Tampil memukau di Panggung Youth Collaboraction Bali pentaskan gugurnya Adipati Karna

Jumpa Bakti Gembira (JUMBARA) yang dilaksanakan untuk meningkatkaan kapasitas anggota Palang Merah Remaja (PMR) PMR tahun  2023 memasuki gelaran ke-IX dan dilaksanakan di Taman Agrowisata Way Handak, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung.  Kegiatan dilaksanakan selama 9 hari penuh dengan berbagai kegiatan salah satunya adalah Pentas Seni yang akan menampilkan persembahan seni dan budaya dari perwakilan masing-masing daerah di panggung Youth Collaboraction.

Bali yang terkenal akan seni dan budayanya, dalam keempatan ini diwakili oleh Kontingen PMI Provinsi Bali berupaya menampilkan yang terbaik sehingga bisa mengenalkan seni dan budaya bali kepada seluruh penonton yang hadir termasuk masyarakat dari Lampung Selatan yang berkesempatan hadir. Dalam kesempatan ini, Kontingen PMI Provinsi Bali menampilkan Pentas Seni yang memadukan alunan music beleganjur dan tari-tarian Bali yang dirangkaian dalam sebuah cerita dengan judul “Gugurnya Adipati Karna”.

Pentas Seni persembahan Kontingen PMI Provinsi Bali merupakan persembahan yang ditungu-tunggu oleh penonton yang hadir pada Kamis (7/7/23). Kegiatan yang melibatkan sekitar 30 orang penari dan pemain beleganjur ini berhasil memukai penonton danmendapatkan tepuk tangan yang meriah sebagi persembahan terakhir Kontingen di Panggung Youth Collaboraction pada malam itu.

Adipati Karna merupakan kakak tertua Pandawa, namun dalam perjalanannya ketika terjadi Perang Baratayuda antara Pandawa dan Kurawa, Karna lebih memilih untuk berseberangan dengan Pandawa. Dalam bagian akhir perang besar tersebut, Karna diangkat sebagai panglima pihak Kurawa, dan akhirnya gugur di tangan Arjuna. Namun Sebagian sumber menyebutkan gugurnya Karna pada perang Baratayuda di tangan Arjuna, adalah bagian dari pengorbanan Karna untuk kemenangan adik-adiknya.

“Dari kisah Adipati Karna tersebut dapat ditarik suatu benang merah, bahwa nasionalisme merupakan harga mati yang harus terpatri kuat pada bangsa Indonesia. Sebagaimana tokoh Adipati Karna ini pantas menjadi teladan. Sosok yang konsisten pada prinsip yang rela mengorbankan jiwa raganya dalam perang Bharatayudha” seperti disampaikan Vania yang menjadi Narator dalam pagelaran ini. “Karna juga secara tidak langsung memihak adik-adiknya demi musnahnya angkara murka. Hal ini menjadikan Karna adalah sosok korban mulia yang mengorbankan dirinya demi kebenaran” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *