Denpasar — Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bali turut ambil bagian dalam peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) 2026 yang digelar di BPBD Provinsi Bali, Rabu (7/10/2026). Dalam kegiatan tersebut, PMI menampilkan capaian Program Siap Siaga PMI serta berbagai dokumen dan materi terkait pengurangan risiko bencana kepada para pengunjung.
Bulan Oktober menjadi momentum peringatan PRB yang tahun ini mengusung tema lokal “Bali Era Baru, Hijau, Tangguh, dan Sejahtera.” Kegiatan dikemas melalui kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, organisasi kemanusiaan, sektor swasta, komunitas, hingga para pelaku pengurangan risiko bencana di Bali.
Keikutsertaan PMI Provinsi Bali dalam pameran menjadi kesempatan untuk memperkenalkan berbagai upaya yang telah dilakukan PMI dalam pengurangan risiko bencana, peningkatan kesiapsiagaan, serta penguatan kapasitas masyarakat.
Staf Bidang Penanggulangan Bencana PMI Provinsi Bali Putu Andi Wahydiatmika menyampaikan bahwa dalam pameran kali ini, PMI menampilkan berbagai capaian program Siap Siaga dalam pengurangan risiko bencana sekaligus mengenal lebih jauh peran PMI dalam membangun masyarakat yang tangguh menghadapi bencana.
“Kami mendapat feedback yang bagus dari para pengunjung. Ini juga bisa menjadi media kami di PMI untuk penyebaran informasi berbagai kegiatan yang telah dilakukan selama ini,” ungkapnya.
Ketua FPRB Provinsi Bali I Putu Suta Wijaya mengapresiasi keterlibatan berbagai organisasi dalam kegiatan tersebut, termasuk PMI.
“Ini benar-benar acara gotong royong yang tidak lepas dari dukungan seluruh komponen pelaku pengurangan risiko bencana di Bali, baik individu maupun organisasi, termasuk PMI di dalamnya,” ujarnya.
Menurutnya, pameran menjadi ruang bagi organisasi dan para pelaku pengurangan risiko bencana untuk memperlihatkan kontribusi serta program yang telah mereka jalankan, khususnya dalam pengurangan risiko bencana di Bali.
Selain pameran, kegiatan juga dirangkaikan dengan peluncuran Gerakan Bali Menanam yang mengajak masyarakat turut menjaga kehijauan Bali melalui penanaman dan pemeliharaan pohon. Rangkaian kegiatan juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada berbagai pihak yang dinilai konsisten berkontribusi dalam pengurangan risiko bencana. (Pur)