikan kegiatan ini. Berbagai media publikasi ditampilkan dengan tujuan untuk lebih memperkenalkan dan mendekatkan Program dan Kegiatan PMI kepada masyarakat, khususnya pengunjung pameran. Selain itu pengunjung juga dapat melakukan Tes Darah atau Donor Darah, serta pada malam-malam tertentu pengunjung bisa mendapatkan Hiburan-hiburan serta Door Prize disini.

Dan menjadi sesuatu hal yang sangat istimewa pada Pameran Pembangunan kali ini adalah karena pada tanggal 14 Agustus 2008 pasca acara pembukaan, Bapak Gubernur beserta jajarannya berkesempatan mampir di stand PMI setelah sebelumnya singgah di stand Pemkot Denpasar. Disini Bapak Gubernur tampak tertarik untuk melihat lebih lama daftar para Donor Darah Sukarela yang telah menyumbangkan darahnya ke PMI lebih dari 100 kali. PMI merupakan satu dari beberapa stand yang sempat disinggahi Bapak Gubernur.

Sosialisasi, Informasi dan Publikasi melalui pembukaan stand Pameran cukup memberikan nilai plus buat keberadaan PMI maupun bagi masyarakat sekitar, dimana PMI bisa lebih dikenal masyarakat sekitar dan masyarakatpun bisa mendapatkan informasi terkait pengetahuan maupun ketrampilan yang dimiliki PMI yang mungkin kedepannya diperlukan sehingga dapat langsung diaplikasikan penggunaannya.

Taufan

p

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *