
PMI Provinsi Bali dan PMI Kab/Kota Se Bali terus berusaha untuk meningkatkan aktifitas pelayanannya kepada masyarakat yang salah satunya juga diikuti dengan upaya peningkatan kualitas dari pelayanan itu sendiri. Pelayanan ambulans menjadi kegiatan utama yang mendukung upaya kesiapsiagaan di PMI. Untuk itu perlu adanya pelatihan penyegaran ambulans guna meningkatkan kapasitas dan pelayanan ambulans kepada masyarakat.
Kegiatan Pelatihan Penyegaran Petugas Ambulans PMI Kab. Badung, Buleleng, Bangli, Tabanan dan Kota Denpasar ini dilaksanakan selama 5 hari dari tanggal 24 – 28 Mei 2010 yang bertempat di Ruang belajar PMI Provinsi Bali. Peserta dengan jumlah 28 orang yang masing-masing dari 5 kabupaten : Kab. Badung 7 orang, Kota Denpasar 7 orang, Kab. Buleleng 7 orang, Kab. Tabanan 4 orang, dan Kab. Bangli 3 orang.
Materi pelatihan ini adalah kombinasi antara pertolongan pertama dan pelayanan ambulans dengan kurikulum 50 jam antara lain: Operasional Ambulans; Terapi Oksigen; Ekstrikasi, lifting & moving; Mengemudi Ambulans; Desinfektan dan pengendalian infeksi; Penggunaan obat-obatan sederhana; Penilaian penderita; BHD & RJP; Perdarahan, syok dan cidera jaringan lunak & cidera alat gerak; Kasus-kasus medis; Group presentasi; Sharing; Insiden; Simulasi Akhir; Pre & Post Test; Review dan unit test; Pembentukan kelas; Penugasan dan evaluasi; Monitoring. Pelatih dalam pelatihan ini adalah pelatih ambulans dan pertolongan pertama PMI yang dibantu oleh assisten pelatih pertolongan pertama PMI yang keseluruhan pelatih berjumlah 5 orang yaitu: Bapak Eko Wardani, Wayan Derianta, Dr. Mayura, Kadek Sumardika, Ketut Sassu Budi Satwam, yang dibantu juga oleh 2 orang relawan selaku panitia kegiatan yaitu Luh Diah Andayani dan Agus Suyastana.
Rata-rata perubahan pengetahuan peserta sekitar 0.37% yang diperoleh dari rata-rata nilai pre & post test, dan nilai tertinggi diperoleh oleh Sy. Zein Maulana dari Kab. Buleleng dengan nilai rata-rata 97 dari 88 nilai rata-rata keseluruhan peserta. Namun dari 28 orang peserta, 5 orang dinyatakan tidak lulus dalam pelatihan ini karena nilai rata-rata mereka dibawah standar nilai rata-rata. Rata-rata nilai ini diperoleh dari nilai unit test, praktek, group presentasi dan nilai afektif masing-masing peserta.
Diharapkan setelah mengikuti penyegaran ini, semua peserta semakin menguasai teknik pelayanan operasional ambulans, dan pelayanan yang diberikan petugas ambulans PMI lebih maksimal sehingga dapat lebih meningkatkan kualias dan kuantitas layanan kepada masyarakat.
p
PMI Semakin eksis !!!
allow fren……baju dan serifikatnya udah jadi ya???