
Kasus flu burung yang sudah menyebar di beberapa wilayah Indonesia suatu saat akan jadi pandemi jika tidak ada tindakan preventif sejak dini baik dari pemerintah dan masyarakat
Guna meningkatkan kewaspadaan akan infeksi virus Avian Influenza (AI) atau flu burung, kerjasama lintas sektoral sangatlah diperlukan untuk menanggulangi dan mencegah pandemi flu burung ini. PMI sebagai salah satu sektor yang peduli dan mempunyai peran serta akan hal tersebut mengadakan pelatihan fasilitator penangulangan flu Burung yang didukung oleh IFRC. Pelatihan ini difokuskan di 5 provinsi yang rentan akan infeksi flu burung ini, seperti Jawa tengah, Jawa Barat, Jogyakarta, Bali dan Jatim.
Di Bali sendiri pelatihan ini diselengarakan selama 3 hari, 29-31 januari 2007, bertempat di Pusdiklat PMI Bali. Para peserta difokuskan dari kabupaten atau PMI cabang yang rentan seperti Denpasar, Jembrana, Bangli, Tabanan dan Klungkung dan perwakilan dari staff dan Satgana PMI Daerah Bali serta MAT (Medical Action Team).
Tim pelatih berasal dari dinas kesehatan dan peternakan daerah Bali, PMI dan IFRC. Selain dibekali ilmu tentang ‘flu burung’, para peserta juga diberi kesempatan untuk mempraktekkan ilmunya yaitu terjun langsung memberi penyuluhan tentang flu burung ke masyarakat. Tempat yang disasar adalah pasar Badung, yang notabene penuh berbagai jenis komunitas, mulai dari pedagang daging, buah, kebutuhan sehari-hari dan pembeli.
Peserta sangat antusias dan enjoy dalam pelatihan ini, karena tidak hanya dicekokin ilmu tapi juga banyak games yang bisa menghilangkan kejenuhan dan dari pelatih sendiri bisa mengemas dengan sedemikian rupa sehingga pelatihan ini menarik meskipun peserta berasal dari berbagai kalangan, umur dan pengalaman mulai dari pengurus, staff PMI dan relawan.
Dari pelatihan ini diharapkan peserta bisa berperan aktif di masyarakat dalam upaya penanggulangan dan pencegahan pandemi ‘flu burung’, salah satunya memberi informasi yang benar dan akurat Sehingga kemungkinan terinfeksi flu burung dapat ditekan. p