Pelatihan Jurnalistik dan Reporter, PMI Cabang Se-Bali


Peserta Pelatihan Jurnalistik dan Reporter

Untuk pertama kalinya PMI Daerah Bali menggelar Pelatihan Jurnalistik dan reporter yang diikuti oleh peserta dari PMI Cabang Se-Bali. Latar belakang dilaksanakannya Pelatihan ini adalah karena PMI Daerah Bali menginginkan adanya SDM-SDM terlatih dalam upaya sosialisasi, informasi dan publikasi di masyarakat. Sehingga kegiatan PMI Cabang dapat terpublikasikan oleh keberadaan SDM tersebut serta kebutuhan akan berita melalui media yang dimiliki PMI Daerah Bali seperti Buletin, Website sampai dengan blog dapat terpenuhi.

Kegiatan Pelatihan ini dilaksanakan pada tanggal 30 Agustus 2007 s/d 1 September 2007 bertempat di Training Centre PMI Daerah Bali. Peserta berjumlah 25 orang yang berasal dari unsur Staff dan relawan PMI Cabang Se-Bali kecuali PMI Cabang Karangasem yang hanya mengirimkan 1 relawannya. Juga terdapat 3 orang utusan dari PMI Daerah Bali, sehingga Total Peserta keseluruhan adalah 28 orang.

Sedangkan materi yang disampaikan antara lain tentang Pengenalan Media dan Manajemen Redaksi, Teknik Wawancara, Dasar Foto Jurnalistik, Teknik Menulis Berita Langsung, Teknik Menulis Berita Kisah, Teknik Menulis Artikel dan Teknik Pembuatan Press Release. Selain penyampaian materi juga diberikan penugasan-penugasan untuk melatih ketrampilan dari masing-masing peserta. Selain materi dan penugasan juga dilaksanakan diskusi bebas dengan tema ”Media PMI : Perjalanan dan Perkembangannya”. Hadir dalam diskusi ini antara lain perwakilan Buletin Ganesa Humanity Pers (GHP) yang dimiliki rekan dari Universitas Mahasaraswati, perwakilan Buletin Sumbangsih serta Perwakilan Media PMI Pusat yang dihadiri oleh Ibu Aswi sebagai Kepala Divisi Komunikasi dan Savitri Dewi sebagai Humas.

Pada hari terakhir, Peserta mendapatkan penugasan berupa pembuatan Sebuah Buletin untuk masing-masing kelompok, dimana terdapat 4 kelompok yang masing-masing kelompok beranggotakan 7 orang. Setiap kelompok bertugas membuat susunan redaksi, menentukan rubrik sampai dengan pengisian buletin dan lay outnya. Setelah menyelesaikan Buletin, masing-masing kelompok mempresentasikan hasil tersebut dan kemudian peserta lainnya diberikan kesempatan untuk memberikan kritik, komentar maupun masukan sebelum Tim evaluasi memberikan gambaran secara umum terkait media yang dihasilkan tersebut. Pada session akhir kegiatan dilaksanakan pembahasan Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL) sebagai gambaran bahwa pelatihan tidak berhenti sampai disitu saja.

Pelatihan Jurnalistik dan Reporter memang untuk yang pertama kali dilaksanakan, namun bukan berarti bahwa hasil dari Pelatihan ini tidak dapat memberikan kontribusi yang maksimal buat perkembangan upaya Sosialisasi, informasi dan publikasi di PMI khususnya di wilayah Bali. Dengan semangat dan kerja keras yang ada selama Pelatihan diharapkan dapat menjaga kesinambungan serta peningkatan upaya-upaya tersebut. p

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *