PMI Bali Salurkan 675.000 Liter Air Bersih di 3 wilayah terdampak Kekeringan

Bali – Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bali terus mengintensifkan upaya penanganan kekeringan melalui distribusi air bersih kepada masyarakat di sejumlah wilayah terdampak. Pada Senin (12/10/2026), berdasarkan data Posko PMI Provinsi Bali, PMI Bali telah menyalurkan total 675.000 liter air bersih mencakup Kabupaten Buleleng sebanyak 350.000 liter untuk 22.386 jiwa, Kabupaten Jembrana sebanyak 245.000 liter untuk 13.470 jiwa, serta Kabupaten Karangasem sebanyak 65.000 liter untuk 2.234 jiwa.

Dalam pelaksanaannya, PMI turut mengerahkan personel untuk mendukung penanganan kekeringan di ketiga kabupaten tersebut. Kabupaten Buleleng mencatat 52 kali pelayanan dengan melibatkan 103 personel PMI, Kabupaten Jembrana sebanyak 49 kali pelayanan dengan 157 personel, serta Kabupaten Karangasem sebanyak 13 kali pelayanan dengan 52 personel. Pengerahan personel ini mendukung kelancaran distribusi air bersih dan upaya menjangkau masyarakat yang membutuhkan bantuan. Respons kekeringan di ketiga kabupaten tersebut mendapat dukungan dari PMI Pusat melalui pengajuan proposal bantuan distribusi air bersih.

Kepala Markas PMI Provinsi Bali, Bapak Budi Suharjo, menjelaskan bahwa program tahap pertama telah selesai dilaksanakan, sedangkan PMI Provinsi Bali masih menunggu tindak lanjut proposal tahap kedua yang telah diajukan kepada PMI Pusat. “Pelaksanaan proposal tahap pertama program distribusi air bersih telah tuntas dilakukan di tiga kabupaten, yaitu Karangasem, Jembrana, dan Buleleng. Saat ini, PMI Provinsi Bali masih menunggu tindak lanjut proposal tahap kedua yang telah diajukan kepada PMI Pusat, mengingat pendanaan untuk tahap pertama telah selesai. Meski demikian, Kabupaten Buleleng tetap melanjutkan program dengan menggunakan pendanaan dari PMI Kabupaten Buleleng secara mandiri,” ujarnya.

Selain distribusi air bersih, PMI Provinsi Bali juga melaksanakan promosi kesehatan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dalam menjaga kesehatan selama menghadapi kekeringan. Edukasi yang diberikan mencakup penggunaan air secara hemat dan bijak, pemeliharaan kualitas air, pengenalan penyakit akibat air tercemar, serta penerapan sanitasi yang baik.

“Pelaksanaan program ini tidak hanya berfokus pada distribusi air bersih, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya penggunaan air secara hemat dan bijak, menjaga kualitas air, mengenali penyakit yang dapat ditimbulkan akibat air tercemar, serta menerapkan pengelolaan sanitasi yang baik. Edukasi ini perlu berjalan beriringan dengan distribusi air bersih agar masyarakat memahami pentingnya penggunaan air yang tepat dan menjaga kesehatan lingkungan,” ujarnya.

Melalui upaya distribusi air bersih dan promosi kesehatan, PMI Provinsi Bali terus berkomitmen membantu masyarakat dalam menghadapi dampak kekeringan. Diharapkan bantuan yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kualitas air dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat selama kondisi kekeringan berlangsung. (nai)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *