
Upaya kesiapsiagaan bencana semakin banyak dikenalkan sejak dini di lingkungan sekolah. Selain dikenalkan kepada Guru dan OSIS, sasaran selanjutnya adalah para calon siswa sekolah yang mengikuti Masa Orientasi Siswa (MOS), seperti yang dilaksanakan di SMP Nasional Plus Jembatan Budaya.
Kegiatan pada hari rabu, 18 agustus 2012 ini, dilaksanakan dengan tujuan untuk mengenalkan calon siswa SMP tentang bagaimana bencana di lingkungan sekolah dan kesiapsiagaan yang bisa dilakukan untuk menghadapinya. Selain materi dasar pengenalan bencana, peserta juga melaksanakan simulasi siaga bencana dengan skenario bencana gempa dan tsunami saat siswa sedang proses belajar di sekolah.
Dengan jumlah peserta yang cukup banyak yaitu 120 orang siswa, metode yang dipergunakan fasilitator juga dibuat menarik. Seperti bercerita, permainan, film, tanya jawab dan terakhir simulasi lapangan. Fasilitator yang mendukung kegiatan ini merupakan relawan PMI dari Korps Sukarela Unit Universitas Udayana dan Unit Guna Bhakti STIKOM Bali yaitu Diah Andayani, Suartini, Adi Satwika, Eli Sionanta, dan Wayan Suhartini, dengan dibantu guru-guru dan osis dari internal sekolah.
Pihak sekolah berharap kegiatan ini berlanjut sampai ke depan dan sekolah segera memiliki Peta jalur evakuasi agar lebih memudahkan warga sekolah.
(Diah)
p