
Kamis, 25 September 2008 menjadi moment yang sangat penting bagi semua institusi dan lembaga yang memiliki tugas dan tanggung jawab ketika terjadi bencana, karena pada saat tersebut bertempat di Gedung Wiswa Sabha Kantor Gubernur Bali dilaksanakan Rapat Koordinasi Pimpinan SATKORLAK Provinsi Bali dan SATLAK Kabupaten/Kota se-Bali. Kegiatan merupakan hasil kerjasama Pemerintah Provinsi Bali dan Palang Merah Indonesia (PMI).
Kegiatan secara langsung dibuka oleh Gubernur Bali Bapak Mangku Pastika sekitar pukul 12.00 Wita. Pada sambutannya Gubernur menyampaikan bahwa rakor yang diselenggarakan sekarang ini bertujuan meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan musimyang terjadi serta dapat menyusun langkah-langkah kebijakan pelaksanaan penanggulangan bencana. Kegiatan juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Bali, Kepala Dinas/Badan di lingkungan Provinsi Bali serta perwakilan Bupati dan Walikota se-Bali. Kegiatan juga dihadiri tamu dari perwakilan GTz dan Palang Merah Prancis.
Kegiatan Rakor diawali dengan penyampaian Makalah Oleh Bupati Karangasem yang menjabarkan kondisi Kab. Karangasem baik kondisi alam maupun topografi yang dipresentasikan dalam bentuk filem pendek. Penyampaian makalah kedua oleh Perwakilan Badan Nasional Penanggulanan Bencana (BNPB) yang mensosialisasikan UU No 24 tahun 2007. Pemalakah ketiga dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) menyampaian tentang kondisi cuaca terkait perubahan musim. Pemakalah keempat yang berasal dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali secara garis besar menyampaikan aktifitas dan kegiatan Dinas Kesehatan dalam kaitan bencana. Dinas Sosial sebagai pemakalah kelima menyampaikan aktifitasnya terkait bencana serta SDM yang dimilikinya dalam kaitan bencana. Sebagai pemakalah keenam, DInas Pekerjaan Umum (PU) juga menyampaikan peran serta kegiatan Dinas PU dalam kaitan tersebut. Dan PMI sebagai penyampai makalah ketujuh/terakhir menyampaikan program, aktifitas PMI serta sumber daya dalam kaitan kesiapsiagaan sampai dengan penanganan bencana.
Memasuki sesi diskusi dengan dimoderatori Bapak Gede Sudiartha (Penasehat GTz) telah mengundang cukup banyak peserta Rakor yang antusias untuk menyampaikan pertanyaannya seperti dari Kwarda Pramuka, Kanwil Agama, Orari Daerah, Pemkab Jembrana, RSUP Sanglah, Pemkab Klungkung, Univ. Mahasaraswati serta perwakilan Menwa. Secara umum dapat ditarik sebuah garis merah adalah bahwa diperlukan tindak lanjut untuk menjalin komunikais dan koordinasi sampai dengan simulasi, sehingga masing-masing elemen bisa mengetahui kekuatan dan peralatan yang ada dan dengan simulasi tersebut diharapan adanya kepastian selain peran masing-masing juga peralatan yang ada benar-benar berfungsi dan bisa dipakai.
Pada akhir kegiatan, moderator juga memberi kesempatan kepada perwakilan GTz serta Palang Merah Perancis untuk menyampaikan Program dan Kegiatannya terkait keberadaan mereka di Bali. Kegiatanpun ditutup oleh moderator tepat pada pukul 16.00 Wita.
Taufan p