
Pulau Bali terbagi atas 8 (delapan) kabupaten dan 1(satu) Kota dimana memilki karakter , topologi geografis wilayah serta budaya yang berbeda beda. Setiap wilayah di Bali sudah terdapat markas Palang Merah Indonesia (PMI) yang berlokasi di masing masing Kabupaten dan Kota. Hal ini bertujuan untuk lebih mendekatkan organisasi atau perhimpunan yang bergerak dalam bidang kemanusiaan ini serta memiliki tujuan untuk memberikan pelayanan sosial kepada masyarakat lebih cepat baik dalam saat bencana maupun pada kondisi siaga.
PMI Provinsi Bali pada 7 Maret 2014 telah melaksanakan Rapat Koordinasi yang mengundang seluruh Kepala Markas PMI Kabupaten dan Kota se- Bali. Hal ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dan sharing informasi terkait dengan perkembangan yang terjadi di PMI. Rakor yang dibuka langsung oleh Sekretarris Pengurus PMI Provinsi Bali, dr. I Gusti Lanang Made Rudiartha.MHA bertempat di markas PMI provinsi Bali di Jl. Imam Bonjol Km. 3 No 182 Denpasar Barat membahas mengenai isu isu yang sedang berkembang di tingkat Nasional setelah sebelumnya telah dilaksanakan MUKERNAS di PMI Pusat. Dalam Rakor kali ini beliau menyampaikan perkembangan program PMI yang akan dilaksanakan pada tahun 2014 dan 2015 serta informasi mengenai perkembangan RUU Kepalangmerahan. Hadir juga dalam pertemuan kali ini Pengurus yang membidangi Penanggulangan Bencana dan Relawan Drs. I Nyoman Puasha Aryana S.Sos, M.Si yang mempresentasikan aktivitas dan perkembangan PMI dalam hal penanggulangan Bencana di Indonesia. Serta Pengurus bidang organisasi Drs. I Wayan Riman Aryadi.
Dalam Rakor kali ini juga memaparan dari PMI Provinsi Bali tekait dengan program program unggulan atau prioritas yang akan dilaksanakan pada tahun 2014. Hal ini bertujuan untuk mensinkronkan program kerja yang ada di PMI Kabupaten dan Kota sehingga pada prosesnya dalam sejalan. Beberapa kendala masih di alami oleh PMI baik di tingkat Kabupaten dan Kota maupun provinsi. Seperti sarana dan prasarana penunjang dalam hal komunkasi lintas PMI Kabupaten dan Kota serta manajement kemarkasan yang masih mengalami kendala khususnya dukungan pendaaan untuk program kerja di PMI Kabupaten dan Kota.
Dalam tema yang diangkat oleh PMI di tahun 2014 ini adalah “tahun Kualitas”, PMI dengan segala keterbatasan yang dimilikinya selalu berupaya untuk berbenah serta memberikan pelayanan yang maksimal dan berkualitas kepada masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan komitment dari segenap lapisan PMI dalam memberikan pelayanan dalam kondisi bencana PMI dituntut untuk selalu Sigac, Cepat dan Tanggap. Dengan kapasitas relawan yang berlatar belakang generasi muda, PMI berupaya untuk membentuk jiwa jiwa kemanusiaan mulai dari saat remaja sehingga nantinya dapat menjadi agen perubahan untuk aksi kemanusiaan. Peran serta masyarakat dalam mendukung program program PMI masih sangat dibutuhkan sebagai organisasi yang berpegang teguh pada 7 Prinsip dasar gerakan, agar organisasi yang dilahirkan dari dasar keinginan untuk menolong sesama ini dapat terus ada ditengah tengah masyarakat.
Rakor yang ditutup oleh Pengurus bidang Organisasi yang menyampaikan ucapan terima kasih kepada segenap jajaran markas PMI Kabupaten dan Kota atas komiment serta aspirasi yang diberikan dalam Rakor kali ini. Harapan semoga apa yang telah di aspirasikan pada pertemuan kali ini dapat segera ditindak lanjuti sehingga kedepan harapan untuk PMI di masing masing PMI Kabupaten dan Kota dapat menjadi lebih baik. p