
Untuk mendapatkan SDM-SDM yang berkualitas dalam pelaksanaan kegiatan kemanusiaan PMI, yang dapat diterapkan secara merata di jajaran PMI di semua wilayah. Untuk itulah sejak beberapa tahun terakhir, PMI Pusat mendengung-dengungkan Pola Standarisasi dalam kegiatan Pelatihan yang dilaksanakan PMI baik di tingkat Pusat, Provinsi sampai dengan Kabupaten/Kota. Kegiatan ini mencakup kurikulum Pelatihan, Kompetensi pelatih sampai dengan proses yang harus dilalui seseorang sebelum di angkat menjadi seorang Pelatih pada Kompetensi tertentu.
Menyikapi hal itu, PMI Provinsi Bali sebagai tindak lanjut dari perihal di atas menggelar kegiatan dengan tajuk “Rapat Kerja Pelatih PMI se-Bali” pada tanggal 26 Maret 2010 bertempat di Markas PMI Provinsi Bali, Jl. Imam Bonjol Km.3 No 182 Denpasar. Kegiatan dihadiri oleh jajaran unsur Pelatih PMI se-Bali serta jajaran Staff PMR-Relawan/SDM sebagai pelaksana teknis lapangan. Dalam kegiatan ini, selain difasilitasi oleh Bapak Budi Suharjo (Kabid. Program PMI Prov. Bali), juga secara khusus di datangkan Sdri. Yuli Arinta (Staff Pusdiklat) Kantor Pusat PMI.
Kegiatan yang dilaksanakan selama satu hari ini berujung pada pembentukan sebuah Tim Pelatih PMI Bali nantinya bertugas mendukung kegiatan PMI Provinsi Bali dalam kegiatan Pendidikan dan Latihan maupun pengembangan SDM. Sampai dengan berakhirnya kegiatan, telah dihasilkan draft pembentukan Tim Pelatih yang untuk selanjutnya akan disempurnakan lagi oleh Tim Kecil yang beranggotakan 10 orang hasil kesepakatan rapat kerja Pelatih tersebut denganĀ Koordinator Sdr. I Wayan Winata (Plt. Kabid Program).
“Saya sangat senang berada di tengah-tengah Bapak/Ibu sekalian pada Rapat kerja Pelatih, ini membuktikan bahwa PMI Bali komit untuk terus melaksanakan standarisasi Pelatihan”, penyampaian Ibu Yuli dari Pusdiklat pada saat kegiatan penutupan.
Dan akhirnya Bapak Sastra Atmaja selaku Kepala Markas PMI Provinsi Bali menutup secara resmi kegiatan Rapat Kerja Pelatih. Rapat kerja boleh selesai, namun tugas-tugas sekitar pelatihan masih banyak yang menunggu, dan kegiatan Rapat kerja Pelatih setidaknya telah memberikan pencerahan kepada para Pelatih serta SDM Kabupaten/Kota untuk tetap menjaga kualitas hasil Pelatihan dengan penerapan Standarisasi Pelatihan.
Taufan p