PMI Cetak Agen – Agen Spesialisasi HIV dan AIDS

 

HIV dan AIDS masih menjadi momok yang menakutkan di masyarakat adanya STIG­MA yang terkesan mendiskriminasi ODHA (Orang Dengan Hiv Aids) serta pemahaman terkait virus ini masih sangat awam dipahami. PMI Propinsi Bali hari ini (25/2) bekerjasama dengan Hongkong Red Cross (HKRC) kembali mencetak Relawan – Relawanya yang mengkhususkan diri dalam hal Pelatihan Spesialisasi HIV dan AIDS yang dilaksanakan dari tanggal 19 – 25 Februari 2013. Jumlah total peserta yang mengikuti pelatihan ini sebanyak 30 orang yang merupakan pelaksanaan program HIV dan AIDS  perwakilan 3 (tiga)  wilayah target yaitu Badung, Denpasar dan Buleleng  yang merupakan terget , serta melibatkan yayasan yang bergerak dibidang penanggulangan  HIV & AIDS,  dan Pelatih HIV dan AIDS yang berasal dari PMI Provinsi DKI Jakarta.

Adapun tujuan dari pelatihan kali ini adalah mencetak fasilitator HIV dan AIDS dengan metode Pendidik Remaja Sebaya (PRS) di wilayah target. Fasilitator yang dihasilkan ini kemu­dian akan membuat jejaring baru di tingkat remaja sebaya mereka, yang nantinya akan menjadi agen – agen untuk menyebarkan informasi tentang HIV – AIDS di masyarakat.

Pelatihan yang dibuka oleh Waka II Pengurus PMI Provinsi Bali, dr. I Gusti Ngurah Oka dan ditutup oleh Sekretaris Pengurus PMI Provinsi Bali, Dr. I Gusti Lanang Made Rudiartha,MHA, berhasil mencapai target yang ditentukan dengan menetapkan point standarisasi 81 Point dengan nilai tertinggi didapatkan oleh Peserta dari PMI Kota Denpasar.

Bapak Sekretaris Pengurus PMI Provinsi Bali dalam sambutanya menyampaikan PMI Provinsi akan memonitoring dan melakukan evaluasi terkait dengan hasil dari pelatihan ini dimasing masing wilayah target dan nantinya diharapkan peserta bisa mendiseminasikan dan mensosialisasikan tentang apa itu HIV dan AIDS serta bagaimana cara mengatasinya. Perlu diketahui bersama saat ini bali masih menempati urutan ke-3 di Indonesia terkait dengan “STIGMA” dan kasus penyebaran virus mematikan ini. Kerjasama semua pihak dalam mendiseminasikan dan memberikan pemahaman kepada masyarakat akan sangat membantu dalam mencegah dan cara penanganan penyebaran virus mematikan ini. | sudiantara. p

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *