
Peringatan Hari AIDS se-Dunia (HAS) yang dilaksanakan setiap tanggal 1 Dsember merupakan kegiatan yang dilaksanakan PMI berpedoman pada tiga pilar yaitu Pertama Mengurangi Stigma dan Diskriminasi, Kedua Mencegah Penularan dan ketiga Perawatan terhadap ODHA. Pada peringatan HAS tahun 2011, PMI melaksanakan program yang memiliki target yang lebih luas cakupannya yaitu mencakup usia produktif di dunia kerja.
Sasaran kampanye Peringatan HAS 2011 di dunia kerja tidak lepas dari himbauan menyeluruh dari Markas Pusat PMI ke seluruh PMI di Indonesia yang dilatar belakangi fakta terjadinya peningkatan kasus yang terjadi pada masa produktif. Tujuannya adalah untuk memberi kesempatan kepada ODHA agar dapat berprestasi di bidangnya dengan dapat mengurangi anti stigma dan diskriminasi, pencegahan penularan, dan perawatan kepada ODHA di tempat kerja.
Dalam kaitan ini, PMI Provinsi Bali mengerahkan sekitar 50 (lima puluh) orang jajarannya yang terdiri dari anggota Palang Merah Remaja (PMR), Korps Sukarela (KSR), Tenaga Sukarela (TSR) yang berada di bawah naungan PMI Kab. Badung dan PMI Kota Denpasar untuk bersama-sama menggelar kampanye dengan tema “Satu Gerakan, Satu Aksi peduli HIV dan AIDS di tempat kerja”. Kegiatan dilaksanakan terpusat di area Simpang Siur (Dewa Ruci) Kuta-Badung dengan membagikan sekitar 1000 (seribu) Material KIE (komunikasi, Informasi dan Edukasi) berupa Bunga, Stiker dan Pin yang berisi pesan Kemausiaan Peduli HIV & AIDS.
Aksi yang dilaksanakan sekitar Pukul 15.30 Wita ini cukup mengundang antusiasme para pengguna jalan. Hal ini terbukti dengan terdistribusikannya semua material KIE yang dibawa para relawan yang bertugas di masing-masing titik distribusi.
Koordinator Umum Kegiatan, Bpk. Taufan Kristanto menyampaikan bahwa “Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari pelaksanaan Tiga Pilar PMI dalam penanggulangan HIV & AIDS khususnya pilar pertama yaitu mengurangi stigma dan diskriminasi. Melalui pesan kemanusiaan yang sampaikan para relawan PMI, diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terkait hal itu, dimana masyarakat lebih memahami sehingga dapat meminimalisasi stigma maupun diskriminasi yang masih banyak terjadi”.
Oleh Orkom PMI Provinsi Bali
p