
Foto bersama peserta Pentaloka Penyusunan Perencanaan
Palang Merah Indonesia Daerah Bali, dalam memaksimalkan peran serta aktifitasnya di masyarakat dalam upaya pelayanan yang diberikannya. Dalam kaitan ini berkenaan dengan makin maraknya kejadian bencana alam di Inidonesia, maka dibentuklah Tim Satuan Siaga Bencana Tingkat Desa yang berlokasi di beberapa desa rawan bencana yang ada di Bali. Dengan adanya Tim SIBAD yang telah terbentuk, ketika terjadi bencana maka yang pertama kali memberikan bantuan dan pertolongan adalah mereka, Tim SIBAD tersebut.
Tim SIBAD yang telah dibentuk sebelumnya telah dilatih untuk upaya-upaya kesiapsiagaan pengurangan resiko bencana dan juga penaggulangan bencana. Dalam pelatihan yang mereka lakukan sebelumnya, mereka mendapatkan materi terkait upaya-upaya kegiatan pencegahan bencana dan upaya pelaksanaan tanggap darurat (operasi penanggulangan bencana). Dengan pelatihan tersebut setidaknya Tim SIBAD diharapkan mampu memberikan bantuannya untuk fase tanggap darurat sebelum datangnya Tim SATGANA dari PMI Cabang.
Sebagai langkah evaluasi serta menindaklanjuti keberadaan Tim SIBAD yang ada di masing-masing Cabang untuk kedepannya maka PMI Daerah Bali menggagas pertemuan bertajuk Penataran dan Lokakarya Penyusunan dan Perencanaan yang dilaksanakan di PMI Daerah Bali pada tanggal 28-30 September 2006. Peserta dalam kegiatan ini adalah Para Komamdan Tim Sibad yang telah terbentuk di masing-masing PMI Cabang, Kepala Markas PMI Cabang serta Staff PB dari masing-masing Cabang, serta beberapa Fasilitator yang berasal dari PMI Daerah Bali.
Dalam Lokakarya tersebut disampaikan beberapa materi antara lain tentang Pengantar Manajemen Bencana, Media Publikasi dan Dokumentasi, Penyusunan Proposal, Penyusunan Term of Reference (ToR), serta materi Perencanaan Pelatihan. Selain beberapa materi tersebut juga dilaksanakan latihan untuk pembuatan media release, penyusunan proposal kegiatan beserta anggarannya serta pembuatan ToR untuk perencanaan sebuah pelatihan yang dilaksanakan oleh masing-masing cabang.
Kegiatan dilanjutkan dengan penyusunan Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL) untuk masing-masing cabang sebagai gambaran apa yang akan dilakukan PMI Cabang serta Tim SIBAD yang dimilikinya. Setelah menyelesaikan pembahasan tentang RKTL maka acara untuk selanjutnya adalah penutupan sebagai tanda benrakhirnya acara lokakarya.
Terbentuknya Tim SIBAD yang ada di masing-masing Cabang merupakan prestasi yang luar biasa bagi PMI Daerah Bali. Namun tantagan besar yang harus dihadapi PMI Cabang khusunya dan PMI Daerah pada umumnya adalah dalam hal keberlanjutannya, selain Tim yang ada memberikan manfaat kepada masyarakat, juga diharapkan terbentuknya Tim-tim lainnya di masing-masing desa yang ada di Bali untuk lebih memaksimalkan upaya kesiapsiagaan bencana. Sehingga ketika bencana terjadi, segala sesuatunya sudah terstruktur dengan baik. PMI Cabang maupun PMI Daerah hanya akan turun tangan ketika kapasitas Tim SIBAD, maupun SATGANA Cabang tidak dapat menanganinya. p
Salam kenal,saya ika pembina PMR SMP N 2 Pangkal Pinang,saya baru 2 bulan menjadi pembina Pmr,saya sangat haus informasi tentang pmr.saya mau minta informasi tentang format penyusunan RKTL?Terima kasih.
Salam kenal sy relawan pmi cabang kota depok jabar kebetulan sbg wk skrt pc dpk, sangat mengharapkan informasi-informasi berkaitan dgn kegiatan maupun perkembanagn pmi
salam pmi,nama sy musliadi stff PB PMI Cabang Aceh Jaya,saya sngat tertarik dgn adanya informasi ttg PMI tapi sy mminta ttg TOUR HUT PMI
salam kemanusian, saya relawan PMI cab aceh jaya. saya sangat tertarik dengan kegiatan yang di adakan oleh PMI bali. boleh dong se kali-kali ajak kita ikutan untuk berbagi pengalaman…