
Seperti kita ketahui bersama PMI adalah suatu organisasi sosial kemasyarakatan yang bergerak dibidang kemanusiaan yang didasari oleh tujuh prinsip dasar gerakan palang merah dan bulan sabit merah internasional yakni; kemanusiaan kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesukarelaan, kesatuan dan kesemestaan. Sebagai organisasi sosial kemanusiaan yang membantu pemerintah juga dalam hal kesiapsiagaan bencana, untuk itu PMI cabang Tabanan pada tahun ini kembali melaksanakan program pelatihan Siaga Bencana Desa Berbasis Masyarakat yang dilaksanakan di Desa Mengesta, kecamatan Penebel.
Adapun yang menjadi dasar dilaksanakannya kegiatan ini di desa Mengesta adalah secara geografis desa ini termasuk daerah yang rawan terhadap bencana baik bencana tanah longsor , atau bencana lainnya seperti angin kencang. Disamping hal tersebut adalah dari hasil kunjungan dan tatap muka tim TP2D dengan bapak perbekel, tokoh – tokoh masyarakat, karang taruna, hansip serta unsur terkait yang ada di desa Mengesta pada tanggal, 20 april 2009.
Untuk itulah dipandang perlu untuk membekali masyarakat akan pengetahuan kebencanaan dan karakteristik tentang bencana serta cara penanggulangannya sehingga berkurangnya resiko terjadinya korban atau mungkin terhindar dari kejadian bencana itu sendiri. Tujuan dari pelaksanakan kegiatan ini tiada lain adalah dalam rangka lebih meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dibidang bencana disamping lebih memperkenalkan PMI kepada masyarakat dan program-programnya. Selain itu mengingat setiap dampak bencana, banyak sarana dan prasarana, harta benda dan jiwa yang menjadi korban. Untuk memperkecil itulah kesiapsiagaan perlu ditingkatkan dan dikembangkan yang pada nantinya disetiap desa rawan bencana yang ada dikabupaten Tabanan.
Sebagai wujud nyata perealisasian program tersebut, pada hari Senin, 8 Juni 2009, dilaksanakanlah upacara pembukaan Pembentukan dan Pelatihan Tim SIBAD dimana pelatihannya sendiri akan berlangsung selama 5 hari terhitung mulai hari tersebut. Bentuk pelatihannya sendiri terdiri atas pemberian materi kelas selama kurang lebih 4 hari dan pada hari terakhir akan diadakan simulasi dimana nantinya setelah berakhirnya pelatihan ini diarapakan tercapainya hasil – hasil sebagai berikut:
1. Pengetahuan masyarakat di desa Mengesta tentang kepalangmerahan dan dibidang bencana akan menjadi lebih baik.
2. Meningkatnya keterlibatan masyarakat secara optimal dalam pengembangan program kesiapsiagaan bencana berbasis masyarakat.
3. Adanya respon masyarakat desa Mengesta dalam upaya kesiapsiagaan bencana.
4. Terbentuknya 30 orang anggota tim SIBAD di desa Mengesta yang terlatih yang nantinya dapat dimanfaatkan oleh desanya dibidang bencana.
Hal tersebut lebih ditekankan sendiri oleh bapak Ketua dalam sambutannya, yang dibacakan oleh bapak sekretaris pada saat upacara pembukaan :“saya selaku pengurus PMI Cabang Tabanan minta kepada saudara – saudara peserta pelatihan untuk dapat mengikuti pelatihan ini dengan sebaik-baiknya sehingga tujuan pelatihan ini akan tercapai yaitu membentuk insan yang peduli terhadap lingkungan dan memahami ilmu manajemen kebencanaan. Harapan saya pula agar saudara-saudara selesai mengikuti pelatihan, pengetahuan ini dapat diinformasikan secara luas dilingkungan saudara dan dapat membantu desa dalam membuat program khususnya dibidang pembangunan desa menuju desa siaga”.
R@ma p
jangan hanya membentuk, tapi bagaimana memeleihara keberadaan SIBAD tidak hanya eporia project.
tngkatkan terus
!siamo pmi tabanan!
suardika.ksr pmi buleleng
diharapkan kepada pemda tabanan ,agar SIBAD ini berkelanjutan tidak hanya jadi proyek sesaat, desa mengesta memang pantas dapat perhatian lebih dikarenakan letak geografis sangat rawan bencana!!!