Pelatihan Peer Informator HIV & AIDS

HIV merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Berbicara tentang HIV tidak terlepas dari AIDS yakni  kumpulan kejala penyakit yang timbul akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh manusia. Salah satu penyebaran virus tersebut yaitu melalui Transfusi Darah. Palang Merah Indonesia yang merupakan organisasi kemanusiaan yang diberikan mandat untuk memberikan pelayanan transfusi darah, setidaknya harus mengetahui informasi yang benar tentang HIV dan AIDS, bagaimana penularan serta pencegahannya. Informasi ini nantinya akan diinformasikan kepada masyarakat khusunya kepada calon pendonor. Maka dari itu, PMI Provinsi Bali mengadakan pelatihan Peer Informator untuk Staff UDD (Unit Donor Darah) dan Staff Markas Tahun 2013, yang didukung oleh Hongkong Red cross (HKRC)

Kegiatan yang diadakan dari tanggal 19 s.d 21 maret ini, tentu saja diikuti oleh perwakilan Staff UDD dan Staff Markas PMI Kabupaten/Kota Se-Bali. Pada pelatihan ini, para fasilitator yang merupakan lulusan dari Fasilitator Inti HIV dan AIDS, lebih mengajak peserta untuk sharing ilmu dan informasi terkait pengertian, pencegahan dan penularan HIV dan AIDS, bagaimana memberikan dukungan terhadap ODHA (Orang Dengan HIV dan AIDS), serta cara mengkomunikasikannya kepada masayarakat nantinya. Selain itu, peserta juga didatangkang narasumber dari RSUP Sanglah dan UDD PMI Provinsi Bali untuk berbagi ilmu tentang Prosedur VCT (Voluntary Counselling and Testing) atau Konseling dan tes Sukarela, serta Proser dan Prosedur Darah yang Aman. Semua informasi yang diberikan, dikemas dalam bentuk sharing informasi yang interaktif dan menyenangkan sehingga semua peserta sangat antusias menyimak informasi yang disuguhkan kepada mereka.

Pelatihan yang dilaksanakan di Pusdiklat PMI Provinsi Bali ini, diharapkan  peserta mampu memberikan informasi yang benar tentang HIV dan AIDS, dan bisa mengajak masyarakat khusunya pendonor yang positif HIV untuk melakukan VCT serta mengurangi diskriminasi masyarakat terhadap ODHA. Harapannya pula, dengan dibentuknya Peer Informator ini, paling tidak bisa menekan angka penyebaran virus HIV di masyarakat khusunya di Bali. (~dewa~) p

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *