PMI gelar TTX Regional Bali Nusra

TTX
Palang Merah Indonesia (PMI) sebagai organisasi social kemanusiaan di Indonesia, dalam pelaksanaan program dan kegiatannya salah satu yang paling popular adalah kegiatan penanggulangan bencana. Wajar saja, karena dimana ada bencana maka hamper dipastikan bendera PMI ikut berkibar di sana dalam pelaksanaan operasi tanggap darurat bencana sampai dengan pada fase pemulihan.

Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa jauh sebelum itu PMI telah menyiapkan sebuah system Penanggulangan Bencana yang merupakan sistem yang dibangun oleh Palang Merah Indonesia untuk meningkatkan pelayanan Penanggulangan Bencana kepada masyarakat. Kegiatan-kegiatan yang dibangun oleh palang Merah Indonesia adalah dengan membentuk Protap Penanggulangan Bencana, Rencana Kontinjensi bencana, Pelatihan-pelatihan untuk peningkatan kapasitas SDM PMI serta lainnya untuk upaya peningkatan kualitas pelayanan organisasi PMI.

Peningkatan Kapasitas pelayanan Penanggulangan bencana dilaksanakan dari tingkat Pusat hingga tingkat kabupaten/kota Se-Indonesia tidak terkecuali palang Merah Indonesia di Wilayah timur Indonesia seperti PMI Provinsi Bali, PMI provinsi NTB dan PMI Provinsi NTT. Wilayah yang tergabung dalam lingkungan Regional timur ini menjadi salah satu wilayah yang memiliki tingkat kerawanan terjadi bencana. Beberapa bencana yang pernah terjadi seperti Teror Bom di Bali, Banjir Di NTB, Gunung Meletus di NTB, Banjir bandang di NTT serta lain sebagainya menjadi perhatian khusus di lingkungan palang Merah Indonesia.

Untuk itu Sistem Penanggulangan Bencana yang baik menjadi salah satu kegiatan yang harus ditingkatkan dalam peningkatan pelayanan PMI. Dalam kaitan tersebut melalui bantuan dari PMI Pusat kepada PMI di Wilayah Regional khusus Bali Nusra dilaksanakan kegiatan penyusunan perencanaan kontinjensi serta mensimulasikannya dalam bentuk table Top untuk menguji respon serta sistem penanggulangan bencana di PMI khusunya di wilayah regional Timur.

Kegiatan diawali dengan pelaksanaan penyusunan rencana kontinjensi yang dilaksanakan pada tanggal 24-28 Mei 2015 dan selanjutnya akan dilaksanakan dengan kegiatan Table Top Exercise (TTX) atau simulasi yang dilaksanakan pada tanggal 4-6 Juni bertempat di B Hotel, Jl. Imam Bonjol – Denpasar. Kegiatan TTX secara resmi dibuka oleh Bapak Letjen (Purn) H. Sumarsono, SH yang merupakan Pengurus PMI Pusat, Ketua Bidang Penanggulangan Bencana didampingi Ibu Christie yang merupakan perwakilan IFRC dan Bapak Drs. I Nyoman Puasha Aryana, M.Si selaku Wakil Ketua Pengurus PMI Provinsi Bali Bidang PB dan Relawan.

“Dengan kejadian Gempa dan Tsunami Aceh, menyadarkan masyarakat bahwa kita hidup di Daerah Bencana” seperti disampaikan Bapak Sumarsono dalam sambutannya. “Dan kegiatan TTX yang sedang dilaksanakan adalah dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas PMI dalam kesiapsiagaan dan tanggap darurat bencana” lanjutnya. Adapun peserta dalam kegiatan simulasi ini berjumlah 30 (tiga) puluh orang yang merupakan perwakilan dari PMI Pusat, PMI Provinsi Bali, NTB dan NTT serta melibatkan BPBD Provinsi Bali, Pusdalops PB Provinsi Bali, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, SAR, BMKG, TNI dan POLRI.

Melalui kegiatan ini diharapkan bahwa apa yang menjadi tujuan kegiatan dimana PMI Provinsi Bali, NTB dan NTT memiliki Rencana Kontinjensi gempa Bumi Dan Tsunami, PMI Pusat memiliki sistem Mobilisasi relawan terlatih SATGANA di tingkat regional Bali Nusra serta PMI Provins Bali, NTB dan NTT memahami sistem mobilisasi relawan di tingkat regional dapat tercapai. p

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *