PRS Denpasar Sebar Informasi Perilaku Beresiko Melalui FGD

Pasca pelatihan fasilitator PRS yang dilaksanakan oleh PMI Kota Denpasar pada tanggal 16 – 21 April 2013, tercetaklah 23 fasilitator Pendidik Remaja Sebaya (PRS) HIV & AIDS PMI Kota Denpasar. Dan sebagai tindak lanjut dari pelatihan tersebut, alumni peserta pelatihan, yang berasal dari remaja-remaja palang merah yang tergabung di PMR dan KSR seKota Denpasar, tersebut diwajibkan untuk dapat berbagi informasi tentang bahaya perilaku beresiko khususnya yang berhubungan dengan HIV & AIDS kepada teman-teman remaja sebayanya melalui metode FGD (Fokus Grup Diskusi). Setiap fasilitator PRS PMI Kota Denpasar nantinya diharapkan dapat melaksanakan FGD minimal sebanyak 5 kali kepada 10 orang remaja sebaya.

Setelah berbagai persiapan, akhirnya mulai tanggal 18 Mei 2013, dari 23 fasilitator PRS PMI Kota Denpasar, 5 fasilitator telah mulai melaksanakan kewajibannya. Tercatat pada tanggal tersebut telah tersasar 50 orang remaja dari 2 sekolah. Dan secara bertahap fasilitator lainnya juga akan melaksanakan kegiatan serupa sehingga diharapkan akan tersasar 230 remaja sebaya.

Dalam kegiatan FGD ini, para remaja diajak untuk berbagi informasi tentang bahaya dari perilaku beresiko. Dengan penekanan bahwa para fasilitator yang juga merupakan remaja bukanlah guru yang mencoba mengajari sebuah mata pelajaran, namun teman yang mengajak untuk “curhat-curhatan” dan “ngegosip” tentang bahaya perilaku beresiko. Dengan cara ini diharapkan para remaja dapat lebih terbuka dan memahami informasi yang disampaikan.

Dari beberapa remaja yang dicoba untuk dimintakan pendapatnya mengenai kegiatan ini, secara umum menyambut baik kegiatan FGD ini dengan cara yang disampaikan sehingga para remaja tidak merasa digurui atau diceramahi, bahkan bebeapa remaja ini merasa tertarik untuk ikut terlibat lebih jauh dengan kegiatan PRS ini.| Amin p

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *