Denpasar – PMI Bali kembali membekali masyarakat dengan keterampilan dasar pertolongan pertama melalui First Aid Training tingkat basic yang digelar Rabu (16/9/2026) di PMI Provinsi Bali. Kegiatan ini diikuti 17 peserta yang berasal dari perusahaan dan individu. Pelatihan ini memberikan pengetahuan sekaligus keterampilan dasar yang dapat diterapkan saat menghadapi kondisi darurat, sebelum korban mendapatkan penanganan dari tenaga medis.
Pelatih Pertolongan Pertama I Made Febriana, menjelaskan peserta mendapatkan berbagai materi dan praktik, mulai dari pemahaman dasar pertolongan pertama, langkah-langkah pertolongan, recovery position atau posisi pemulihan, hingga resusitasi jantung paru.
Peserta juga dibekali keterampilan menangani perdarahan, patah tulang, pingsan, luka bakar, serta teknik pengangkutan korban. Materi diberikan melalui teori dan praktik sehingga peserta dapat memahami sekaligus mencoba secara langsung teknik pertolongan pertama. Made menyebut antusiasme peserta selama pelatihan cukup tinggi. Peserta mengikuti setiap materi dan praktik dengan semangat, sementara pelaksanaan kegiatan tidak menghadapi kendala berarti.
“Untuk pelatihan kali ini peserta sangat antusias. Dari semangatnya sudah terlihat mereka siap mengikuti pelatihan. Sementara ini juga belum ada kendala yang berarti,” ungkap Made.
Salah satu peserta individu, Jonathan, mengaku First Aid Training tersebut menjadi pengalaman pertamanya mengikuti pelatihan pertolongan pertama. Ia menilai ilmu yang diperoleh sangat bermanfaat untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Sudah pasti happy. Saya merasa First Aid Training ini sangat bermanfaat karena mendapatkan ilmu-ilmu baru, terutama tentang pertolongan pertama,” kata Jonathan.
Menurutnya, keterampilan pertolongan pertama penting dimiliki karena situasi darurat dapat terjadi kapan saja dan menimpa orang-orang di sekitar. Kemampuan memberikan pertolongan awal dinilai menjadi langkah penting sebelum korban mendapatkan penanganan dari tenaga medis yang kompeten.
“Kecelakaan bisa terjadi kapan saja, di mana saja. Dengan adanya ilmu First Aid Training ini, diharapkan kita bisa memberikan pertolongan pertama untuk menyelamatkan nyawa seseorang yang membutuhkan,” ujarnya.
Selain materi yang diberikan, Jonathan juga mengapresiasi cara pelatih menyampaikan pelatihan. Suasana yang cair dan interaktif membuat peserta lebih mudah mengikuti materi hingga praktik.
“Pembawaan pelatih sangat seru, suasananya cair, tidak bikin ngantuk. Materi yang dipaparkan juga rapi dan jelas,” imbuhnya.
Melalui pelatihan ini diharapkan keterampilan yang diperoleh peserta tidak berhenti di ruang pelatihan. Peserta diharapkan mampu membagikan pengetahuan tersebut kepada keluarga dan rekan di sekitarnya serta mengaplikasikannya ketika menghadapi kondisi yang membutuhkan pertolongan pertama. (pur/PMIBali)