Promosi Kesehatan Digencarkan: PMI Bali Jangkau 6.217 Jiwa di Tengah Kemarau Panjang

Bali – Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bali terus memperkuat pelayanan kemanusiaan melalui distribusi air bersih yang disertai promosi kesehatan. Upaya ini dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat sekaligus meningkatkan pemahaman tentang pentingnya menjaga kesehatan dan sanitasi selama musim kekeringan.

Hingga Senin, 12 Oktober 2026, berdasarkan data Posko PMI Provinsi Bali menyebutkan bahwa sebanyak 6.217 jiwa telah menerima manfaat dari 33 layanan promosi kesehatan yang dilaksanakan PMI di Kabupaten Jembrana, Buleleng, dan Karangasem. Jangkauan di Kabupaten Jembrana mencapai 3.909 jiwa, disusul Karangasem sebanyak 1.222 jiwa dan Buleleng sebanyak 1.086 jiwa. Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, PMI telah memobilisasi sebanyak 147 personel untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat terdampak.

Keterbatasan air bersih tidak hanya menghambat pemenuhan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga berpotensi meningkatkan risiko penyakit akibat air yang tercemar dan sanitasi yang kurang memadai. Karena itu, PMI mengintegrasikan promosi kesehatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam pelayanan di lapangan agar masyarakat tidak hanya memperoleh bantuan air, tetapi juga memahami cara menggunakannya secara aman dan bijak.

Galar Pahyuza Fadil selaku Staf Posko PMI Provinsi Bali menyampaikan bahwa “Pelayanan PMI tidak hanya sekadar memberikan air bersih kepada masyarakat, tetapi juga harus disertai promosi kesehatan. Masyarakat perlu mengetahui bagaimana menggunakan air secara hemat, menjaga kebersihannya, mengenali risiko penyakit yang berkaitan dengan air, serta mengelola sanitasi dengan baik. “Distribusi air bersih dan promosi kesehatan harus berjalan beriringan agar masyarakat memahami pentingnya penggunaan air bersih,” imbuhnya.

Dalam pelaksanaannya, PMI Provinsi Bali terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk memastikan pelayanan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Perhatian juga diberikan kepada kelompok rentan, seperti lansia, ibu hamil, anak-anak, dan penyandang disabilitas, yang membutuhkan perlindungan khusus dalam menghadapi dampak kekeringan.

Melalui kegiatan distribusi air bersih dan promosi kesehatan, PMI berharap masyarakat tidak hanya terbantu dalam memenuhi kebutuhan air sehari-hari, tetapi juga mampu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat secara berkelanjutan. Dengan demikian, upaya penanganan kekeringan tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan air, tetapi juga pada peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan dan lingkungan. (Rubby)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *