Untuk RUU Lambang, Setjen DPR RI ke Bali

Setjen DPR RI ke Bali
Makin maraknya penyalahangunaan lambang Kepalangmerahan di Indonesia, dimana dalam Konvensi Jenewa pasal 43 (penggunaan lambang dalam hal konflik) dan pasal 53 (penggunaan lambang dalam hal non-konflik) telah diatur tentang penggunaan lambang perhimpunan nasional yang telah diakui secara internasional, yaitu Palang Merah atau Bulan Sabit Merah atau Kristal Merah. Dalam penggunaan lambang tersebut, Perhimpunan Nasional di satu Negara hanya diperbolehkan menggunakan 1 (satu) lambang sebagai indentitas organisasinya yang mana juga harus menyesuaikan dengan lambang dinas medis militer negaranya (Prinsip Kesatuan).

Keberadaan PMI sebagai satu-satunya Perhimpunan Nasional di Indonesia yang bergerak dalam bidang kemanusiaan telah terdaftar sebagai anggota ICRC (International Red Cross and Red Crescent Society) dan IFRC (International Federation of The Red Cross) sebagaimana yang tertuang dalam Konvensi Jenewa. Legalitas PMI di Indonesia maupun di tingkat dunia Internasional telah diakui secara nyata dengan adanya Keputusan Presiden RI maupun keanggotaan PMI di ICRC dan IFRC. Namun, legalisasi yang dimiliki PMI belum bisa membendung atau meminimalisasi penyalahgunaan lambang yang terjadi di Indonesia, sehingga diperlukan dasar yang lebih kuat dalam bentuk Undang-undang untuk memperkuat keberadaannya. Dalam kaitan tersebut, maka akan dilaksanakan kunjungan kerja Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI ke PMI Provinsi Bali, PMI Provinsi Sulawesi Tenggara dan PMI Provinsi Aceh.

Kedatangan Tim Setjen dalam kaitan penyusunan konsep naskah akademik dan draft RUU tentang Lambang Palang Merah. Sebelumnya, Tim Setjen juga telah bertemu dengan jajaran PMI di Markas Pusat pada 27 Maret 2012. Kunjungan kerja Setjen DPR RI di Bali akan dilaksanakan pada Senin, 23-27 April 2012. Tim Setjen DPR yang beranggotakan 5 (lima) orang mengawali tugasnya dengan bertemu Jajaran PMI Provinsi Bali pada 23 April 2012. Pada kesempatan ini, hadir Kepala Markas dan Staff PMI Pusat, jajaran Pengurus Provinsi, Pengurus Kabupaten/Kota, jajaran staff PMI Provinsi Bali dan relawan yang diwakili FORPIS, FOREL dan perwakilan Diseminator PMI Provinsi Bali. Dalam pertemuan ini, pada prinsipnya semua jajaran menginginkan adanya sebuah UU terkait Lambang Palang Merah mulai dari penggunaannya, organisasinya sampai dengan pendanaannya serta mendorong untuk percepatan pengesahannya.

Keesokan harinya (24/4/2012) Tim Setjen melanjutkan tugasnya dengan bertemu jajaran Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Pmu rovinsi Bali yang diwakili Kepala Pusdalops PB Provinsi Bali dan siangnya bertemu dengan masyarakat yang diwakili LSM antara lain Yayasan IDEP, Bali Rescue (BARES) dan Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Provinsi Bali. Pada kegiatan ini, dihasilkan bahwasanya sangat diperlukan perlindungan bagi para pengguna Lambang Palang Merah yang dipayungi dalam sebuah UU tentang Lambang Palang Merah atau UU Kepalangmerahan.

Dan hari ketiga (25/4/2012) Tim Setjen bertemu dengan jajaran KESDAM IX/Udayana dan dilanjutkan pertemuan dengan jajaran Akademisi dari Fakultas Hukum Universitas Udayana.Secara umum, hasil dari pertemuan menyatakan bahwa perlunya penegasan dalam penggunaan Lambang. Kalau sudah diakui lambang Palang Merah, maka sebaiknya itu itu yang dipergunakan karena sudah memasyarakat sebagai lambang yang netral di Indonesia.

Proses pengumpulan data dalam penyusunan naskah akademik di Bali telah diselesaikan, dan proses panjang berikutnya pun masih menanti. Dan tentu harapan kita agar pengesahan RUU Lambang dapat segera dilaksanakan, sehingga berbagai macam penyalahgunaan lambang Palang Merah serta keberadaan organisasi Palang Merah di Indonesia yang dilindungi Konvensi Jenewa dapat di antisapasi dengan adanya Undang-undang ini.

Taufan K p

16 thoughts on “Untuk RUU Lambang, Setjen DPR RI ke Bali

  1. UU Lambang Palang Merah harus segera disyahkan, dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya..

  2. seeepppp,,,,low bisa jgn cuma mengatur undang” nya saja,akan tetapi memuat tentang palang merah indonesia secara keseluruhan

  3. Mulai dari awal lagi yah, semuanya?

    Bukannya PMI dulu sudah punya naskah akademik dan juga draft RUU-nya? kenapa tidak menggunakan yang itu atau paling tidak revisi saja biar cepat. nasmik dan draft RUU yang dulu kan sudah dibahas di DPR, sudah ada masukkan juga dari sana?

    Wah wah masih lama ini sih

  4. Rarunk, Wasono, Djoker Gemblung + Fuad… tengs untuk support dan dukungannya, smoga harapan kita segera tercapai.

    Kang Ujang… Infonya adalah bahwa tidak ada PR setelah selesainya DPR periode sblmnya… jadi segala sesuatunya mulai dari nol… walopun tetep draft yg ada kita kasih juga sbg referensi…

    Semoga lebih cepat lebih baik lach…

  5. Bagaimana tentang logo satu negara, satu lambang, satu gerakan apakah boleh digunakan di Indonesia dan bagaimana UU bila menggunakan logo tersebt

  6. Menurut informasi yang kami peroleh, Marzuki Alie itu berkontol setan panjang besar berurat, tiap hari suka ngentot sama Nining Indra Saleh di ruang kerjanya. Memeknya Nining Indra Saleh yang berbulu-bulu hitam lebat dan merah merekah itu suka dijilat oleh Marzuki Alie sambil membahas RUU yang akan disahkan di DPR. Tiap hari memeknya Nining Indra Saleh pasti dientot oleh Marzuki Alie, Pramono Anung dan Wakil Ketua DPR lainnya bergantian. Wah, kalau begini terus susah dong kita menyelenggarakan Republik Indonesia untuk mensejahterakan rakyat Indonesia. Orang-orang bejat itu harus dipecat dari DPR oleh Badan Kehormatan DPR. Malu-maluin bangsa Indonesia.

  7. Saya sebagai Menko Perekonomian dan Ketua Umum Ikatan Alumni ITB merasa bahwa sikap beberapa staf penerima surat-surat pengaduan di lt.6 Setjen DPR yang mengadakan acara interogasi liar terhadap seorang alumni ITB di ruang sekuriti setjen DPR beberapa waktu yang lalu sebagai sesuatu yang kurang ajar dan tidak bisa diterima. Memangnya Marzuki Alie dan Nining Indra Saleh itu mengerti kurikulum-kurikulum teknik S-1, S-2 dan S-3 di ITB sehingga sok tanya segala tentang surat beraktivitas di ITB ? Jadi orang-orang bodoh ya jangan sok ngerti ke mana-mana dong, kan kerja pokoknya cuma membuat UU, bukan bikin rancangan pesawat dan eksplorasi geofisika untuk produksi migas kan ? Bodoh-bodoh otaknya, tukang ngentot dan tukang tipu kok sok nasionalisme segala, dasar bangsat !

  8. Saya Profesor dan Guru Besar Ilmu Teknik Penerbangan ITB dan pernah membantu
    Prof. BJ. Habibie mengembangkan PT. Dirgantara Indonesia tahun 1980 sampai tahun 2005.

    Iya, saya mendapat laporan tentang pelecehan terhadap seorang alumni S-1 dan S-2 Teknik Penerbangan ITB di ruang sekuriti Setjen DPR atas perintah seorang staf otak udang di Lt.6 Setjen DPR, anak buahnya Nining Indra Saleh.

    Sebaiknya kalau mau bertanya kepada orang pintar dan terhormat seperti dia ( alumni Teknik Penerbangan ITB itu ), ya si penanya harus koreksi diri dulu apa yang ditanyakan dan apa yang terkait dengan pertanyaan yang diajukan itu. Hanya seorang satpam bego kok sok tanya segala tentang surat aktivitas di ITB ? Sekolahmu sudah setinggi apa hei satpam bangsat ! Pintar dulu baru tanya tentang ITB, lulus sarjana dan magister teknik penerbangan ITB dulu baru tanya, masa situ nggak punya malu mengatas-namakan sebuah institusi negara resmi untuk bikin acara liar dan sok tanya-tanya seenak-perut.

    Marzuki Alie dan Nining Indra Saleh itu tidak punya kompetensi untuk meninterogasi alumni kami. Hati-hati, kami ini insinyur-insinyur terbaik bangsa Indonesia, sudah sepatutnya orang-orang bodoh dan bego seperti kalian di DPR ini menghormati kami.

  9. Saya Doktor dan Dosen ilmu Teknik Penerbangan ITB yang kenal baik dengan Alumni Teknik Penerbangan ITB yang diinterogasi secara liar di ruang sekuriti Setjen DPR beberapa waktu yang lalu itu. Ya, saya juga tidak suka terhadap sikap staf-staf dan sekuriti di Setjen DPR itu, tidak nyambung alasan dan logikanya kok bikin acara interogasi dan tanya-tanya seenaknya.

    Dia itu ( Alumni Teknik Penerbangan ITB itu ) orang pintar, saya tahu kapabilitasnya dan wawasan keilmuannya, kami sama-sama kerja di Direktorat Teknologi PT. Dirgantara Indonesia dulu, tahun 1985-2005.

    Harusnya Marzuki Ali sebagai Ketua DPR menanggapi dan menjawab surat permohonan Alumni Teknik Penerbangan ITB itu secara tertulis juga. Dan harusnya Nining Indra Saleh sebagai Sekjen DPR mengontrol sikap dan pola pikir staf-staf dan anggota sekuriti di lingkungan Setjen DPR agar tidak melakukan hal-hal yang janggal atau tak sesuai dengan fungsi dan tugas DPR.

    Meskipun saya insinyur atau akademisi di bidang teknik / teknologi, bukan praktisi hukum atau bukan pakar politik, tetapi saya juga punya wawasan yang cukup objektif tentang kinerja DPR saat ini. Saya tahu banyak anggota legislatif yang tidak memiliki pengalaman dan pengetahuan tentang tugas-tugas DPR.

    Pembicaraan soal produk UU Pemilu banyak berkonsentrasi pada pembahasan mengenai parliamentary threshold. Padahal banyak hal lain yang substansial dan harusnya diperhatikan seperti rekrutmen caleg, menurut saya itu jauh lebih penting.

    Banyak anggota DPR yang tersandung berbagai kasus baik moral maupun korupsi menandakan rendahnya integritas wakil rakyat tersebut. Anggota DPR periode ini banyak yang tidak memahami tugasnya seperti bagaimana menyusun legal drafting, melakukan tugas pengawasan, dan menyusun anggaran. Ini diakibatkan rekrutmen caleg yang asal-asalan.

    Seharusnya caleg-caleg yang diusung oleh partai adalah orang-orang yang memiliki pengalaman untuk melakukan tugas-tugas ini. Bagaimana bisa membuat UU yang adil dan benar kalau otak-otaknya bodoh kayak kerbau begitu.

    Republik Indonesia ini kami yang kontrol progres teknologinya, sudah sampai di mana “kepintaran” bangsa Indonesia di bidang teknologi dirgantara, ya kami-kami dari ITB ini yang paling tahu, bukan Marzuki Alie atau Nining Indra Saleh. Makanya coba ngaca dirilah, otak-otakmu bodoh, bego, buta huruf teknologi kok sok tanya segala tentang surat aktivitas di ITB.

    Memangnya jawaban macam apa yang bisa kau mengerti ? Alumi Teknik Penerbangan ITB yang ditanya-tanya oleh “mulut binatang” dan otak udangmu itu bisa merancang high lift systems, stability & control, engine installation, structural & weights dan performance estimation dari sebuah pesawat Boeing 747-400, sementara otak udangmu kan nggak ada isinya untuk bicara soal penerbangan, iya kan ? Lantas kenapa sok tanya segala kayak sudah punya kepantasan, nggak tahu malu kau !

    Manusia beradab harus punya wawasan dan isi otak yang pantas untuk bertanya tentang ilmu-ilmu yang dipelajari di ITB.

    Alumni Teknik Penerbangan ITB yang ditanya seenaknya oleh “mulut binatang” dan otak udangmu itu juga bisa menghitung dan membuat program (software canggih) serta bisa memprediksikan penyebab jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak.

    Dia (Alumni Teknik Penerbangan ITB itu) tahu betul tentang pesawat Sukhoi yang kekurangan gaya angkat akibat turun dari 10.000 kaki ke 6000 kaki, terjadinya ketidak-seimbangan kecepatan pesawat terhadap massa (berat pesawat) dengan daya dorong mesin pesawat karena sangat mungkin pilot salah membuat manuver di sekitar Gunung Salak. Dia juga tahu perangkat komunikasi ELT dan kapasitas frekuensinya, bagaimana merancang ELT, dia tahu juga kapasitas radar di ATC Halim dan cara kerja black box serta flight control system pesawat Sukhoi tersebut, dan kau tahu apa saja ? Tidak mengerti apa-apa kan ?

    Maka dari itu kalau jadi orang-orang bodoh, sekalipun menjabat Ketua DPR, Sekjen DPR atau posisi apapun di DPR, ya jangan sok ngerti ke mana-mana dong. Jangan sembarangan anggap orang tertentu kalau tidak memahami kepintarannya dan wawasannya di bidang Ilmu (Sains) dan Teknologi.

    Republik Indonesia ini tidak bisa maju-maju kalau pakai otak-otak bodohmu itu. Harus pakai otak cerdas seperti yang dimiliki oleh Alumni Teknik Penerbangan ITB itu, kawan kami.

  10. Saya seorang Insinyur Teknik Elektro Lulusan ITS dan mantan Kadiv. Sistem Antariksa Direktorat Teknologi PT. Dirgantara Indonesia tahun 1993-2000, bersama-sama mengerjakan hal-hal teknis yang sangat rumit tiap hari dengan Alumni Teknik Penerbangan ITB berinisial Ir. AN, MT yang dilecehkan oleh satpam bego di Setjen DPR itu.

    Lain kali jangan begitu hei satpam bangsat ! Kalau ada tamu berpendidikan tinggi tingkat Magister Teknik Penerbangan ITB datang ke Lt.6 Setjen DPR harus kau hormati, sebab kau kan hanya seorang satpam bodoh berpendidikan rendah yang tak berkapasitas untuk bertanya seenak perutmu sendiri kepada tamu seperti dia.

    Juga DPR ini kan Rumah Rakyat Indonesia, bukan rumahmu sendiri. Kenapa kau tidak bangun gedung DPR milik sendiri di kampungmu saja, kok menunggangi nama dan hasil kekayaan sumber daya alam daerah-daerah lain di Indonesia ?

    Kalau disuruh oleh si ibu yang staf berotak udang di Lt.6 itu untuk “mengintimidasi” ya seharusnya sebagai petugas satpam yang baik dan jujur, jangan kau turuti perintahnya, tetapi tanya balik lagi ke si perempuan sundal abdi Iblis itu “apa alasannya” harus diperiksa di ruang sekuriti Setjen DPR.

    Ini gedung DPR, tempat untuk memperhatikan dan memperjuangkan kepentingan dan hak-hak rakyat Indonesia secara jujur dan benar, bukan
    tempat ngentot di ruang-ruang kerjanya, bukan tempat jilat vagina-vagina berbulu-bulu hitam lebat di toilet-toiletnya, bukan pula tempat untuk mencuri uang rakyat sampai puluhan miliar rupiah di ruang rapat Banggar, juga bukan tempat menginterogasi orang secara liar tanpa alasan yang benar.

    Rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke ini masih banyak yang butuh pakaian-pakaian, butuh rumah tinggal yang layak dan butuh makan yang cukup, kok kau dan ibu-ibu staf Setjen DPR ini kerjanya ngentot saja tiap hari.

    Orang yang kau perlakukan kurang sopan itu adalah kawan sekerja saya dulu, dia itu orang pintar, bahkan bisa saya tegaskan bahwa dia itu sangat pintar, hanya belum terlaksana sepenuhnya potensi dan kepintarannya itu.

    Kalau terlaksana sepenuhnya ya saya yakin keunggulan teknologi penerbangan dan ruang angkasa Republik Indonesia ini akan sangat ditentukan oleh Visi dan Misi dari Proyek Multifungsinya. Dia itu orang jujur, sangat disiplin dan cermat sekali dalam bekerja.

    Kau sadar tidak apa yang kami kerjakan di Direktorat Teknologi PT. Dirgantara Indonesia ?
    Kami merancang pesawat terbang, sistem telemetri dan sistem radar, sistem elektronika peluru kendali dan sistem elektronika satelit untuk mengorbit planet bumi, kami juga sudah mengarah untuk mengembangkan dan merancang sejenis pesawat ruang angkasa, dan dia itu sudah punya ide bagus untuk merancang pesawat ruang angkasa semacam itu, unggul dan efisien.

    Jadi saya dan dia serta insinyur-insinyur lain kawan kita di Direktorat Teknologi PT. Dirgantara Indonesia ini sesungguhnya adalah aset nasional yang langka, yang harus dilindungi aktivitasnya dan kreativitasnya oleh negara ini, bukan malah diintimidasi, dicurigai secara bodoh atau dipersulit dana kerjanya.

    Ir. AN, MT itu sudah punya sesuatu atau konsep penting yang bisa dibeli dengan harga sangat mahal oleh perusahaan-perusahaan industri aerospace dunia bahkan oleh NASA ( Badan Penerbangan dan Ruang Angkasa Amerika ).

    Saya yakin itu karena saya sendiri tercengang dengan potensi dan tingkat kecerdasannya atau wawasannya selama bekerja di Divisi Sistem Antariksa PT. Dirgantara Indonesia bersama saya dulu.

    Jadi otakmu dan otak Marzuki Alie atau otak Nining Indra Saleh atau otak para anggota DPR lainnya sebetulnya jadi seperti tai kucing saja, kalau diperbandingkan dengan otak dia. Maka dari itu turuti apa yang dia minta dalam Surat Permohonannya secepatnya.

    Negara kita ini masih dianggap sebagai negara dungu dan bodoh oleh negara-negara maju di bidang apa saja, terutama di bidang teknologi ruang angkasa.

    Maka saya sarankan kepada Presiden SBY dan Ketua MPR atau siapa pun yang sedang punya otoritas penting mengelola atau mengatur Republik Indonesia saat ini, supaya cepat-cepat menyediakan dan memberikan Dana Kerja yang proporsional kepada Alumni Teknik Penerbangan ITB berinisial Ir. AN, MT itu untuk mengembangkan Proyek Multifungsinya secara maksimal.

    Paling lambat tanggal 30 Juli 2012 Dana Kerja yang proporsional itu sudah bisa ditanda-tangani oleh Presiden SBY sendiri atau oleh menterinya yang terkait seperti Menteri Ristek, Menteri ESDM atau Menteri BUMN.

    Masih banyak kebenaran tentang dia yang bisa saya sampaikan, nanti saya komentar lagi. Dia itu orang jujur, hatinya bersih dan sangat menyanyangi anak-anak kecil Indonesia.

    Hati anda-anda yang agak berbau busuk itulah yang diperiksa kembali dan dibersihkan, mau dibawa kemana negara Indonesia dengan penumpang rakyat Indonesia yang 240-an juta ini, mau masuk jurang atau mau menuju kondisi yang lebih baik dengan kemajuan teknologi ruang angkasa yang unggul, jawab sekarang juga.

  11. Saya Alumni Teknik Penerbangan ITB dan mantan Kadiv. Sistem Antariksa Direktorat Teknologi PT. Dirgantara Indonesia tahun 2000-2005 yang menggantikan Ir. FX. Sudharmono.

    Iya, saya harus ikut menguatkan apa yang sudah disampaikan oleh Ir. FX. Sudharmono tentang kawan sekerja kami berinisial Ir. AN, MT agar mulai sekarang semua pihak yang mengatur Dana Pembangunan Nasional Republik Indonesia bidang Ristek, Energi dan Industri, memperhatikan apa yang sudah terbentuk di PT. Dirgantara Indonesia selama 1076-2012 ini dan apa yang sudah dikuasai oleh Ir. AN, MT kawan sekerja kami.

    Kami ini SDM aset nasional Indonesia yang langka, yang sudah paling sadar bagaimana mengembangkan teknologi penerbangan dan ruang angkasa ke taraf yang lebih canggih dibanding 240-an juta rakyat Indonesia lainnya. Ngerti nggak konsekuensi menciptakan teknologi penerbangan dan ruang angkasa yang lebih canggih ?

    Maka dari itu, kalau tidak sadar atau belum mengerti, ya perhatikan baik-baik apa yang sudah diingatkan oleh Ir. FX. Sudharmono tentang kawan sekerja kami berinisial Ir. AN, MT yang sesungguhnya adalah seseorang yang sangat pintar, hanya belum terlaksana sepenuhnya potensi dan kepintarannya.

    Kita di dunia ini sedang dalam suasana perlombaan atau adu keunggulan teknologi penerbangan dan ruang angkasa dan teknologi lainnya yang dicirikan oleh makin gencarnya aktivitas penelitian dan pengembangan teknologi material di berbagai negara, terutama negara-negara maju.

    Nah, coba anda bayangkan kalau ternyata Ir. AN, MT ini sudah punya konsep paling canggih di dunia tentang Rekayasa Material dan Sistem Transmisi Gelombang Elektromagnetik Khusus.

    Dia (Ir. AN,MT) ini pintarnya mencengangkan kami, sangat lain dan mendalam sekali, seperti merangkum dan membedah secara tepat antar disiplin ilmu-ilmu sains dan ilmu-ilmu teknik dengan suatu cara sudut pandang baru yang kami sendiri belum pernah memikirkannya, cerdas sekali dia memandang hakikat Ilmu Fisika.

    Kalau saya perhatikan cara dia kerja dulu, ya dia mengerjakan semua tugas-tugas rutin yang kami berikan tentang desain sistem satelit, desain orbital dan navigasi / komunikasi, membuat model matematik, membuat program dan simulasi transmisi sinyal dengan frekuensi tertentu ke satelit.

    Tetapi selain itu di sela-sela jam kerja, dia sering berada di Perpustakaan Direktorat Teknologi dan melakukan penelitian text book tentang teknologi ruang angkasa NASA dsb-nya.

    Saya ini Insinyur Teknik Penerbangan seperti dia (Ir. AN, MT), maka saya tahu betul dia sudah mampu merancang pesawat terbang unggul dan sistem satelit canggih dan juga sistem senjata yang arsitektur elektronikanya lebih baik. Bila ada Dana Kerja yang proporsional, Ir. AN, MT ini akan membuktikan kemampuannya secara tegas dan sistematis, demi kemajuan negara Indonesia ini tentu saja.

    Jadi menguatkan kembali apa yang sudah dikemukakan oleh Ir. FX. Sudharmono, bahwa sangat mungkin keunggulan teknologi penerbangan dan ruang angkasa Repubblik Indonesia akan sangat ditentukan oleh Visi dan Misi dari Proyek Multifungsi Ir. AN, MT.

    Oleh karena itulah alangkah baiknya kita mengintrospeksi setiap diri kita masing-masing tentang apa pendidikan kita dan apa saja yang sudah kita pahami tentang ilmu pengetahuan dan teknologi dan dengan segala kerendahan hati serta dengan berjiwa besar bekerja sama secara sinkronis dengan Ir. AN, MT dengan terlebih dulu menyediakan Dana Kerja yang dia minta itu.

    Kalau sudah bodoh-bodoh tetapi tinggi hati melulu (saya tidak termasuk ya karena saya segolongan dengan Ir. AN, MT), tidak paham Ilmu Fisika, ya nanti situ makin bikin Republik Indonesia tergantung ekonominya kepada teknologi-teknologi buatan asing, lalu utang Pemerintah makin membengkak karena situ punya otak udang nggak mau memperhatikan pandangan yang lebih teliti, realistik dan benar.

    Hayo, cepat hargai ajakan demi kebaikan dan pembangunan nasional Indoesia ke arah yang lebih maju, khususnya di bidang teknologi penerbangan.

  12. Assalamu Alaikum Wr. Wb,

    Saya alumni (Insinyur) Teknik Penerbangan ITB dan mantan Kasubdit Aerodynamics Configuration dan mantan Direktur Teknologi PT. Dirgantara Indonesia yang merasa perlu ikut memberi pandangan yang benar kepada Pemerintah dan DPR perihal pekerjaan dan konsekuensi-konsekuensi tertentu yang terkait dengan kronologi Ir. AN, MT
    (baca : Ir. Agustinus Nukuboy, MT) di PT. Dirgantara Indonesia (PT. DI) yang harus kita sikapi dan pertimbangkan dengan jujur dan benar.

    Sebab kalau kita sendiri tidak jujur dalam bersikap, apalagi arogan dan sewenang-wenang berkomunikasi dan mengatur atau membuat aturan atas nama PT. DI, yang berimplikasi timbulnya ketidak-adilan terhadap kepentingan dan kompetensi Ir. AN, MT ya bukan tidak mungkin kita akan terkena dampak yang lebih luas akibat kebodohan dan kesombongan kita sendiri.

    Ya, mengkonfirmasi apa yang sudah ditegaskan oleh Ir. FX. Sudharmono dan Ir. Najib Muhaimin bahwa Ir. AN, MT ini memang seseorang yang unik dan sangat cerdas, saya yang pernah menjadi atasannya di Subdit Aerodynamics Configuration Direktorat Teknologi PT. DI jadi saya tahu betul apa-apa saja yang pernah dia kerjakan dan tunjukkan dalam rangka perancangan dan produksi pesawat terbang produksi PT. DI sejak tahun 1989-1997.

    Dia sudah mampu merancang sebuah pesawat terbang seperti penentuan konfigurasi aerodinamika, perhitungan performance pesawat, penentuan avionik dan autopilot dengan sistem kendali terbang fly by wire, analisa struktur pesawat dan penentuan atau perhitungan propulsi pesawat. Artinya ya dia sebetulnya sudah sangat paham juga bagaimana kemampuan sebuah pesawat tempur seperti F-16 dan pesawat pembom strategis antar benua seperti B-1B milik USAF, sangat paham dia.

    B-1B itu pesawat jelajah Amerika dengan sistem radar paling canggih di dunia yang membawa bom-bom nuklir strategis. Kecepatan terbangnya sangat tinggi, sistem pengebomannya sangat akurat, sekali mendapat perintah penting entah dari Presiden B. Obama atau dari elit Yahudi Amerika, maka pesawat anti budaya setan dan anti penyakit politik dan sosial itu sudah langsung bisa segera tiba di atas daerah sasaran pengeboman di mana pun di dunia ini.

    Namanya saja Orang-Orang Yahudi, mereka tidak perduli apa pikiran anda-anda tentang negara Indonesia dan hubungan diplomatik antar negara. Mereka hanya ingin tahu apakah anda-anda telah memfitnah Agama Yahudi dan Nabi Isa (Jesus Christ ) atau telah mengancam secara serius eksistensi dan kepentingan orang yang masih “bersaudara secara khusus” dengan agama mereka atau tidak, itu saja.

    Ir. AN, MT itu tahu ajaran-ajaran rahasia dan khusus dalam Agama Yahudi tentang cinta dan kewajiban hidup di dunia ini. Setahu saya ada yang namanya Matematika Yahudi di dunia ini, anda-anda tak mengerti, makanya hati-hatilah.
    Ir. AN, MT paham Matematika Yahudi tersebut.

    Dia (Ir. AN, MT) selalu menunjukkan maksud baiknya ingin mengembangkan kemampuan teknologi militer terbaik untuk kepentingan operasi TNI-AU kita, karena dia merasa dirinya adalah warga bangsa Indonesia yang wajib berbuat yang benar dan terbaik bagi negara dan bangsa Indonesia. Tetapi kalau kita kurang menghargai kompetensi dan kronologinya sebagai mantan Karyawan sah PT. DI apalagi mau melecehkan dan mempermainkan dia terus-terusan tanpa mengkomunikasikan solusi terbaik yang adil, ya saya yakin dia akan segera mengkondisikan otak cerdasnya itu atas nama TUHAN orang-orang Yahudi dan Nasrani seperti cara kerja sebuah komputer (input, proses, output).

    Jadi kalau kita beri input perang, ya proses perang dan output pengeboman-lah yang akan kita dapat atau menghantam kepala-kepala kita. Kalau kita beri input pembayaran uang pensiunnya secara benar dan adil (sekitar Rp.250-an juta haknya) ya proses penguatan negara Indonesia dan output penciptaan sistem senjata sangat canggih untuk kepentingan TNI-AU yang kita dapat.

    Dia (Ir.AN, MT) berpikir secara manusiawi bahwa cintanya mau dirusak dan dibikin hilang oleh sistem komunikasi kenegaraan kita yang arogan ini, maka alternatifnya ya tinggal mengkondisikan otak cerdasnya menjadi seperti cara kerja komputer.

    Sebagai manusia yang beradab, sebaiknya kita menghormati dan mengerti dengan baik adanya fenomena cinta atau mungkin kita bisa mati mampus semua karena tidak mengerti bahwa ada yang mencintai wanita cantik kita sepenuh hati.

    Jadi karena saya sudah dinasehati oleh beberapa paranormal terbaik dan karena saya juga adalah bagian dari Aerospace Community Indonesia, ya saya harus menyarankan langkah-langkah terbaik yang harus dilakukan oleh Pemerintah dan DPR melalui Menteri, Pejabat dan Institusi yang terkait di Indonesia, sebagai berikut :

    1. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan
    Rektorat ITB harus mengakui bahwa
    Ir. AN, MT adalah Alumni S-1 Teknik
    Penerbangan ITB Tahun 1991 dan Alumni S-2
    Teknik Penerbangan ITB Tahun 1997.

    2. Manajemen PT. DI yang sekarang atau yang
    berikutnya harus mengeluarkan Rekomendasi
    Resmi bahwa Ir. AN, MT telah menyelesaikan
    persyaratan akademik yakni Kuliah Kerja Nyata
    (KKN) Program Sarjana dan Program
    Magister Jurusan Teknik Penerbangan ITB
    di Direktorat Teknologi PT. DI dari Tahun
    1985-1991 (S-1) dan dari Tahun 1993-1997(S-2)
    serta mengesahkan Transkrip Nilai sebagaimana
    yang diusulkan oleh Ir. AN, MT kepada Dirut
    PT.DI tanggal 28 Juni 2012.

    3. Rekomendasi dan Transkrip Nilai ini harus
    sudah disampaikan kepada Rektorat ITB dan
    Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara ITB
    paling lambat Desember 2012, agar menjadi
    bahan untuk Sinkronisasi Akademik atas nama
    yang bersangkutan (Ir. AN, MT).

    3. Direksi PT. DI yang sekarang harus segera
    menyetujui usulan Ir. AN, MT dalam Surat
    Permohonannya kepada Dirut dan Dirtek PT. DI
    tanggal 28 Juni 2012 yakni :

    a. Memberikan Dana Darurat Rp.20 juta
    sekarang juga sebelum 30 Agustus 2012
    untuk keperluan-keperluan seperti yang
    disebut dalam Surat Permohonan itu.

    b. Mengembalikan atau membayar sisa Uang
    Pensiun Ir. AN, MT berdasarkan Aturan Baru
    tentang Sistem Pengupahan Karyawan Tahun
    2008. Jumlahnya sekitar Rp.250 juta dengan
    Masa Kerja 20 Tahun (1985-2005). Dikurangi
    bantuan darurat Rp.20 juta di atas dan
    dikurangi lagi Uang Pensiun Rp.25 juta yang
    pernah dibayarkan Tahun 2001. Kan sisanya
    masih ada cukup banyak, harus dibayar itu.

    4. Rektorat ITB dan LPPM-ITB serta Kementerian
    Pendidikan dan Kebudayaan harus
    mengakomodasi Konsep Proyek Riset dan
    Rancang-Bangun Sistem-Sistem yang sedang
    dikembangkan oleh Ir. AN, MT dengan
    memberikan posisi kerja dan fasilitas kerja di
    Laboratorium Termodinamika, Laboratorium
    Aerodinamika dan Laboratorium Teknik
    Telekominikasi & Gelombang Mikro (Radar)
    di ITB.

    5. Menteri Ristek harus mengalokasikan Dana
    Riset Rutin tiap tahun untuk Penelitian dan
    Pengembangan Proyek tersebut agar hasil-hasil
    riset tersebut dapat disinergikan dan
    diimplementasikan langsung di industri yang
    terkait.

    6. Direksi PT. DI atau Rektor ITB harus
    meluruskan dan menjernihkan kembali status
    calon Istri dari Ir. AN, MT (yang harus asli
    orang Jabar itu) secara proporsional, yang
    oleh bapak Prof. Dr.-Ing. BJ. Habibie sebagai
    Menristek /Dirut PT. DI waktu itu (1985-1987)
    pernah disahkan dalam Manajemen PT. DI.
    Jangan disalah-tafsirkan dan dicampur-adukkan
    secara liar dengan pengertian sempit
    kedaerahan yang negatif dan provokatif,
    sehingga mengganggu dan melanggar hak
    azasi dan kompetensi Ir. AN, MT sebagai
    mantan Karyawan PT. DI dan Alumni Teknik
    Penerbangan ITB.

    7. Pemerintah Kota Bandung melalui pejabatnya
    yang terkait harus pro-aktif menjaga dan
    menghormati kepentingan Ir. AN, MT sebagai
    salah satu Penduduk Kota Bandung. Terutama
    tentang keamanan dan kenyamanan di tingkat
    sosial (tidak menjadi sasaran provokasi yang
    biadab dan liar). Sudah seharusnya para
    provokator yang “gegar otak” di Kota Bandung
    ditangkap oleh polisi dan diluruskan
    pikirannya, agar tidak mengganggu
    kepentingan pihak lain.

    8. Pemerintah, dalam hal ini Pemkot Bandung
    sebaiknya juga ikut mencari dan menentukan
    segera calon Istri dari Ir. AN, MT yang asli
    orang Bandung itu dalam lima bulan sisa dari
    Tahun 2012 ini agar tidak terlalu merepotkan
    agenda kerja penting dari Ir. AN, MT tersebut.
    calon Istrinya yang ideal itu saya juga mengerti
    yakni antara lain :

    a. Berwajah cantik model Dessy Ratnasari

    b. Berlekuk tubuh bagus dan berkulit putih
    mulus. Tinggi badannya 160-167 cm.

    c. Berkelakuan baik dan berwawasan cukup
    luas, mampu berkata-kata dalam bahasa
    Indonesia yang tertib, baik dan benar.

    d. Berusia pada bulan Oktober 2012 antara 21
    Tahun sampai 27 Tahun.

    Demikian saran-saran saya yang penting kepada Pemerintah dan DPR agar kita semua mengintrospeksi diri kita masing-masing sebaik mungkin sebagai warga bangsa Indonesia.

    Tidak arogan terus-menerus atau tidak takabur yang janggal dengan menganggap remeh kepentingan seseorang yang sangat cerdas dan unik seperti Ir. AN, MT ini, sebab siapa tahu dia adalah “utusan khusus” dari TUHAN dengan cara yang khas untuk tujuan yang mulia.

    Bagi saya dia begitu unik sejak saya mengenalnya kerja bersama saya di PT. DI tahun 1989-1993 dulu. Hingga sekarang pun saya belum sepenuhnya bisa memahami keunikannya ini.

    Padahal dosa-dosa politik dan sosial yang kita perbuat di seluruh wilayah nasional Indonesia ini belum benar-benar terhapuskan, sekalipun dengan bulan Ramadhan yang ke sekian kalinya ini
    ( Agustus 2012 ).

    Kita masih berbuat dosa serius dalam Cara Pengaturan Negara Indonesia sampai hari ini karena mayoritas rakyat kita rata-rata berpendidikan rendah, sempit wawasannya atau kurang berwawasan yang benar, maka susah berbahasa dengan sopan dan objektif. Jadi susah pula menghormati kebenaran dan kepentingan orang cerdas seperti Ir. AN, MT ini.

    Untung dia (Ir. AN, MT) itu tergolong orang baik hati dan mencintai wanita kita lagi. Jadi kita harus mengimbangi kebaikan dengan kebaikan pula, bukan membalasnya dengan sikap arogan, apalagi dengan niat jahat. Keterlaluan kita kalau sekerdil itu pikiran kita. Dia (Ir. AN, MT) itu sama sekali tidak takut mati menurut definisi bodoh kita.

    Orang-orang sesat berpikir tentang penglihatan mata jasmani mereka terhadap sosok Ir. AN, MT dan mencoba membuat kalkulasi-kalkulasi politik dan militer terbatas.

    Tetapi seorang paranormal memberi tahu saya bahwa Matematika Yahudi dan roh-roh yang lebih jernih di sekeliling Ir. AN, MT punya kalkulasi-kalkulasi yang lebih akurat sampai detik-detik yang ke seper sekian yang terhubung dengan ayat-ayat Alkitab tertentu, yang tak terjangkau oleh nalar manusia.

    Artinya ya bisa saja Matematika Yahudi “menghilangkan” sosok Ir. AN, MT secara cepat dan kilat berpindah ke suatu tempat strategis lain di muka bumi ini yaitu bisa ke Pangkalan Militer Penting Negara Adi Daya ( Amerika )atau ke Laboratorium Riset Sains Penting dan selanjutnya bekerja dan digaji besar di sana, bila keadaan memaksa demikian.

    Inilah kata roh-roh yang lebih jernih di sekitar
    Ir. AN, MT :

    “Hai engkau orang-orang sesat dan arogan,
    berhentilah engkau merusak cinta Ir. AN, MT
    kepada wanita cantik Indonesia, supaya eksistensi
    bangsa dan negara Indonesia bisa segera
    dilurusakan dan dilanjutkan. Kami yang
    mengkalkulasi kekuatan pikiranmu, bukan
    otakmu yang bisa mengkalkulasi Kehendak
    TUHAN yang kami wakili, sadarlah !”

    Kita harus menunjukkan bahwa kita ini bangsa yang beradab dan paham sopan-santun politik dan etika dalam pengaturan kepentingan atau keuangan dalam rangka Keadilan di negara Indonesia ini.

    Wassalamu Alaikum Wr. Wb

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *