
Negeri kita Indonesia rawan bencana, dari banjir, tanah longsor sampai bencana luar biasa Tsunami pernah di rasakan rakyat Indonesia. Untuk itu kita perlu siaga dan waspada, mengerti lingkungan kita sampai dengan mengenal bencana adalah salah satu solusi agar kita bisa mengantisipasinya baik sebelum, pada saat maupun pasca terjadinya bencana. PMI Daerah Bali dalam kaitan bencana, memiliki peran tersendiri untuk mengantisipasinya baik melalui penyebarluasan informasi terkait bencana sampai dengan melatih sdm-sdm yang diperuntukkan untuk kesiapsiagaan dan penanganan bencana.
Lebih khusus untuk mempersiapkan sdm-sdm yang siap diterjunkan ke lapangan, PMI Daerah Bali sebelumnya telah membentuk tim SATGANA yang bertempat di masing-masing Cabang PMI Daerah Bali. Telah terdapat Satu Tim SATGANA yang beranggotakan 30 orang siap mem-back up kejadian yang memerlukan peran Tim SATGANA. Dan terbukti bahwa Tim yang dibentuk telah menunjukkan peran serta eksistensinya di wilayah masing-masing dimana mereka berada. Baik sebelum, pada saat operasi sampai dengan pasca penanganan bencana.
Lebih khusus mengenai Tim SATGANA, yang sebelumnya hanya dimiliki oleh PMI Cabang, Untuk pertama kalinya PMI Daerah Bali membentuk SATGANA DAERAH yang merupakan intisari/perwakilan dari cabang-cabang yang ada di Bali.
Tujuan dari pembentukan SATGANA DAERAH adalah agar siap merespon dan dimobilisasi oleh PMI Daerah Bali pada fase tanggap darurat bencana, dan berfungsi sebagai mobilisator pada kegiatan manajemen penanggulangan bencana (sebelum, saat dan sesudah bencana). Seperti adanya bencana dengan skala Daerah maupun Nasional… maka, SATGANA DAERAH diharapkan dapat memberikan perannya secara aktif.
Pelatihan untuk Tim ini dilaksanakan selama 10 hari dari tanggal 28 Agustus – 06 September yang bertempat di Markas PMI Daerah Bali ini, yang beranggotakan 31 orang dimana di rekrut 3 anggota dari setiap cabang ini juga akan di bekali dengan materi dan ketrampilan specialisasi khusus, sehingga di harapkan nantinya PMI Daerah Bali mempunyai tim SATGANA Daerah yang apabila di mobilisasi dapat mengcover semua tugas baik itu assessment, penampungan darurat, kesehatan, distribusi bantuan, logistic, psikologi support dan lainya, teori pelatihan yang di dapat selama 8 hari dari tanggal 28 September – 04 Agustus, sedangkan praktek atau simulasi dari teori yang di dapat selama 1 hari, yaitu tgl 05 September 2006, yang bertempat di Pulau Serangan.
Lebih khusus pada Pelaksanaan simulasi, dilaksanakan skenario tentang terjadinya Gempa-Tsunami (kebetulan area simulasi merupakan kawasan yang dikelilingi oleh pantai). Pada simulasi ini melibatkan 100 orang unsur masyarakat sebagai korban, Tim SIBAD yang melakukan penanganan Awal, kemudian di Bantu Tim SATGANA CABANG, dan karena Tim yang ada belum bisa engatasi permasalahan yang ada, aka turunlah SATGANA DAERAH yang mem-back-up semua kegiatan dari evakuasi, watsan, yankes, relief distribusi, du dan laen-laen.
Dengan motto…
“Dimana ada bencana, di situ kami ada”
Diharapkan menjadi cambuk semangat untuk senantiasa sesama.
Maju terus… pantang mundur “SATGANA BALI”