PMI Bali Ngayah bareng Relawan


Secara harfiah ngayah berarti melakukan pekerjaan tanpa mendapat upah (kamus Bali-Indonesia,1990). Inilah yang dilakukan Relawan PMI Daerah Bali dalam kesempatan upacara Karya Agung Tawur Panca Bali Krama di Pura Besakih. Kegiatan yang dilakukan adalah membuka pelayanan panti pijat yang diperuntukan bagi para pemangku/sulinggih (sebutan pendeta dalam umat hindu) serta para pengayah lainnya. Relawan PMI Daerah Bali yang mengikuti ngayah ini, berjumlah 24 orang (8 orang berasal dari relawan PMI Dearah Bali, 4 orang berasal dari KSR-PMI WB STIKOM Bali, dan 12 orang dari adik-adik PMR PMI Cabang Klungkung). Kegiaan ngayah ini, dikoordinir oleh petugas posko (I.B Mahendra dan Dedy Rimbawan) yang dilaksanakan pada tanggal 3 – 5 April 2009.

Pada awal kegiatan tanggal 3 april 2009, relawan melaksanakan persembahyangan bersama di Pura Besakih sebelum melaksanakan ngayah bersama. Pada malam harinya, teman-teman berinisiatif untuk memutar film wayang cenk-blonk yang bertepat di Balai pesucian. Pemutaran film disambut baik oleh para Pemedek (pejiarah), Pengayah serta para pemangku. Terbukti dengan membludaknya para penonton wayang cenk-blonk.

Hari berikutnya, relawan sempat kebingungan dengan panitia, karena pos panti pijat selalu berubah-ubah. Pos pertama ditempatkan di Pos 1 kesehatan Dinkes Provinsi Bali. Karena tempat yang tidak strategis dan kurang kondusif, maka koordinator pelaksanaan ngayah meminta ijin kepada panitia untuk meminta tempat di Pos 2 Dinkes provinsi Bali, yang letaknya di belakang wantilan Sasana Budaya (tempat pementasan Sendra Tari).
Kegiatan yang difokuskan pada tanggal 4 April 2009 ini, mangundang perhatiaan banyak Pemangku/Sulinggih serta pengayah lainnya, sehingga relawan kewalahan mengkoordinir jalannya kegiatan. Peserta yang mengikuti pemijatan membludak mencapai 40 orang, sehingga diadakannya sistem antri. Namun, kegiatan berjalan lancar sesuai harapan kita. Pada malam harinya, tawaran datang lagi dari para sulinggih dan pemangku yang menyarankan memutar film wayang Cenk-Blonk kembali. Namun kali ini, penonton semakin membludak karena lokasi pemutaran wayang yang startegis yaitu di wantilan Sasana Budaya.Hari terakhir, pelaksanaan ngayah masih dilaksanakan dengan pembukaan pos panti pijat kembali yang berakhir pada pukul 12.00 wita. Yang dilajutkan dengan pembubaran tim relawan yang ngayah.

Dedy – posko p

One thought on “PMI Bali Ngayah bareng Relawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *